Sebelum Purosangue, Pernah Ada SUV Hasil Kawin Silang Ferrari dan Jeep

JAKARTA, Carvaganza – Salah satu pabrikan supercar yang melirik pasar SUV adalah Ferrari dengan akan meluncurkan Purosangue. Dalam catatan sejarah, ini adalah calon SUV pertama buatan Kuda Jingkrak dengan menggabungkan antara performa supercar dan kemampuan SUV di segala medan. Tapi tahukah Anda sebenarnya ide SUV Ferrari tersebut sebenarnya sudah pernah terbesit sejak 1960-an?

Ide tersebut datang dari seorang pengusaha kasino Amerika, Bill Harrah, yang menginginkan sebuah SUV dengan penggerak empat roda saat itu. Saat itu Bill memesan langsung pada Enzo Ferrari, namun sayangnya permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh sang pendiri Ferrari.

Tidak hilang akal, berkat kelebihan uang dan relasinya yang luas ia berhasil memboyong sebuah Ferrari 365 GT 1969 bekas kecelakaan akibat badai salju. Selain itu ia pun membeli sebuah Jeep Wagoneer 1969 terbaru yang ‘dikawinkan’ dengan Ferrari 365 GT, dan menghasilkan SUV supercar sesuai keinginannya. Bahkan saat itu ia memproduksi emblem eksklusif dengan nama Jerrari untuk kendaraan ciptaannya tersebut.

Jerrari Jeep Ferrari

Bill saat itu menanamkan mesin V12 4.4 liter yang dikawinkan dengan transmisi otomatis 3-percepatan dan sistem penggerak empat roda dari Jeep Wagoneer. Hasilnya, paket mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimal hingga 320 hp, cukup cepat untuk sebuah kendaraan di masa itu.

Tidak hanya itu, hasil “operasi” Ferrari dan Jeep itu menciptakan tampilan yang menarik yakni fascia depan yang kental akan nuansa Ferrari 365 GT. Sementara itu bagian belakangnya tetap orisinil dengan menggunakan bodi dari Jeep Wagoneer. Sebenarnya tampilannya tidak mencolok sebagai sebuah SUV melainkan gabungan sebuah supercar dengan mobil wagon. Tapi mesin dan performa yang bersembunyi di balik kap mesinnya membuat Bill Harrah puas saat itu. 

Bahkan sang pengusaha beberapa kali mengendarainya menuju ke tempat kerjanya. Menurut Bill, dengan menggunakan Jerrari dirinya tidak akan tampil mencolok di depan pengunjung kasinonya saat itu.

Jerrari Jeep Ferrari

Selepas dirinya meninggal pada 1978, Jerrari tersebut dikabarkan berpindah tangan dan pada 2008 lalu terdaftar di website jual beli eBay. Saat itu Jerrari kabarnya diboyong oleh seorang pembeli asal Jerman dan langsung dikirim ke sana. Dan saat ini unit Jerrari tersebut muncul lagi di kanal jual beli Classic Driver. Uniknya sang penjual membanderol dengan harga yang tergantung dari pilihan mesin yang diinginkan oleh pembelinya. Bisa dibayangkan jika kendaraan tersebut dikembalikan dengan menggunkan mesin V12 4.4 liter, pasti akan lebih menarik. 

Apalagi jika Anda membeli Jerrari dan membawanya ke acara perkumpulan Ferrari dan Jeep, dipastikan para konsumen tersebut akan bertanya-tanya mengenai struktur unik yang diciptakan oleh mendiang Bill Harrah.
ALVANDO NOYA / WH

Sumber: Motor1

Artikel yang direkomendasikan untuk anda