Beranda Updates Punya Mesin Common Rail Sejak 2011, Isuzu Siap Hadapi Euro4

Punya Mesin Common Rail Sejak 2011, Isuzu Siap Hadapi Euro4

JAKARTA, Carvaganza.com – Kebijakan standar Euro4 akan segera diaplikasikan di Indonesia. Pemerintah sudah menggaungkan standar Euro4 ini sejak 2017. Untuk kendaraan bermotor berbahan bakar bensin dimulai 7 Oktober 2018. Sementara peminum solar atau mesin diesel baru berlaku 7 April 2021. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai pemenang merek Isuzu mengatakan kesiapannya menyambut standar emisi tersebut.

Regulasi terkait emisi ini sudah disahkan melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau yang lebih dikenal dengan Standar Emisi Euro IV.

Indonesia termasuk yang telat memberlakukan hal ini. Beberapa negara di Eropa bahkan ASEAN seperti Singapura dan Thailand sudah memberlakukannya.

Isuzu siap menghadapi regulasi pemerintah itu. Karena kami telah memiliki mesin yang mendukung Euro4 sejak 2011,” ucap General Manager Product Development PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Tonton Eko di acara Bincang Pintar Kemenhub, Kemenperin, Media dan Isuzu di Jakarta Jakarta, Senin (3/2/2020).

Tonton mengatakan teknologi yang dimaksud adalah mesin common rail. Spesifikasi itu kompatibel untuk mencapai standar emisi gas buang Euro4. Namun, ia mengatakan mesin ini tetap perlu mendapatkan penambahan dua komponen yaitu Exhaust Gas Recirculation (EGR) dan Diesel Oxidation Catalyst (DOC).

Kesiapan Bahan Bakar

EGR berfungsi mengurangi kadar nitrogen oksida (NOx) di gas pembuangan. Komponen ini berfungsi menyedot kembali gas hasil pembakaran, kemudian didinginkan dan dibakar kembali di dalam ruang silinder. Sementara DOC menjadi garda terakhir untuk menyaring NOx yang tersisa, bersama particulate matter (PM), sebelum akhirnya gas pembuangan dilepas keluar.

Tonton mengatakan kesiapan pabrikan ini harus diimbangi dengan penyediaan bahan bakar yang sesuai oleh pemerintah. Mesin dengan teknologi common rail membutuhkan bahan bakar dengan kadar Cetana di level mininum 51. Kemudian kandungan sulfur tidak lebih dari 50 ppm, dan air dibatasi maksimal 200 ppm.

Ia mengatakan program B30, atau campuran biodiesel 30 persen dengan solar 70 persen yang juga digalakkan pemerintah dinilai sesuai. Lantaran kandungan sulfurnya diklaim rendah. Bahkan berada di bawah batas ambang Euro4.

Material ini merupakan musuh terbesar dari EHR dan DOC, karena menyebabkan kerusakan. Selain itu, sulfur yang tinggi juga membuat ruang silinder berkarat, lantaran ketika terkondensasi menciptakan H2SO4. Karena sifatnya yang keras, ia yang membuat karat muncul. Tentu ini akan merusak mesin.

“Dampak sulfur itu lebih kepada kendaraannya. Memang juga ke lingkungan. Tapi kendaraan bisa rusak karenanya,” jelas Putu Juli Ardika, MA, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian.

Selain kesiapan produk, Isuzu Indonesia memastikan layanan purnajual memadai untuk menangani mesin berstandar Euro4. “Isuzu Indonesia sangat tangguh menghadapi tantangan dimasa depan baik dengan product unggulan Isuzu, service dan feature- feature yang dikembangkan terus oleh Isuzu Indonesia,” tambah Tonton.

Produsen kendaraan komersial ini pun meyakinkan, saat pelaksanaan regulasi Euro4 pada 7 April 2021, pihaknya telah siap memproduksi 100 persen kendaraan berstandar itu.

Di Indonesia, saat ini Isuzu memiliki rangkaian line-up cukup lengkap. Mulai dari penumpang seperti D-max, Panther, dan MU-X, kemudian komersial yang diisi ELF, GIGA, C-Series, dan Pickup.

MUHAMMAD HAFID | RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto