Mercedes-Benz CLA Shooting Brake Generasi ke-3 Debut Sebagai EV, Sanggup Tempuh 761 KM
Dimensi lebih lega untuk kepraktisan lebih baik, versi bensin akan menyusul.
STUTTGART, Carvaganza - Mercedes-Benz akhirnya resmi melengkapi generasi terkini CLA dengan memperkenalkan versi Shooting Brake. Dalam Sejarah Mercedes, ini pertama kalinya shooting brake atau estate dibuat dalam versi listrik murni (EV). Model ini menjadi versi lebih lapang dari CLA Coupé dan akan disusul oleh varian mild hybrid tahun depan.
KEY TAKEAWAYS
Apa keunggulan utama dari CLA Shooting Brake EV?
Beberapa keunggulannya adalah jangkauan hingga 761 km, sistem pengisian cepat 320 kW, kabin luas, dan atap panoramik dengan pencahayaan interaktif.Varian apa saja yang tersedia untuk versi listrik?
Dua varian telah diumumkan, yaitu CLA 250+ dan CLA 350 4MATIC, keduanya menggunakan baterai 85 kWh dengan perbedaan performa dan akselerasi.Sementara sebagian besar pabrikan otomotif saat ini menggabungkan teknologi mesin bensin dan listrik dalam satu platform, Mercedes meluncurkan CLA generasi terbaru dalam dua opsi, yakni mesin pembakaran internal (ICE) dan EV. Setelah versi sedan hadir lebih dahulu, kini giliran CLA Shooting Brake melengkapi lini produk dan mencuri perhatian.
Desain CLA Shooting Brake generasi pertama dikenal sebagai salah satu model paling menarik di lini Mercedes. Namun versi terbarunya langsung dinilai kurang menggugah secara visual, meski tetap terlihat lebih proporsional dibandingkan generasi kedua yang sempat menuai kritik.
Foto: Mercedes-Benz
Dimensi Baru dan Kabin Lebih Lega
Ubahan mulai terlihat dari bagian pilar-B ke belakang. Atap diperpanjang dan kini dilengkapi atap kaca panoramik yang membentang penuh. Di bagian belakang, lampu belakang LED kini terhubung oleh light bar horizontal mengikuti gaya Mercedes terkini. Perubahan desain ini turut meningkatkan headroom di baris kedua sebesar 26 mm dan kapasitas bagasi hingga 1.290 liter saat kursi dilipat.
Baca Juga: OTO Golf Tournament 2025 Kembali Digelar, Hadiah Mewah dan Antusiasme Peserta Tinggi
Jika dibandingkan generasi sebelumnya, dimensi CLA Shooting Brake lebih panjang 35 mm, lebih lebar 25 mm, dan lebih tinggi 27 mm, serta memiliki wheelbase 61 mm lebih panjang. Sama seperti pendahulunya, mobil ini mampu menarik beban hingga 1.800 kg, meskipun penggunaan fitur towing ini kemungkinan jarang digunakan oleh konsumen.
Soal tampilan, kesamaan paling terlihat dibanding versi sedan atau coupe 4 pintu adalah gugusan Star Pattern atau logo Mercedes yang melimpah. Bisa ditemui di grafis DRL lampu depan, lampu belakang, dan panel grille depan. Seakan orang akan sulit mengenali kalau CLA ini adalah model Mercedes.
Kapasitas bagasi CLA Shooting BrakeFoto: Mercedes-Benz
Atap Panoramik Canggih
Salah satu fitur yang dibanggakan Mercedes adalah atap kaca panoramik yang dibuat dari kaca pengaman tahan panas dengan lapisan pelindung inframerah dan emisi rendah di bagian dalamnya. Menariknya, terdapat 158 motif bintang kecil yang dapat menyala seiring sistem ambient lighting di kabin. Konsumen juga bisa memilih fitur electrochromic, yang memungkinkan atap kaca berubah dari transparan ke buram sesuai kebutuhan.
Fitur atap kaca electrochromic bukan hal baru di segmen kendaraan premium. Sebelumnya sudah bisa kita jumpai di Porsche Taycan dan Ferrari Purosangue.
Utamakan Versi EV
Mercedes-Benz baru merilis detail untuk dua varian listrik CLA Shooting Brake, sementara versi mild-hybrid bertenaga bensin baru akan hadir pada tahun depan. Model dasar adalah CLA 250+ EQ, sedangkan di atasnya ada CLA 350 4MATIC.
Kedua varian menggunakan baterai NMC 85 kWh (nikel-mangan-kobalt). CLA 250+ memiliki tenaga 268 hp dan torsi 335 Nm, sedangkan CLA 350 lebih buas dengan 349 hp dan torsi 515 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam tercapai dalam 6,8 detik untuk CLA 250+ dan 5,0 detik untuk CLA 350. Kecepatan maksimum keduanya dibatasi pada 210 km/jam.
Layout dashboard dipenuhi layarFoto: Mercedes-Benz
Yang lebih penting, jangkauan atau driving range menjadi nilai jual utama. CLA 250+ mampu menjelajah hingga 761 km, sementara CLA 350 mencapai 730 km (berdasarkan uji WLTP). Keduanya mendukung pengisian cepat DC hingga 320 kW, yang bisa menambah jangkauan hingga 310 km hanya dalam 10 menit.
Interior Didominasi Layar
Bagian dalam CLA Shooting Brake ini sangat identik dengan versi sedannya. Banyak menyayangkan desain dashboard yang dianggap kurang menarik, didominasi satu bidang datar yang dapat memuat hingga tiga layar digital jika konsumen memilih fitur MBUX Superscreen. Walaupun tidak semua menyukai desain ini, tren layar besar tampaknya masih menjadi prioritas di segmen premium.
Mercedes belum mengumumkan harga resmi maupun tanggal peluncuran pasti. Namun, model ini diperkirakan akan mulai beredar dan bisa dipesan di dealer sebelum akhir 2025.
(WAHYU HARIANTONO)
Baca Juga:
Rolls-Royce Phantom Dentelle Dibuat Eksklusif 1 Unit, Terinspirasi Renda Adibusana
Honda Buka Software Studio di Osaka, Fokus Kembangkan Teknologi SDV dan ADAS
GAC Aion Ekspansi Dealer ke Jogja, Lengkap Sediakan Fasilitas 3S
Pelajari lebih lanjut tentang Mercedes Benz CLA-Class
Mobil Mercedes Benz Lainnya
Mercedes Benz CLA-Class Promos, DP & Monthly Installment
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Mercedes Benz Pilihan
- Latest
- Popular
Pilihan mobil untuk Anda
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature