Deretan SUV Ini Memiliki Catatan Aneh Sepanjang Eksistensinya (Bagian 1)

Mitsubishi Pajero Evolution

JAKARTA, Carvaganza – Eksistensi model SUV (sport utility vehicle) belakangan ini terus meningkat seiring dengan permintaan konsumen di banyak negara dunia, termasuk Indonesia. Alasan fungsional sekaligus kemampuan adalah hal yang paling utama mengapa segmen ini begitu subur dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan segmen ini juga sukses menghipnotis sejumlah pabrikan super mewah untuk turut menghadirkan SUV perdananya.

Saat ini kita lihat hampir seluruh pabrikan otomotif dunia memiliki lini SUV baik yang dihadirkan pada desain bahkan hingga pada kelengkapan fiturnya yang membuat ia menjadi penggilas segala medan. Sebelum tren ini tumbuh, para pabrikan juga pernah menghadirkan SUV pada puluhan tahun silam bahkan beberapa di antaranya merupakan cikal bakal dari model terbaru saat ini. Sayangnya, tidak semua model tersebut memiliki tujuan yang jelas apakah untuk memenuhi kebutuhan konsumen atau hanya sekadar produksi saja.

Kami menghadirkan deretan SUV yang diproduksi di sejumlah negara dengan reputasi yang aneh dan ada beberapa di antaranya merupakan model populer di Indonesia.

Alfa Romeo Matta

Alfa Romeo

Jauh sebelum menghadirkan Stelvio, nyatanya Alfa Romeo pernah memproduksi sekitar 2.059 unit SUV berdesain khusus militer dengan nama Matta pada 1951 hingga 1955. Terlihat bodi yang seluruhnya besi dengan lampu utama dilindungi oleh jaring-jaring keras dan terdapat ban cadangan yang ditempatkan di atas kap mesinnya. Seperti pada umumnya kendaraan taktis saat itu, Alfa Romeo Matta hanya membungkus bagian atapnya dengan material kanvas. Kendaraan ini memang untuk menyuplai kebutuhan pemerintah Italia saat itu termasuk tentara nasional.

Baca Juga: Jelang AXCR 2022, Mitsubishi Ralliart Uji Triton Sampai Ribuan Kilometer

Usut punya usut, ternyata Alfa Romeo memaksakan membangun SUV ini agar kontrak dengan pemerintah Italia tetap berjalan mulus. Pasalnya saat itu, Alfa Romeo bersaing dengan perusahaan otomotif lainnya seperti Fiat, Campagnola dan lain-lain. Selain untuk kebutuhan pemerintahan, ternyata Alfa Romeo juga menjual beberapa ratus unit Matta ke publik dengan spesifikasi sama. Bahkan spesifikasi mesin 4-silinder 1.9-liter dengan cams overhead ganda juga diterapkan untuk konsumen sipil. Nah, buat apa ya kira-kira?

Daihatsu Rocky

Daihatsu Rocky

Sepanjang eksistensi Daihatsu Rocky di segmen SUV nyatanya pernah mengalami kegagalan juga. Pasalnya pada 1990-an, Daihatsu Rocky sukses menembus pasar SUV dunia termasuk Inggris dan Amerika Serikat. Sayangnya, untuk pasar AS, Daihatsu Rocky dengan dimensi yang kompak tidak sesuai dengan kebtuhan warga Amrik yang suka dengan SUV berukuran besar. Hal lain yang membuatnya tidak dilirik oleh konsumen AS adalah soal Daihatsu Rocky adalah mesin yang kurang bertenaga. Padahal mobil-mobil Amerika dikenal dengan mesin besar dan sangat bertenaga.

Sementara Daihatsu Rocky yang dipasarkan di AS hanya dibekali oleh mesin 4-silinder yang bahkan tidak mampu menghasilkan tenaga hingga 90 hp. Sehingga kehadiran Rocky di AS pun tidak memberikan kontribusi apapun pada merek Daihatsu dan pada 1992 mereka angkat kaki tanpa permisi dari tanah Amerika. Meski demikian, nama Rocky populer di pasar Jepang yang dikenal dengan nama Rugger sementara di Inggris ia memiliki nama Fourtrack.

