Ogah Pakai Mesin Sigra, Toyota Raize dan Daihatsu Rocky Pilih Mesin Berbeda

JAKARTA, Carvaganza - Toyota Raize dan Daihatsu Rocky meluncur di Indonesia, 30 April 2021. Kalau melihat data spesifikasi dari produk global. Kedua merek menggunakan mesin sama, yakni jantung mekanis 1,0 liter turbo. Namun ada yang spesial bagi market sini. Pabrikan membawa varian mesin 1,2 liter naturally aspirated. Banyak khalayak mengira, ia menggunakan mesin dari Daihatsu Sigra, berkonfigurasi 4-silinder. Ternyata sesuai prediksi kami, mesin keduanya berbeda.

Mesin non-turbo berkapasitas 1,2 liter milik Raize dan Rocky benar-benar baru dan belum pernah digunakan di lini produk lain di Indonesia. Mesin 3-silinder itu sanggup menghasilkan tenaga sampai 88 PS pada 6.000 rpm dan momen puntir maksimal diraih 113 Nm di 4.500 rpm. Opsi penyaluran energi kinetik melalui D-CVT atau Dual mode Continuously Variable Transmission. Ada pula girboks manual 5-percepatan.

Daihatsu Rocky

Jika varian itu dirasa kurang bertenaga. Pabrikan menawarkan Raize dan Rocky dengan mekanikal pacu 1KR-VET berkonfigurasi 1,0 liter tiga silinder segaris, 12 valve. Berjenis DOHC plus dorongan turbo. Mesin menenggak bensin dengan sistem penyemprotan injeksi ke ruang bakar. Tenaga dihasilkan mencapai 98 PS pada 6.000 rpm. Kemudian torsi puncak 140 Nm, tersedia mulai dari 2.400 hingga 4.000 rpm. Seluruh enjin mengantongi sertifikat Euro 4.

Nah, penggunaan transmisi D-CVT merupakan pertama kali di kendaraan Toyota. Penyaluran ini menambahkan gigi terpisah di penggerak sabuk CVT yang ada. Lalu menggunakan penggerak sabuk dan roda gigi pada kecepatan tinggi guna meningkatkan efisiensi transmisi. Rentang rasio roda gigi juga telah diperluas untuk memberikan akselerasi bertenaga juga mulus pada kecepatan rendah. Turut diklaim pula memberi efisiensi bahan bakar serta kesenyapan di kecepatan tinggi.

Toyota Raize

Kalau di Jepang, output itu disalurkan ke roda depan (FWD) atau keempat roda (4WD). Khusus bagi pasar Indonesia, hanya tersedia FWD saja. Mengacu dari data global, penggerak depan dapat mencapai 18,6 km/liter dalam siklus tes WLTC. Sementara model penggerak semua roda mencapai 17,4 km/liter. Terbilang irit di kelasnya. Kediuanya pun begitu digandrungi di Jepang. Ada sejumlah poin utama yang melambungkan popularitas.

Ia merupakan kompak SUV dengan gaya kontemporer. Toyota Raize memiliki panjang 3.995 mm, lebar 1.695 mm, tinggi 1.620 mm, jarak sumbu roda 2.525 mm dan ground clearance 185 mm. Sementara Daihatsu Rocky punya dimensi mirip. Ukurannya ringkas, sangat cocok bagi mobilitas kaum urban. Menurut Toyota, ruang bagasi Raize luas dan punya penyimpanan utilitas baik. SUV kompak ini menawarkan kapasitas bagasi 369 liter. Kursi belakang juga dapat dilipat agar menambah ruang kargo. Sehingga memungkinkan barang bawaan besar atau panjang untuk dimuat. Selain itu, turut dibilang, bisa menghasilkan ruang interior sangat nyaman.

Toyota Raize vs Daihatsu Rocky

Untuk sistem redaman, Raize – Rocky pakai Struts MacPherson sebagai suspensi depan. Sedangkan Torsion Beams digunakan guna penyangga roda belakang. Racikan in telah dikembangkan dengan formulasi baru. Bentuknya dioptimalkan, pengurangan bobot dan posisi sudut penopang diperbarui. Klaim pabrikan, rekayasa ini memberikan pengendaraan stabil dengan minimal guncangan. Bahkan cepat menetralkan getaran atau benturan apapun dari permukaan jalan dilindas.

Varian tertinggi (Raize GR Sport) mengantongi teknologi keselamatan mutakhir. Ia dilengkapi fitur keselamatan Smart Assist terbaru. Termasuk Crash Avoidance Braking Function, yang mampu mendeteksi kendaraan dan pejalan kaki. Kemudian Erroneous Start Prevention Function with braking control. Berfungsi sebagai pencegahan kesalahan menekan pedal gas dan rem, maju serta mundur. Tersedia pula Adaptive Cruise Control dengan All Speed Tracking. Anda bisa melesat sendiri, tanpa injak pedal dan bisa menjaga jarak dengan kendaraan di depannya. Lanjut ada Rear Cross Traffic Allert, Blind Spot Monitoring, Lane Departure Assist with Steering Assist, plus 6 airbags.

Toyota Raize vs Daihatsu Rocky

Saat visual keduanya dipandang, saling mencirikan masing-masing merek. Raize mengenakan grille trapesium besar disemprot cat hitam. Sudut kedua sisi mengotak, berpadu tonjolan bumper depan. Fog lamp bulat ditemani lampu strip LED di atasnya. Dalam gambar bocoran, semua fender dilapis plastik gelap, sambung dengan side skrit di seluruh tubuh. Sementara Rocky menggunakan kisi-kisi segi enam di atas.

Impresi sosok crossover begitu kuat. Penerapan spion dan atap mengambang serbahitam diberikan, demi mendapat karakter menonjol. Di bawahnya, pelek dual tone lima palang dipasang mempermanis tampilan. Daihatsu Rocky mengusung pelek alloy 17 inci dibalut ban 195/60 R17. Setidaknya Raize punya kemiripan ukuran. Peralatan interior dapat mencakup sisipan aksen perak, monitor layar sentuh mengambang dan ventilasi AC trapesium. Kedua produk diproduksi secara lokal di fasilitas milik Astra Daihatsu Motor di Karawang, Jawa Barat.

Adapun tingkat local purchase (pembelian lokal komponen) mencapai 70 persen. Sehingga mereka juga mendapat potongan PPnBM dari pemerintah. Korelasinya lagi, dengan besaran harga jual on the road Jakarta bisa semakin murah. Untuk banderol, diprediksi sekitar Rp 200 jutaan. Untuk detail info dan data komparasi, tunggu peluncurannya tak lama lagi! ANJAR LEKSANA / RS

Artikel yang direkomendasikan untuk anda