92 Tahun Bersama, Ferrari dan Shell Sepakat Teruskan Kemitraan Lebih Lama Lagi

MARANELLO, Carvaganza – Kolaborasi atau kerja sama antara Ferrari dan Shell adalah salah satu ikatan yang terjalin paling lama di Formula 1. Duet dua merek besar di otomotif ini akan berlangsung semakin lama lagi, menyusul telah disepakatinya kontrak baru. Ferrari dan Shell telah menyetujui kerja sama baru untuk jangka panjang, sebagai innovation partner.

Ikatan antara pabrikan otomotif dan tim balap dengan perusahaan migas ini telah terjalin selama lebih dari 90 tahun, tepatnya 92 tahun. Bersama Scuderia Ferrari di F1, Shell telah ikut berperan dalam dimenangkannya 22 gelar juara dunia yang pernah dimenangkan Ferrari. 22 gelar juara dunia itu adalah 10 gelar konstruktor dan 12 gelar pembalap.

Artinya, mayoritas dari total 31 gelar juara dunia F1 yang pernah dimenangkan Ferrari diraih saat logo Shell tertempel di mobil dan seragam pembalap. Dan mulai tahun ini, kerja sama jangka panjang Ferrari dan Shell akan diteruskan, setelah masing-masing petinggi telah menandatangani kesepakatan baru ini.

Ferrari F1

“Hubungan antara Scuderia Ferrari dan Shell dimulai sejak tahun 1929, tahun saat tim kami didirikan. Pada waktu itu, kami telah menghasilkan sangat banyak kemenangan bersama-sama. Kami senang bahwa kolaborasi kami sekarang akan terus berlanjut untuk lebih lama lagi,” ujar Mattia Binotto, managing director & bos tim Scuderia Ferrari.

“Kami memiliki banyak kesamaan nilai, tidak terkecuali keunggulan, semangat untuk balapan dan kerja tim, yang membuat kemitraan ini unik dalam sejarah motor sport. Sebagai mitra inovasi kami, kami akan terus bekerja dengan Shell dalam transfer teknologi balap ke mobilitas serta tantangan ambisius yang ada di depan, khususnya tujuan Formula 1 untuk mencapai tingkat nol emisi pada tahun 2030.”

Selain untuk meraih lebih banyak kemenangan, kerja sama ini juga diharapkan bisa membantu Ferrari menentukan masa depan teknologi mesin dan power unit. Hal ini terkait regulasi mesin baru yang akan diterapkan F1 pada beberapa tahun ke depan, secepatnya pada 2025. FIA berencana menyudahi pembekuan pengembangan mesin F1 pada tahun tersebut, untuk berganti ke generasi baru.

Ferrari SF90 F1

Bicara soal prestasi Ferrari sendiri, di era V6 1,6 liter turbo hybrid ini tidak terlalu gemilang, dengan belum berhasil memenangkan gelar juara sekalipun. Hasil terbaik adalah menjadi runner up di tahun 2017 dan 2018, baik di konstruktor dan pembalap melalui Sebastian Vettel.

“Kemitraan kami dengan Ferrari telah melahirkan inovasi yang benar-benar luar biasa – inovasi yang secara rutin diandalkan Shell saat mengembangkan bahan bakar dan pelumas baru untuk pelanggan kami. Kami sekarang memasuki waktu yang sangat menyenangkan dalam sejarah kami bersama karena kami memanfaatkan kemitraan ini untuk tidak hanya berjuang untuk sukses di lintasan, tetapi juga untuk mengembangkan bahan bakar dan pelumas yang lebih bersih bagi pelanggan kami,” jelas István Kapitány, global executive vice president for mobility Shell. WAHYU HARIANTONO

Sumber: Paul Tan

Artikel yang direkomendasikan untuk anda