Beranda Drives TEST DRIVE: DFSK Glory 560, Performanya Bikin Kaget

TEST DRIVE: DFSK Glory 560, Performanya Bikin Kaget

SUKABUMI, 21 Agustus 2019 – Setelah jeda waktu yang cukup lama sejak diluncurkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 pada bulan April lalu, PT Sokonindo Automobile akhirnya memberikan kesempatan media test drive SUV DFSK Glory 560. Rute test drive yang dipilih adalah Jakarta menuju Lido Lake Resort di daerah Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (20/8) kemarin.

“Kami baru bisa memberikan kesempatan test drive sekarang ini, pasalnya jadwal kami padat sekali. Seperti Anda ketahui, sehabis IIMS terbentur dengan bulan Puasa, kemudian Idul Fitri lantas GIIAS 2019 serta sejumlah agenda regional kami,” ujar Major Qin, Marketing Department Head PT Sokonindo Automobile.

SUV 7 penumpang ini merupakan line-up terbaru dari PT Sokonindo Automobile, yang merupakan APM DFSK di Indonesia. Sebelumnya mereka cukup sukses dengan SUV DFSK Glory 580, yang merupakan sang kakak 560 dan pernah juga Carvaganza test drive.

Baca juga: TEST DRIVE: Menjajal DFSK Glory 580, Tempuh 403,8 KM Dalam 1 Hari

Perbedaan antara 580 dengan versi 560 memang tidak terlihat terlalu mencolok. Glory 560 memiliki lampu depan bergaya mata elang (eagle eyes), sedangkan 580 memiliki garis desain lampu yang lebih elegan. Tarikan garis desain 560 juga terkesan lebih sporty dan agresif.

Dalam hal dimensi, perbedaannya tipis sekali, di mana 560 memiliki dimensi yang lebih kecil dibandingkan sang kakak. Dalam hal fitur juga mendapatkan sedikit perbedaan, di mana 580 lebih lengkap. Perbedaan-perbedaan ini tentu saja membuat harga 580 lebih mahal dibandingkan 560.

EKSTERIOR

DFSK Glory 560 yang dipasarkan di Indonesia terdiri dari dua versi mesin yakni 1.5 liter turbocharged dan naturally aspirated 1.8 liter. Keduanya dibawa dalam kesempatan media test drive ke Sukabumi. Saya tak akan berbicara banyak tentang eksterior, karena sudah dibahas oleh Carvaganza sebelumnya baik melalui tulisan di web maupun di channel Youtube Carvaganza.

Yang paling penting adalah tarikan garis desain Glory 560 berbeda dengan 580. Glory 560 memiliki headlamp mata elang (hawk eye), grille dua bilah, lampu Daytime Running Light LED dan velg alloy two-tone 17 inci.

Dimensi SUV penggerak roda depan ini sedikit lebih kecil dibandingkan Glory 580, yaitu panjang 4.515 mm, lebar 1.815 mm, tinggi 1.735 mm serta wheelbase 2.690. Bobot curb weightnya adalah 1.480 kg untuk versi mesin 1.5 liter turbo, sedangkan versi 1.8 liter NA adalah 1.460 kg.

INTERIOR

Kabinnya terasa lega dan memiliki headroom, legroom dan shoulder room yang lapang baik untuk pengemudi, penumpang depan maupun penumpang di baris kedua. Saya tidak menyarankan baris ketiga di isi oleh penumpang dewasa, soalnya saya dengan tinggi badan 167 cm pada waktu duduk di belakang terasa sempit. Kalau pun ingin mengakomodasi penumpang di baris ketiga, disarankan anak-anak atau postur kecil.

Layout kabinnya terasa apik, terlihat dari desain dashboard depan yang menurut saya di tata dengan baik dan memakai material yang kualitasnya bagus sehingga tidak terlihat murahan. Jok terbuat dari kulit dengan jahitan yang sangat rapi di semua baris. Posisi jok untuk pengemudi terasa nyaman, namun pengaturannya masih manual baik untuk meninggikan posisi jok maupun untuk mendapatkan posisi maju mundur.

Setelah diatur sedemikian rupa sesuai dengan postur tubuh saya yang 167 cm, posisi jok pengemudi tidak terasa commanding, seperti posisi duduk SUV pada umumnya. Namun meski posisi duduknya terasa seperti crossover, Anda bisa mendapatkan visual yang baik dari dalam mobil ke semua penjuru mobil, termasuk ke bagian belakang.

Di tengah dashboard terdapat layar sentuh 8 inci yang berisikan informasi tentang pengaturan entertainment, informasi mengenai mobil, sistem navigasi dan juga berfungsi sebagai kamera mundur. Tombol-tombol pengaturan AC dan infotainment yang terdapat di dashboard, konsol tengah maupun pada setir yang dibalut kulit terasa ergonomis dan user-friendly.  Jujur saya tak menyangka produk Cina bisa seperti ini.

Tapi jendela samping bagian pengemudi, belum automatic power up, baru power down. DFSK tampaknya mesti menambahkan automatic power up pada kaca samping depan bagian pengemudi, meskipun tidak perlu semua kaca automatic power window seperti yang terdapat pada Glory 580.

Oh iya, untuk urusan bagasi tergolong cukup luas sehingga bisa  mengamokodasi dua koper besar dan barang belanjaan jika kursi baris ketiga dilipat. Sedangkan jika  kursi baris ketiga ditegakkan, bagasinya masih dapat mengakomodasi barang-barang belanjaan dan koper kecil.

DRIVING

Untuk menyalakan mesin sudah menggunakan tombol start-stop, bahkan sudah keyless entry. Mesinnya terdengar halus yang dikombinasikan dengan transmisi CVT. Pada waktu saya mencoba 560 versi 1.8 liter, mesinnya terasa kurang responsif di putaran rendah, sehingga pada saat pedal gas Anda paksa injak sampai ke floor, mesin akan terdengar meraung namun ketika jarum rpm sudah memasuki putaran medium respon mesinnya baru lumayan kuat.

Berbeda halnya dengan Glory 560 versi mesin 1.5 liter turbocharge. Dari putaran rendah sudah terasa responsif dengan kerja turbo terasa  di rpm 4000. Mesin versi 1.5 liter turbocharge menghasilkan tenaga 150 PS (148 hp) pada 5600 rpm dan torsi maksimal 230 Nm pada 1800 – 4000 rpm. Sedangkan mesin naturally aspirated 1800 CC menghasilkan tenaga yang lebih kecil yakni 139 PS (137 hp) pada 6000 rpm dan torsi maksimal 187 Nm pada 3600 – 4200 rpm.

Transmisi CVTnya menghasilkan perpindahan yang sangat halus, baik ketika perpindahan ke gigi atas maupun ke bawah. Jika Anda menginginkan pengendaraan yang lebih sporty pindahkan tuas transmisi pada mode manual ke bagian kanan dan tinggal ikuti tanda + (plus) maupun minus (-). Pada saat mode Sport, suara mesin menjadi lebih keras, respon mesin menjadi lebih agresif namun saya tak merasa chassis atau pun suspensi menjadi lebih stiff. Kerja setir pun tidak berubah.

Setir electric power steering terasa enteng, tak terasa ruang kosong di setiap putaran dan dapat memberikan feedback secara obyektif kepada setiap input pengemudi.  Suspensinya mampu menahan guncangan dengan baik atau bisa kita bilang empuk sehingga membuat penumpang bertambah nyaman. Namun, kabinnya kurang kedap dan menurut saya ini adalah PR buat pabrikan untuk membuat kabin yang lebih senyap lagi.

Kendaraan terasa stabil pada saat berakselerasi kencang di tol. Glory 560 seolah-olah mencengkeram aspal ketika kecepatan mobil terus bertambah. Body roll terasa minim pada saat saya melibas tikungan medium dan panjang, padahal ini kendaraan SUV. Kendaraan ini memang dilengkapi Electronic Stability Control dan Traction Control System (TCS) sehingga membuat mobil cukup stabil pada saat menikung cepat.

Saya juga mengajaknya di jalanan tanah dengan permukaan jalan tanah tidak rata. Kerja suspensinya tergolong oke ketika melibas jalanan tidak rata dan ground clearancenya mencukupi ketika mobil merayap di jalanan tanah merah kering yang posisinya berundak. Namun perlu diingat SUV penggerak roda depan ini bukan untuk off-road.

KONSUMSI BBM

SUV 7 penumpang ini dilengkapi dengan empat rem cakram depan belakang yang memiliki daya cengkeram rem yang kuat. Kerja rem dapat terprediksi dengan baik sesuai dengan feeling dan input yang diberikan oleh pengemudi. Sistem pengereman sudah dilengkapi Electronic Brake Assist (EBA), ABS + EBD.

Glory 560 yang kami test tidak dilengkapi dengan informasi rata-rata konsumsi bahan bakar, namun menurut pihak pabrikan bahwa pihaknya telah menyerahkan pengetesan konsumsi bahan bakar Glory 560 kepada pihak ketiga yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan diperoleh hasil 12,6 kilometer per liter untuk rata-rata konsumsi bahan bakarnya.

Fitur lain yang disematkan pada kendaraan ini adalah Hill Hold Control (HHC) yang membantu pengemudi untuk menahan mobil di tanjakan, Electric Parking Brake (EPB) dan dua airbag untuk pengemudi dan penumpang depan.

Kesimpulan saya, saya pernah mencoba DFSK Glory 580 dengan perjalanan cukup jauh yakni 400 km dalam satu hari sehingga saya sudah pernah mendapatkan experiences dari performa mobil asal Tiongkok ini.  Dan setelah mencoba sang adik, Glory 560, performa kendaraan ini bisa menjadi ancaman bagi mobil-mobil Jepang di segmennya, baik dari sisi performa mesin atau dalam hal desain, kualitas material serta fitur-fitur yang diadopsi oleh Glory 560.

DFSK GLORY 560 2019

Harga: Rp 189 – 239 juta on the road.
Layout kendaraan: SUV, mesin depan, 5 pintu, penumpang, FWD
Mesin: Bensin I-4 16 katup turbocharge 1.5L/148 hp @5600 rpm/230 Nm @1800 –4000 rpm; Bensin I-4 16 katup 1.8L/137 hp @6000 rpm/187Nm @ 3600 – 4200 rpm.
Transmisi: CVT; M/T 6-kecepatan
PxLxT: 4.515 x 1815 x 1735 mm
Wheelbase: 2690 mm
Curb weight: 1.480 kg (Versi 1.5L); 1.460 kg (1.8L).
Suspensi D/B: MacPherson Strut/Multi-link Coil Spring
Ban: Ring 17 inci
Volume Tangki BBM: 50 Liter
Rekomendasi BBM: Ron 92

EKA ZULKARNAIN

Video Terbaru Youtube Carvaganza



Last Updates

TEST DRIVE: Bentley New Continental GT, Monster Insuit

BENTLEY CONTINENTAL GT sempat menjadi bintang pada gelaran Frankfurt Motor Show 2017 silam. Pasalnya sedan ultra premium asal Inggris ini...

Rekor Baru, Adu Irit BBM Honda Mobilio Tembus 28 Km/Liter

JAKARTA, 17 November 2019 – Ajang lomba adu irit “Honda Mobilio Joyful Weekend” yang digelar PT Honda Prospect Motor (HPM), Sabtu, 16 November 2019...

Yuk Ikutan, Toyota Yaris Bagi-Bagi Tiket Djakarta Warehouse Project

JAKARTA, 17 November 2019 – Guna membidik konsumen millennial, Toyota turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Djakarta Warehouse Project (DWP) yang akan...

Menikmati Akhir Pekan Bersama Honda Mobilio

SENTUL, 16 November 2019 – Ajang kumpul sekaligus menguji konsumsi bahan bakar Honda Mobilio, “Honda Mobilio Joyful Weekend”, kembali dihelat...

Rayakan HUT Ke-3, PAHAMI Ingin Industri Aftermarket Semakin Maju

JAKARTA, 16 November 2019 – Berkumpul dengan tujuan memajukan industri aftermarket di Indonesia, Perkumpulan Pengusaha Aksesoris Mobil Indonesia (PAHAMI) telah hadir di Indonesia dan...