Beranda Updates Nyetir di Musim Hujan, Awas Bahaya Aquaplaning

Nyetir di Musim Hujan, Awas Bahaya Aquaplaning

JAKARTA, 2 Januari 2019 – Musim hujan dengan intensitas tinggi menandai datangnya tahun baru 2020, untuk beberapa wilayah di Indonesia termasuk Jakarta. Berbagai hal perlu dipersiapkan dan diperhatikan saat berkendara, terutama saat hujan turun.

Salah satu yang sangat penting diperhatikan untuk diantisipasi adalah gejala aquaplaning, yang dapat berakibat fatal di jalan raya. Gejala ini sangat berpotensi terjadi saat berkendara melintasi jalanan yang terdapat genangan karena berbagai faktor.

Apa itu Aquaplanning? Aquaplaning adalah kondisi ban mobil yang kehilangan penapakan (traksi) pada permukaan jalan saat melintasi genangan air di permukaan jalan. Tidak perlu genangan yang tinggi untuk menyebabkan aquaplaning ini, karena dapat sewaktu-waktu terjadi saat ada lapisan pemisah antara permukaan jalan dengan ban mobil, walaupun sesaat.

Apapun kondisinya, ban idealnya selalu menapak pada permukaan jalan untuk memastikan mobil dapat dikendalikan setiap waktu. Akselerasi, pengereman dan manuver berbelok tidak akan efektif saat ban mengalami aquaplaning.

Periksa Ban Mobil

Saat melaju dengan kecepatan tertentu, sebagian air yang tidak sempat dipindahkan oleh alur yang dibentuk oleh telapak ban akan tetap tertahan di bawah ban sehingga membentuk lapisan tipis. Kondisi itu cukup untuk menahan telapak ban mobil untuk tidak menyentuh permukaan jalan, berakibat kehilangan traksi.

Dengan hilangnya traksi, akan sangat mudah mengakibatkan hilangnya kendali dan tergelincir. Nyaris mustahil untuk bisa mengendalikan laju mobil saat aquaplaning, apalagi kalau ternyata alur telapak ban sudah tipis.

Untuk mencegah dan menghindari aquaplaning, alangkah lebih baik jika memeriksa kondisi ban yang dipakai pada mobil. Kalau ternyata alur telapak ban sudah mulai tipis, lebih baik segera ganti dengan ban baru untuk traksi optimal demi keselamatan.

Jangan Agresif

Begitu juga saat mengemudi, jalankan kendaraan Anda secara perlahan dengan kecepatan konstan. Hindari mengemudi dengan kecepatan tinggi dan melakukan manuver agresif dan tiba-tiba kalau tidak diperlukan.

Lalu apa yang harus dilakukan saat mengalami aquaplaning?

Jangan panik! Hindari akselerasi atau pengereman secara spontan, lalu ikuti arah kemudi dengan arah pergerakan mobil mendapat traksi kembali. Kurangi kecepatan mobil secara bertahap, untuk menghindari kembali terjadinya aquaplaning.

Berikut contoh gejala dan demonstrasi aquaplaning:

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto