Beranda Updates VIDEO: Ini Plus/Minus Mesin di Depan, Tengah, dan Belakang

VIDEO: Ini Plus/Minus Mesin di Depan, Tengah, dan Belakang

JAKARTA, Carvaganza.com – Di pasar otomotif saat ini ada tiga format drivetrain yang tersedia pada mobil yang diproduksi, yaitu mesin di depan, di tengah, dan di belakang. Ketiganya sudah ada dan beredar sejak awal hadirnya pabrikan otomotif di dunia, lebih dari 100 tahun lalu.

Ketiganya memiliki asal-usul uniknya masing-masing, yang didasari oleh fungsi dan filosofi dari mobil kala itu. Hal tersebut tetap berlaku sampai saat ini, dengan banyaknya pabrikan mobil yang ada di seluruh dunia, menawarkan beragam jenis mobil di pasaran.

Meski saat ini mobil mesin di depan paling umum dan populer di pasar, siapa yang menyangka kalau ternyata mobil pertama di dunia justru memiliki mesin di bagian belakang. Saat ini justru mobil bermesin di belakang justru sangat jarang menjadi pilihan, dengan contoh (mungkin) hanya Porsche 911 yang masih menerapkannya.

Mesin di belakang saat ini dianggap sebagai salah satu solusi terbaik untuk mobil balap, demi mendapatkan traksi terbaik dari roda belakang. Sementara mesin di depan, dipakai mayoritas karena demi memberikan kenyamanan penumpang, efisiensi produksi, serta kepraktisan untuk mengangkut bawang.

Sementara mesin di tengah sangat jarang ditemui pada mobil ‘biasa’ saat ini, dengan pemakaian yang umum dipakai pada sportscar dan supercar. Tujuan utama mobil bermesin di tengah adalah demi menciptakan distribusi bobot ideal yang mendukung manuverabilitas.

Asal-usul dan penjelasan teknis untuk ketiga drivetrain tersebut dijelaskan oleh Donut Media melalui segmen terbarunya. Di sini, kita bisa semakin mengerti alasan penerapan dari masing-masing jenis drivetrain tadi.

Jadi aliran mana yang menjadi favorit Anda?

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto