Sosok Hypercar Misterius Bugatti Di Tes di Sirkuit

MOLSHEIM, Carvaganza.com – Selama lebih dari satu dekade terakhir, Bugatti dikenal sebagai pabrikan yang menetapkan rekor kecepatan tertinggi untuk sebuah mobil. Tampaknya, Bugatti tidak cukup puas dan ingin menancapkan namanya untuk mencetak rekor di atas sirkuit. Karena telah tertangkap kamera sesosok mobil Bugatti yang diyakini calon hypercar terbarunya.

Munculnya spyshot ini menyusul sebuah teaser resmi yang Bugatti lempar beberapa waktu lalu, yang menunjukkan sisi belakang bergaris ala huruf X. Sosok yang ada pada spyshot kali ini seolah mengonfirmasi teaser dari pabrikan asal Perancis itu.

Sejauh ini, Bugatti masih tutup rapat atau bungkam soal mobil yang dimaksud. Namun, sosok prototipe yang tertangkap kamera ini terlihat sedang diuji di Sirkuti Paul Ricard, Perancis. Seperti bagaimana prototipe pra-produksi umumnya, sosok hypercar ini ditutupi kamuflase seluruh body, untuk menutupi setidaknya sebagian dari desainnya.

Baca juga: Ronaldo Tambah Koleksi Bugatti Rayakan Gelar Juara Juventus

Arah desain berbeda dianut oleh sosok hypercar ini. Bila sebelumnya Bugatti cenderung membuat hypercar berdesain elegan dan ‘dewasa’ seperti Veyron dan Chiron, kali ini berbeda. Bugatti merancang hypercar baru ini dengan karkater sangat agresif, jauh Chiron. Kemungkinan besar, tidak dibangun dengan memakai platform dari Chiron.

Desain khas Bugatti bisa dilihat dari bentuk intake depan, yang dijuluki sebagai intake tapal kuda. Tampak juga terpasang logo Bugatti yang khas, tidak ditutupi apapun. Namun, garis body fascia depan dibuat sangat rendah dibanding Chiron, disertai sejumlah inlet udara yang berukuran cukup besar. Stance dan tampangnya seolah menandakan mobil ini siap melahap setiap tikungan di sirkuit dengan sangat kencang.

Baca juga: Bugatti Edisi One-Off Seharga Rp 35 Milyar Alami Rem Blong Saat Drag Racing

Di atas windshield yang lebar, terpasang sebuah air scoop yang besar layaknya mobil balap. Garis agresif di depan dilanjutkan ke bagian samping. Di fender depan, terdapat semacam sirip ramping untuk mengalirkan udara ke arah dua intake belakang, menuju fender belakang. Melihat ke belakang, terpasang sayap raksasa untuk menghasilkan downforce maksimal di roda belakang.

Agresifnya desain hypercar yang belum diketahui namanya ini, ditunjukkan oleh kombinasi bentuk knalpot, lampu belakang, dan diffuser. Sebelumnya kita bahas soal atap, yang mengadopsi sirip hiu ala mobil balap Le Mans di atas engine cover. Fascia belakang menggunakan knalpot yang posisinya tinggi, tepat di bawah sayap belakang. Lalu lampu berbentuk X dan satu lampu kecil di tengah bawah, mengingatkan pada mobil F1. Bentuk X pada buritan mengekspos ban belakang yang sangat lebar. Belum lagi diffuser besar yang terdiri dari lima sirip yang dominan.

Mengingat Bugatti bukan pabrikan dengan skala produksi besar, bisa dikatakan hypercar ini akan mengadopsi mesin W16 8,0 liter quad-turbo bawaan Chiron. Mesin bertenaga dasar 1.479 hp tersebut juga dipakai pada Divo, mobil track-focused yang berbasis Chiron.

Bukan Konsep Virtual

Melihat sosoknya yang sudah diuji di sirkuit nyata, berarti ini bukanlah sosok konsep virtual seperti yang pernah Bugatti buat melalui Vision Gran Turismo (VGT). Bahkan sosoknya tidak mirip sedikitpun dengan Bugatti VGT yang diluncurkan eksklusif untuk video game Gran Turismo, beberapa tahun lalu.

Dengan lahirnya Divo pada 2018 lalu, banyak yang mengklaim bahwa Divo adalah terjemahan VGT untuk versi nyata. Karena terdapat sejumlah kemiripan dan konsep desain yang diterapkan pada versi produksi Divo. Begitu juga untuk model yang sangat terbatas, yaitu La Voiture Noire yang hanya diproduksi satu unit di dunia, alias one-off.

Belum ada yang mengetahui apakah hypercar di Paul Ricard tersebut akan menajdi model one-off lainnya dari Bugatti. Atau bahkan justru akan menjadi mobil yang hanya untuk dipakai di sirkuit.

Bugatti Lirik Le Mans Lagi?

Sejumlah pabrikan di dunia belakangan ini mulai memasuki ranah hypercar yang dihuni oleh Bugatti salah satunya, seperti Toyota dan Peugeot. Alasannya adalah regulasi baru World Endurance Championship (WEC) yang akan mengganti kelas LMP1 ke mobil berbasis hypercar mulai 2021.

Bugatti Type 35


Untuk bisa masuk ke kelas ini, pabrikan diwajibkan memiliki hypercar produksi massal dalam jumlah tertentu, sebagai syarat homologasi. Toyota, Peugeot, dan Scuderia Cameron Glickenhaus sudah memastikan diri untuk ikut, sedangkan Aston Martin memutuskan mundur setelah sempat menyatakan akan bergabung juga.

Baca juga: November Depan, Nasib Bugatti Dan Lamborghini Lepas Dari VW Diputuskan

Apakah ini yang dituju oleh Bugatti melalui pengembangan hypercar balap ini? Apakah Bugatti berniat kembali ke balap ketahanan? Mungkin saja. Apalagi mengingat Bugatti pernah mengandalkan EB 110 sebagai basis mobil balap ketahanan. Pada tahun 1994 lalu, Bugatti pernah turunkan EB 110 LM untuk bersaing di Le Mans 24 Hours saat kelas GT1 diberlakukan. Begitu juga saat ikuti Daytona 24 Hours tahun 1996.

Nama Bugatti sendiri punya sejarah cukup panjang di dunia motorsport kelas premier. Nama Bugatti Type 35B menjadi ikon pada balap Grand Prix di era pra-Perang Dunia II. Sejumlah model produksinya juga sukses menjadi ikon di setiap eranya. Menarik untuk melihat nama Bugatti kembali ke dunia balap jika benar terjadi.

Sumber: Carscoops, G-E Supercars

https://youtu.be/2ZiTKr_ALjk

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda