Butuh Waktu Lebih 3 Tahun Merestorasi Porsche Targa Klasik Ini

JAKARTA, Carvaganza.com -  Merestorasi mobil bukan pekerjaan gampang. Sebuah pekerjaan seni yang membutuhkan inovasi, ketajaman ide, super kreatif dan fokus pada detail. Makanya butuh waktu ekstra lama untuk mengerjakan restorasi satu mobil, apalagi kalau mobil itu punya  histori yang begitu kuat sebagai model.

Seperti Porsche 911 S Targa tahun 1967, yang merupakan salah satu model Targa pertama yang diproduksi pabrikan Stuttgart. Background lahirnya Porsche Targa sangat menarik. Mobil ini dilahirkan untuk mengantisipasi larangan mobil convertible dari pemerintah Amerika Serikat. Pasalnya waktu itu mobil convertible dianggap tidak aman, membahayakan keselamatan penggunanya. Makanya Porsche mengeluarkan model dengan roll bar terintegrasi dengan mobil.

Larangan tersebut tak pernah keluar, tapi Targa tetap diluncurkan di Frankfurt Motor Show 1965. Jadilah Ia mobil yang punya histori menarik.  Dan sampai saat ini,  Porsche masih memproduksi Targa versi modern dengan konstruksi yang lebih rumit dibandingkan generasi pertama. Pada model pertama, penutup jendela belakang masih terbuat dari plastik. Jendela belakang dari kaca baru dipasang pada model tahun 1967.

Resto 911 MY1967


Baca juga: Tampil Klasik, Edisi Khusus Porsche 911 Targa 4S Ini Hanya 992 Unit

Model ini merupakan satu dari model Targa S generasi pertama yang diproduksi hanya 925 unit saja. Hanya dibuat pada periode akhir 1966 sampai 1968. Mengadopsi mesin flat-6 S 2.0 liter yang menghasilkan 157 hp dan torsi 178 Nm. Tenaga disalurkan oleh transmisi manual 5 percepatan ke roda belakang.

Ketika ditemukan, sportscar dalam kondisi yang cukup menyedihkan, tapi masih dalam keadaan utuh. Dulu, mobil tersebut diimpor langsung dari Jerman, sebagai mobil etalase di sebuah dealer Porsche di AS. Setelah itu terparkir begitu saja di sebuah garasi tanpa pintu di Long Beach, New York dari tahun 1977 sampai 2016.

Bengkel restorasi resmi Porsche tidak menyebutkan nama pemiliknya. Hanya disebut Ia sudah lama menjadi kolektor mobil dan enthusiast Porsche. “Targa ini terparkir selama hampir 40 tahun di sebuah garasi tak berpintu, ditutup oleh terpal plastik. Sang pemilik lama, tampaknya sudah melupakan itu mobil,” ujar Uwe Makrutzki, Head of Porsche Classic Factory Restoration di Porsche AG.

“911 S Targa ini dikirim ke dealer Porsche Hulpert di Dortmund di Dortmund pada 24 Januari 1967. Restorasi ini proyek istmewa bagi kami – akhirnya, salah satu dari model 911 Targa menemukan jalannya ke Zuffenhausen,” tambah Uwe.

Sang pemilik baru kemudian menyerahkan Targa ke bengkel resmi restorasi pabrikan, Porsche Classic Factory Restoration, agar kondisinya dipulihkan sehingga terlihat ‘indah’ lagi. Pada waktu diserahkan, banyak hal detail yang perlu diperhatikan, terutama komponen-komponen kecil yang sudah tusang termakan usia. Di antaranya kleman kabel, rubber grommet dan plug engine sealing. Restorasi ini dikerjakan langsung oleh Porsche dan tak memakai komponen after market. Semuanya asli karena Porsche menyediakan 60 ribu jenis komponen orisinil.

Baca juga: Porsche Centre Jakarta Buka Pusat Perawatan Porsche Klasik

Resto 911 MY1967


Divisi Porsche Classic Factory Restoration punya prinsip bahwa mobil yang direstorasi harus dikembalikan kepada kondisi aslinya semaksimal mungkin. Pihak bengkel restorasi mengamini sempat kesulitan mencari part orisinil, tapi untungnya Porsche punya gudang yang menyimpan ribuan komponen ori. Setelah dicari-cari ketemu.

Contoh lain adalah tadinya bagian atap Targa mau memakai bahan-bahan modern, ternyata tidak klop dengan orisinalnya, sang pemilik tak mau. Divisi klasik pun terpaksa harus membuat versi tiruan agar mirip dengan orinya. Jadi atapnya di-custom. Karena mengutamakan orisinalitas, pemilik juga memilih undercoating cat warna hitam dua bagian seperti pengecatan versi ori tahun 1967. Bukan Teknik powder coating era modern.

Seluruh proses restorasi ini memakan waktu lebih dari 1.000 jam kerja dari awal sampai selesai atau lebih dari tiga tahun. Untuk kelir bodi, tetap memakai versi orisinal Polo Red ditambah dengan film pelindung cat agar tidak gampang tergores. Pemilik tidak mau mobil ini sekedar jadi koleksi pajangan, melainkan juga dipakai di jalan raya jadi harus menggunakan pelindung cat sehingga lebih aman dan tidak mudah rusak jika terkena lontaran kerikil di jalanan.



Sumber: motorauthority.com & porsche.com

EKA ZULKARNAIN

 

Artikel yang direkomendasikan untuk anda