Mazda Navajo

Mazda Navajo

Setelah berhasil bekerja sama dengan Ford dalam menciptakan SUV, Mazda nampaknya juga “latah” untuk membangun modelnya sendiri. Dengan menggunakan basis dari Ford Explorer Sport, Mazda melahirkan Navajo dengan sejumlah penyempurnaan di beberapa bagian. Salah satu yang paling terlihat ialah desain grille yang lebih dinamis serta lampu utama dengan gaya yang modern. Bahkan Ford memberikan akses pada Mazda untuk memproduksi SUV pertamanya tersebut di pabrik Ford di Louisiville bersama dengan Explorer.

Sayangnya, eksistensi Navajo di pasar SUV tidak bertahan lama, salah satu alasannya karena Mazda menghadirkan satu varian dengan dua pintu sementara varian 4-pintu hanya dimiliki oleh Explorer Sport. Penjualannya terhenti pada 1994 dan kemudian Mazda kembali menghadirkan SUV lainnya yakni Tribute yang juga mengambil DNA Ford sebagai basisnya.

Baca Juga: Honda Rilis Teaser Perdana e:N2, Konsep Terbaru Mobil Listrik Futuristik

Honda Crossroad

Honda Crossroad

Kelahiran Honda Crossroad di era 1993 kabarnya bertujuan untuk menjegal langkah Jeep Cherokee di pasar Jepang yang saat itu cukup subur. Kerja sama antara Honda dan Land Rover saat itu nyatanya masih tidak mampu menghambat laju penjualan Cherokee di Jepang. Pasalnya Honda Crossroad sendiri merupakan Land Rover Discovery yang sedikit dimodifikasi agar terlihat berbeda di pasar Jepang.

Meski menggunakan basis Land Rover Discovery, sayangnya Honda Crossroad tidak memiliki perlengkapan off-road yang mumpuni. Pengendaraan dan kemampuannya juga dianggap biasa saja tidak mencerminkan sebagai sebuah SUV sejati. Bahkan mesin berkonfirgurasi V8 juga memiliki konsumsi BBM yang cukup boros, hal tersebut tidak membuat konsumen di Jepang senang. Akhirnya penjualannya berakhir pada 1998, kemudian Honda memulai memproduksi SUV sendiri dengan nama CR-V dan penjualannya sukses hingga saat ini.

Mitsubishi Pajero Evolution

Mitsubishi Pajero Evolution

Sebenarnya kiprah balap Mitsubishi Pajero dimulai jauh sebelum model Evolution hadir di jalan raya pada era 1997–1999. Mitsubishi telah berhasil memenangkan Reli Paris-Dakar pada 1985, 1992 dan 1993, sementara Pajero Evolution ini hadir sebagai tujuan homologasi dari FIA dan dikenal sebagai SUV paling agresif di dunia.

Salah satunya ialah mesin V6 berkapasitas 3.5 liter dipasangkan untuk menghasilkan tenaga 271 hp yang dialirkan ke seluruh rodanya alias 4WD. Desain eksteriornya sangat kekar, lengkung rodanya dibuat melebar dengan sayap yang dipasang di bagian atap serta sejumlah ornamen lain yang diambil dari kebutuhan reli. Kabarnya pada periode waktu tertentu, Pajero Evolution hanya diproduksi sebanyak 2.500 unit sekaligus syarat mutlak dari FIA untuk Paris-Dakar. Saat ini Pajero masih dipasarkan pada konsumen namun beberapa negara dijual dengan nama Montero.
(ALVANDO NOYA / WH)

Baca Juga: Sama-Sama SUV Hybrid, Begini Perbandingan Wuling Almaz dan Toyota Corolla Cross

Sumber: Autocar

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Advisory Stories
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature