Lamborghini Jalpa, Supercar Terlupakan Dijagat Mobil Klasik

JAKARTA, Carvaganza – Pada tahun 1980-an, orang mungkin hanya mendengar Countach sebagai satu-satunya mobil Lamborghini yang diproduksi di dalam periode itu. Soalnya, kebanyakan orang fokus pada Lambo bermesin V12. Mereka lupa pada Lambo lainnya bertenaga V8 dengan bodi yang lebih besar dan harga yang lebih mahal.

Padahal di era itu, Lamborghini memproduksi Urraco dan Silhouette dan bahkan yang lebih langka, Lambo Jalpa. Supercar Jalpa diproduksi tahun 1981 sampai 1988 dan dikenal menjadi Lambo entry level sampai kedatangan Gallardo di awal 2000-an.

Dari body style, Jalpa rancangan Bertone ini merupakan evolusi dari Silhouette pertama. Mengombinasikan desain mesin tengah melintang yang menjadi ciri khas Silhouette dan profilnya bersudut tajam. Tak seperti Countach, Jalpa mengadopsi model atap targa karena Countach resminya dari pabrikan tidak mengadopsi atap potong.

Mid-engine yang dibenamkan di Jalpa bukan dari Silhouette, melainkan mesin baru. V8 DOHC 3.5 liter karburator. Menghasilkan tenaga 255 hp dan torsi puncak 305 Nm, tergolong lumayan untuk era waktu itu dan sebanding dengan Ferrari 308. Diintegrasikan dengan transmisi manual 5 percepatan dan kemampuan sprint 0 – 100 km/jam dalam waktu sekitar 6 detik dan top speed 250 km/jam.

Baca juga: Lamborghini Urus Punya Beberapa Fakta Menarik Ini!



Saat itu, kalau dibandingkan dengan Ferrari, Lambo belum ada apa-apanya. Masih pemain supercar kecil di dunia otomotif.  Apalagi total produksi Jalpa hanya 410 unit, jadi populasinya tak banyak. Seiring berjalannya waktu, penjualan Jalpa turun tajam sehingga pabrikan berlambang Banteng ini harus menghentikan produksinya tahun 1988. Posisi Jalpa sebagai entry level digantikan oleh Gallardo sebagai Lambo V8 terakhir yang bertahan sampai kedatangan SUV Urus.

Pada waktu Jalpa dihentikan produksinya, pasar supercar sedang mengalami kejenuhan.  Jadi ketika Jalpa dinon-aktif orang tak perduli. Supercar itu kurang menyandang nama besar, dan nama Lambo masih kalah jauh dari Ferrari. Saking jarangnya, Jalpa langka terlihat di jalan raya di jaman itu.

Kenapa Jalpa dilupakan orang?


Jalpa memang kurang populer di kalangan kolektor sehingga populasinya akan terus menyusut. Ia akan berakhir terlantar dan terbengkelai di dalam gudang menjadi besi tua atau bangkai. Karena jarang sekali orang yang mau mengoleksinya sebagai Lambo vintage.

Ia sebetulnya punya desain sporty di masanya, tapi kalau ‘dipelihara’ biayanya sangat mahal. Performa dan experience yang ditawarkan tak sebanding dengan perawatan yang ribet dan bikin repot.

Jadi kalau ada yang mengoleksi, orang itu pasti betul-betul punya feeling devout pada Jalpa atau Lambo. Harganya memang lebih murah dibandingkan Countach, tapi orang banyak yang mikir berkali-kali untuk menjadikan supercar tersebut sebagai Lambo vintage. Mereka mendingan mengalihkan uangnya untuk beli Diablo atau pun Countach.

Baca juga: Tutup Tahun, Lamborghini SC20 Hadir Sebagai Senjata Track-Day Hardcore

Tapi kalau tetap ingin memiliki Jalpa karena dianggap bisa dijadikan alternatif karena tak bisa ‘melihara’ Countach dan karena tak banyak Lambo bermesin V8, siap-siap saja itu mobil akan lebih banyak menginap di bengkel daripada menjelajah jalan raya.



Sumber: motortrend.com

EKA ZULKARNAIN

 

Artikel yang direkomendasikan untuk anda