Beranda Updates Blind Van DFSK Gelora Resmi Didagangkan, Harga Rp 169 Juta

Blind Van DFSK Gelora Resmi Didagangkan, Harga Rp 169 Juta

JAKARTA, Carvaganza — Setelah tertunda lumayan lama, sekitar 8 bulan, DFSK akhirnya resmi mendagangkan kendaraan komersialnya DFSK Gelora mulai November ini. Konsumen di Indonesia sudah bisa mendapatkan model Blind Van seharga Rp 169.000.000 (on the road DKI Jakarta).

Sedianya, DFSK memperkenalkan model kedua kendaraan komersialnya, yaitu DFSK Gelora pada awal tahun 2020. Tepatnya di ajang pameran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) Senayan pada Maret lalu. Namun pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia memaksa pabrikan menunda penawaran Gelora kepada konsumen.

Kendaraan komersial ini sudah bisa dipesan dan tersedia di 90 jaringan resmi DFSK yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Di pasar ia akan bersaing salah satunya dengan Suzuki APV Arena blind van yang dilepas Rp 158,5 juta.

“DFSK akhirnya secara resmi mulai memasarkan DFSK Gelora untuk menunjang berbagai aktivitas usaha konsumen di Indonesia. DFSK Gelora pertama yang mulai kami hadirkan adalah model blind van karena hasil riset internal kami menunjukan banyak konsumen di Tanah Air yang menantikan model ini untuk menunjang usaha mereka,” ungkap Deputy Marketing Director PT Sokonindo Automobile, Major Qin, melalui keterangan resminya.

Segmen Komersial

DFSK tak hanya menggarap segmen penumpang lewat Glory 560, 580, dan i-Auto. Setelah pikap Super Cab kini mereka hadir dengan blind van. DFSK Gelora akan memainkan peranan penting dalam dunia usaha di Indonesia yang terus tumbuh untuk menggerakan perekonomian bangsa.

Kendaraan komersial kedua dari DFSK ini bisa dimanfaatkan di berbagai bidang usaha seperti logistik perkotaan, transportasi umum, penyelamatan medis, dan berbagai kebutuhan lainnya. Bahkan untuk sekarang ini, DFSK sudah bekerja sama dengan Ambulance Pintar Indonesia (API) untuk mengubah DFSK Gelora menjadi mobil ambulans dengan berbagai spesifikasi.

Fungsionalitas DFSK Gelora sebagai kendaraan komersial ditunjang dengan daya angkut. Hal ini dihadirkan lewat dimensi 4.500 mm x 1.680 mm x 2.000 mm (PxLxT) yang memberikan kabin ekstra luas dan lapang. Untuk model blind van, panjang kabin mencapai 2,63 meter (luas 4,8 meter cubic) sangat cocok untuk meningkatkan kapasitas kargo, kebutuhan logistik, katering, aplikasi khusus perkotaan, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Mesin

Selain area kargo yang luas, DFSK Gelora juga dipadukan dengan tenaga yang handal, kuat, dan responsif. Hal itu didapatkan dari mesin DK 1.500 cc DVVT bertenaga 109 hp @ 6.000 rpm dan torsi 140 Nm @ 3.200-4.000 rpm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang melalui transmisi 5-percepatan manual.

Kelengkapan lain berupa sistem pengereman hydraulic dual circuit braking system. Roda depan ditemani cakram, sedang di belakang berupa teromol biasa. Lalu sebagai penyangga tubuh. Susupensi depan DFSK Gelora memakai McPherson Strut Independent. Penopang roda belakang menggunakan tipe 5 Leaf Spring, Non-independent Suspension with Stabilizer.

“Setelah kehadiran model blind van DFSK Gelora, DFSK akan segera meluncurkan model minibus di awal tahun 2021. Sedangkan untuk DFSK Gelora E masih akan menanti regulasi pemerintah terkait kendaraan listrik di Indonesia,” kata Major Qin.

Gelora E

Yang juga tak kalah menarik dari produk DFSK ialah Gelora E. Kendaraan berbasis baterai ini menawarkan hemat biaya energi, diklaim hingga 48 persen. Jadi ia bebas emisi, ramah lingkungan dan sangat cocok untuk dipakai di tempat wisata. Bahkan melalui sebuah hitungan internal perusahaan. Unit listrik hanya mengkonsumsi 0,145 kWh per kilometer. Atau setara dengan Rp 239 per kilometer.

Catatan ini jauh lebih irit dibandingkan dengan model serupa berteknologi mesin pembakaran (internal combustion engine). Versi konvensional mengkonsumsi energi Rp 463 per kilometer, untuk sebuah mobil dengan rata-rata konsumsi bahan bakar 16,5 Kilometer/liter.

Penggunaan DFSK Gelora E sebagai kendaraan komersial dapat diterapkan di berbagai bidang. Terutama transportasi umum, logistik perkotaan dan kendaraan khusus. Unit elektrik dapat melakukan pengisian fast charging dari 20 persen hingg 80 persen hanya membutuhkan waktu 80 menit. Lalu jarak tempuh berkendara sampai 300 kilometer. Sedangkan untuk pengisian reguler, masih bisa memakai listrik rumah tangga 220V 16A.

ANJAR LEKSANA | RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Versi Siap Produksi Porsche 911 GT3 2021 Terlihat Tanpa Kamuflase

STUTTGART, Carvaganza.com – Generasi terbaru 911 GT3 sepertinya sudah mendekati waktu peluncuran, dan Porsche pun sudah tidak malu-malu menunjukkan wujudnya. Dalam rangkaian spyshot terbaru,...

Belum Paham Soal Transmisi Otomatis? Ini Tips Mudahnya

Mobil dengan transmisi jenis otomatis sudah bukan hal yang aneh lagi. Meski demikian, masih banyak yang belum memahaminya. Mungkin karena memang selama ini menggunakan...

Jeep Compass Mendapat Penyegaran, Tampil Perdana Di Guangzhou Auto Show 2020

JAKARTA, Carvaganza.com – Jeep memperkenalkan versi penyegaran dari crossover compact miliknya, Compass. Mendapat sejumlah penyegaran, Jeep Compass pertama kali ditampilkan ke publik pada Guangzhou...

TEST DRIVE: Ferrari F8 Spider, Sama Kencang dan Seasik Coupe

SINGAPURA, Carvaganza.com - Sebagian besar orang mungkin akan menganggap sports car versi atap terbuka tidak se-hardcore versi coupe. Rasanya anggapan itu banyak beredar. Ferrari...

Begini Ragam Kelebihan Jika Memiliki Hyundai Kona Electric

JAKARTA, carvaganza – Hyundai Kona Electric sudah diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) awal November kemarin di Jakarta. Sebagai mobil listrik murni listrik...