SPYSHOT: Inikah Calon Supercar Ferrari 'Dino' Bermesin V6 Hybrid?

MARANELLO, Carvaganza – Sesosok prototipe terlihat tengah berkeliaran di kota Maranello, Italia, yang merupakan kampung halaman Ferrari. Diyakini mobil tersebut adalah prototipe calon supercar hybrid Ferrari, yang akan menggunakan mesin V6. Mobil ini juga diprediksi akan menjadi reinkarnasi dari model Dino, yang pernah beredar di era 1970an lalu.

Dilansir oleh Carscoops, prototipe yang disebut menggunakan kode nama ‘F171’ adalah calon supercar pertama Ferrari di era modern yang menggunakan mesin V6. Mesin kecil ini juga akan dipadukan dengan sistem hybrid untuk menjadi model mainstream pertamanya juga. Teknologi powertrain ini disebut akan diterapkan untuk model-model baru Ferrari ke depannya.

Di kelasnya, supercar Ferrari bermesin V6 ini akan menjadi rival bagi McLaren Artura, yang juga mengusung powertrain V6 hybrid. Pada spy shot yang beredar ini, sosok prototipe cukup mendekat wujud model produksi, yang tampak mengambil basis dari model yang ada di pasar saat ini. Jika disamakan, sosoknya tampak menggunakan basis SF90 Stradale.

Ferrari V6 Hybrid

Mulai dari lekukan moncong depan, bentuk lampu depan, posisi intake, spion samping, intake di belakang pintu sangat terlihat identik dengan SF90. Namun beberapa bagian body juga ada yang disamarkan agar tidak terlalu jelas, contohnya spoiler belakang. Ferrari juga tampak berusaha mengecoh pada fotografer, dengan memasang dua pipa knalpot palsu, yang sebenarnya mengapit knalpot asli di balik jala atau kisi-kisinya. Indikasi hibridisasi ditunjukkan oleh stiker peringatan warna kuning di dekat intake samping.

Mesin V6 yang akan digunakan kabarnya memiliki kapasitas 3.0 liter berikut induksi turbo ganda, yang dipadukan motor listrik pada sistem hybrid. Namun berbeda dengan SF90 yang menjadi supercar AWD, calon Ferrari Dino ini disebut hanyan menggunakan penggerak dua roda, yaitu roda belakang. Rumor beredar menyebut tenaga mesin V6 hybrid versi jalan raya ini akan mencapai 700 hp, mendekati F8.

Selain motor listrik, sistem hybrid juga akan dilengkapi oleh rangkaain baterai, yang sayangnya belum diketahui berapa kapasitasnya. Seperti SF90, supercar V6 hybrid ini akan bisa dikemudikan juga hanya dengan tenaga listrik. Jarak tempuh electric only konon akan sejauh sekitar 25 sampai 30 kilometer. Selain itu, motor listrik akan berfungsi juga untuk memadatkan torsi, anti-lag, dan power boost sementara dalam jangka waktu pendek.

Pengembangan powertrain ini disebut menjadi hal krusial bagi Ferrari, yang isunya akan diterapkan juga untuk calon SUV pertama mereka, yaitu Purosangue. Untuk model SUV nanti, Ferrari akan menggunakan platform Roma yang dimodifikasi. Tujuan diubahnya platform modular ini agar memungkinkan aplikasi mesin mulai dari V6, V8 dan sampai dengan V12. Bisa juga artinya masa depan mesin V12 Ferrari masih cukup aman.

Ferrari V6 Hybrid

“Mengelektifikasi sebuah V12 artinya menciptakan – yang sangat mungkin – sebuah mobil yang besar dan berat. Jadi elektrifikasi idealnya harus dipadukan dengan mesin lebih kecil,” jelas Enrico Galliera, Marketing Officer Ferrari soal Purosangue.

“Filosofinya adalah untuk mencoba agar siap dengan teknologi-teknologi berbeda dengan evolusi yang diperlukan. Itu sebabnya kami punya cakupan mesin yang luas: V12, V8, dan, di masa akan datang, V6.”

Debut supercar V6 Ferrari versi produksi diperkirakan akan menjelang akhir tahun ini. Dan mesin V6 pun akan kembali ke dalam line up produk Ferrari, sejak Dino 246 yang mengusung mesin V6 2.4 liter naturally aspirated, diproduksi antara 1969 – 1974 silam.
WAHYU HARIANTONO

Sumber: Carscoops

Artikel yang direkomendasikan untuk anda