November Depan, Nasib Bugatti Dan Lamborghini Lepas Dari VW Diputuskan

BERLIN, carvaganza.com – Berita tentang pabrikan Volkswagen (VW) bakal melepas brand-brand premium dari tangannya sudah beredar sejak pertengahan 2019 lalu. Brand yang bakal dilepas rencananya tiga yakni Bugatti, Ducati dan Lamborghini.

Waktu itu masih belum jelas kapan pelepasan itu bakal dipertimbangkan dan kapan bakal dilaksanakan. Kini, rencana itu akhirnya terkonfirmasi. VW bakal mengadakan meeting besar di bulan November depan untuk membicarakan pelepasan itu. Mengutip laporan dari ragam sumber, ketiga brand tersebut sudah fix bakal dijual. Kabarnya, salah satu calon yang potensial adalah Rimac dari Kroasia yang bakal menampung Bugatti.

Menurut laporan Reuters mengutip sejumlah sumber VW Group, penjualan dimaksudkan untuk meningkatkan skala ekonomi perusahaan agar nilai pasarnya naik menjadi 200 milyar euro (sekitar US$ 235 milyar) dari 78 milyar euro. Hal ini juga didorong oleh rencana regulasi emisi yang baru, di mana Uni Eropa mengusulkan pengurangan emisi karbon 50 persen pada 2030 mendatang.

Baca juga: Konsep SUV Listrik Lynk & Co Ini akan Tantang Tesla dan VW

Lamborghini Aventador S


Pada September lalu, Rimac sudah bersedia menampung Bugatti dengan imbalan kenaikan saham VW di pabrikan mobil listrik Kroasia tersebut. Apakah dengan cara menambah saham Porsche di Rimac atau seperti apa? Belum diketahui secara pasti. Pasalnya Porsche sudah mengantungi 15,5 persen saham Rimac.

Ketika ditanya Reuters, VW Group Chief Executive Herbert Diess menolak mengomentari masa depan per brand. Namun ia mengonfirmasi bahwa perusahaannya sedang mencari portfolio baru, terutama sehubungan perubahan yang terjadi dalam industri kendaraan bermotor dari mesin konvensional ke sistem elektrifikasi dan mobil otonom (self-driving car).

Menurut sumber-sumber pabrikan, selain menjual brand, cara lain yang bakal ditempuh adalah membuka melakukan kemitraan teknologi atau restrukturisasi perusahaan. Untuk mengamankan ketahanan perusahaan, VW sendiri sudah mengurangi anggaran untuk R&D teknologi fuel cell dan memokuskan pada teknologi mobilitas, salah satunya elektrifikasi kendaraan. Pabrikan juga mengubah arah fokus dari volume menjadi profit. Makanya berniat untuk melepas tiga brand premiumnya.

Baca juga: VW Tiguan Lewati Golf Sebagai Model Terlaris Volkswagen

Rimac Automobili


“Brand harus diukur berdasarkan parameter-parameter baru,” ujar Diess kepada Reuters. Menurutnya, parameter itu adalah elektrifikasi, konektivitas dan digitalisasi. Oleh karena itu, ujar Diess, kita harus mencari ruang baru yang memang memungkinkan secara bisnis dan setiap brand harus mencari tempatnya yang baru.

Herbert Diess sendiri pada awal 2020 pernah melontarkan pernyataan bahwa era kendaraan klasik sudah habis. Oleh karena itu, pabrikan mobil harus melakukan perubahan besar untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan.

“Kalau kita masih memakai speed yang sekarang, ke depannya akan kesulitan. Makanya harus melakukan perubahan agar ketahanan finansial perusahaan tidak lumpuh,” ujarnya.

EKA ZULKARNAIN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda