Mobil Konsep Peugeot Gambaran Masa Depan Mobilitas

JAKARTA, Carvaganza -- Peugeot menghebohkan gelaran Geneva Motor Show 2017. Mereka melansir mobil konsep unik yang diberi nama Instinct. Mobil ini langsung menarik perhatian karena memiliki body berwarna biru. Tak hanya kelirnya, desain mobil ini juga mengundang pujian. Pintu belakang dibuat model suicide, fender sculptural, lampu depan yang menggoda dan lampu model LED pada fasia belakang.

Seperti juga pabrikan raksasa dunia lainnya, Peugeot juga tak mau ketinggalan dalam mengembangkan mobil konsep. Pabrikan asal Prancis itu punya beberapa model konsep yang menarik. Setidaknya ada 8 mobil konsep yang tengah digarap Peugeot; Fractal, Quartz, Exalt, Onyx, HX1, Boxer 4x4, Instinct dan e-Legend. Dua nama terakhir mendapat banyak pujian.

Seperti apa Peugeot menggarap mobil konsepnya?

Peugeot Instinct


Mobil konsep adalah purwarupa mobil yang dibuat untuk memamerkan gagasan-gagasan baru dalam hal model, teknologi, dan lain sebagainya. Bagi Peugeot, mobil konsep bukan sekedar sebuah gambaran tanpa visi. Mobil konsep yang dikreasi Peugeot menjadi gambaran menatap masa depan dari segi desain dan teknologi secara long term. Bedanya, Peugeot selalu mengembangkan mobil konsepnya, dapat dikendarai secara nyata.

Dengan sejarah lebih dari 210 tahun, Peugeot selalu mencari inspirasi mengenai gambaran masa depan. Pabrikan ini mengembangkan sisi kreatif namun tetap DNA berkarakter dari brand Peugeot itu sendiri. Inspirasi didapatkan dari berbagai sumber seperti arsitektur, fashion, arts, dan berbagai hal lainnya.

Tujuannya, untuk mendapatkan berbagai inspirasi yang dapat diaplikasikan pada dunia mobilitas. Dari inspirasi tersebut, Departemen Desain Peugeot langsung membuat konsep bentuk kendaraan tersebut dengan menggunakan model 3D. Desain ini lengkap dengan berbagai detail dengan model dengan skala 1:1. Deskripsi ini untuk melihat terjemahan dari konsep yang telah para desainer Peugeot tersebut hasilkan.

Setelah itu, kolaborasi pun terjadi. Proyek mobil konsep ini menjadi sesuatu hal yang mengitegrasikan pemain-pemain kunci dari berbagai unit di dalam bisnis Peugeot. Mulai dari tim Desain, tim Research & Development, tim Komunikasi, hingga tim Marketing. Mereka saling menyempurnakan rancangan mobil konsep tersebut dari berbagai sisi.

Peugeot Fractal

Peugeot e-Legend


Setelah Instinct, Peugeot kembali membawa mobil konsep yang menarik pada Paris Motor Show 2018, yang dinamakan e-Legend. Mobil ini memiliki desain bodi retro, basisnya dari Peugeot 504 Coupe, yang diproduksi dari tahun 1960 sampai 1980-an. Mobil ini memiliki ciri yang hampir mirip dengan nenek moyangnya. Terlihat dari lekukan depan yang terlihat maskulin, dan lampu LED tipis membentuk 4 kotak, terlihat familiar dengan desain 504 Coupe era 1970-an.

Dari sisi samping, mobil ini juga memiliki aura yang sama dengan bagian depan. Lekukan bodi masih kental dengan kesan retro, ditambah pelek 19 inci dengan desain futuristis, dibalut ban Michelin. Bagian belakang juga berhasil dibuat oleh Peugeot dengan apik. Desain stop lamp mengandung desain 3 garis dari pendahulunya, yang diberi sentuhan modern menggunakan lampu LED. Mempercantik tampilan belakang, merek Peugoet dibuat menyala.

Gilles Vidal, Direktur Desain Peugeot mengatakan e-Legend merupakan gabungan antara tradisi dengan teknologi otomotif mutakhir. Dengan kendaraan ini, Peugeot menunjukkan bahwa teknologi ultra-modern sangat cocok dengan atribut desain mobil yang sangat menarik. Garis coupe body sengaja dipilih untuk meningkatkan sensasi berkendara; itu fitur isyarat gaya ultra-kontemporer dikombinasikan dengan volume dan proporsi yang benar-benar realistis, pragmatis.



Di bagian kabin, e-Legend akan mengusung teknologi otonomous, yang disebut Peugeot sebagai i-Cockpit. Dimana fitur ini memungkinkan pengendara melakukan hal lain selagi berkendara. Ada 2 mode berkendara saat Self Driving Mode dan 2 mode berkendara manual.

Saat mode self driving, interior e-Legend terkonfigurasi melalui sistem drive by wire secara otomatis. Pada mode ini, interior akan berubah. Setir tersimpan ke bawah dan layar sebesar 49 inci akan keluar. Layar ini punya banyak fungsi yang digunakan. Penumpang dapat melakukan aktivitas seperti main game atau menonton film.

Peugeot juga bekerjasama dengan SoundHound Inc. untuk melakukan perintah suara. Hanya dengan 1 kalimat, mobil ini dapat mengubah mode berkendara, mendengarkan daftar lagu dan bahkan membuka atau menutup pintu. Sistem ini memahami 17 bahasa dari berbagai negara. Peugeot bekerjasama dengan speaker Focal untuk menghasilkan suara yang berkualitas tinggi.



Lanjut ke interior, jok biru dengan model dan desain jahitan garis-garis khas mobil 1970-80 an masih diterapkan. Peugeot juga bekerja sama dengan Hervet Manufacturier untuk membuat panel kayu, menggunakan kayu Ebony atau Rosewood.

Sumber tenaganya, E-Legend adalah mobil listrik murni. Menggunakan baterai 100 kWh, mesin menghasilkan torsi sebesar 800 Nm dan tenaga 340 dk yang didistribusikan ke empat roda.

Hasil power yang sebesar itu, dapat mencapai 0-100 kpj dalam waktu kurang dari 4 detik, dan kecepatan maksimum mencapai 220 kpj. Setelah baterai diisi penuh, mobil ini mampu menjangkau kurang lebih 600 km sesuai dengan standar WLTP. e-Legend punya fitur pengisian daya cepat. Jadi hanya dengan 25 menit pengisian, mobil ini dapat menjangkau sejauh 500 km.

RAJU FEBRIAN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda