Beranda Updates Kesiapan Indonesia untuk Mobil Listrik dan Hybrid di Mata Pabrikan

Kesiapan Indonesia untuk Mobil Listrik dan Hybrid di Mata Pabrikan

JAKARTA, 24 April 2018 – Salah satu lompatan besar yang dibawa oleh Dyandra Promosindo dalam menyelenggarakan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, adalah dengan menggelar Festival Kendaraan Listrik IIMS 2018. Aktivitas tersebut menyambut langkah pabrikan besar di Indonesia yang sedang mencoba kembangkan tren kendaraan listrik.

Pabrikan yang membawa produk berteknologi penggerak listrik untuk festival ini adalah BMW, Mitsubishi Motors, dan Mercedes-Benz. Pada kesempatan ini, Mercedes-Benz menyediakan beberapa unit Mercedes-Benz E350e plug-in hybrid untuk bisa dicoba langsung oleh pengunjung IIMS 2018.

Namun, dengan hadirnya aktivitas khusus kendaraan listrik di IIMS 2018, apakah tandanya Indonesia sudah siap untuk menghadapi peralihan tren dari pemakaian bahan bakar fosil atau konvensional ke teknologi mobilitas bertenaga listrik atau hybrid?

Pihak PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBI) menganggap masih perlu beberapa hal yang harus dicapai untuk bisa mewujudkan tren kendaraan listrik di Tanah Air. Di IIMS 2018 sendiri, Mercedes-Benz memperkenalkan EQ Power yang adalah sub-brand mereka khusus kendaraan bertenaga listrik.

“Untuk indonesia sendiri nanti rencana kami akan perkenalkan mulai dari E-Class terlebih dahulu, disusul secara bertahap dengan varian yang lain, begitu jadi ini nanti yang kita bawa E 350 e hybrid,” kata Kariyanto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales Operations & Product Management MBI, saat pembukaan IIMS 2018, Kamis (19/4/2018).

“Dijualnya sebenarnya begini, secara produk kami semua sudah siap, tapi kembali untuk jual harus ada harga, untuk setting harga kami harus menunggu keputusan pemerintah ya mengenai skema subsidi untuk kendaraan listrik itu seperti apa.”

Tanpa skema pajak dan kebijakan khusus untuk kendaraan listrik dari pemerintah, menurut Kariyanto harga E350e plug-in hybrid jika dipasarkan saat ini bisa mencapai Rp 1,8 miliar yang menurut mereka terlalu mahal. Karena itu, meski sudah siap, MBI saat ini belum merilis mobil tersebut ke pasar Indonesia.

Kesiapan Infrastruktur

Tidak hanya kesiapan produk untuk dijual di Indonesia, menurut Kariyanto juga untuk memasarkan kendaraan listrik masih dibutuhkan ketersediaan infrastruktur pendukung yang layak setidaknya di dalam perkotaan.

Meski nantinya pabrikan sediakan fasilitas dan fitur pendukung dalam kepemilikan kendaraan listrik untuk konsumen, keterlibatan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur pendukung tetap dibutuhkan demi menciptakan rasa nyaman kepada masyarakat untuk mobilitasnya dengan kendaraan listrik.

“Nah itu juga tantangan mengenai infrastruktur kendaraan listrik atau hybrid karena nanti untuk charging station-nya seperti apa dan sebagainya, tapi pengetahuan kami selama ini sudah banyak persiapan yang dilakukan baik dari pemerintah maupun pihak swasta mengenai charging station tersebut,” lanjut pria yang akrab disapa Karry itu.

Karena ada beberapa juga perusahaan dari luar negeri yang ingin mengembangkan charging station di sini, kami juga sudah ketemu juga beberapa pihak yang menyatakan misalnya untuk charging station di pusat-pusat perbelanjaan, di perkantoran begitu kan.”

Untuk MBI sendiri, dikatakan Kariyanto akan melakukan sejumlah persiapan sebelum memasarkan kendaraan listriknya di Indonesia seperti memberikan training khusus baik kepada para teknisi maupun jaringan dealer dan bengkel resminya.

Sementara competitor utama MBI, BMW Group Indonesia telah lebih dulu memasarkan mobil listrik dengan i8 sejak 2016. Dan saat ini BMW telah memiliki dua unit dealer dan bengkel khusus untuk model BMW i.

Dalam area tes mobil listrik juga terdapat BMW i8 dalam Garasi Cerdas. Garasi Cerdas menggambarkan BMW i8 terpasang dengan unit pengisian ulang baterai menggunakan panel surya bersertifikat ISO 9001, ISO 14001, OHSAS18001, CE, IEC dan CSA. Konsep Garasi Cerdas ini pun bisa diaplikasikan pada rumah-rumah di Indonesia untuk para pemilik mobil listrik.

Merek lain yang juga mengikuti Electric Car Festival di IIMS 2018 ialah Mitsubishi Outlander PHEV (Mitsubishi Innovative Electric Vehicle) dan hatchback listrik Mitsubishi i-MiEV (Mitsubishi innovative Electric Vehicle).

Yang tak kalah membanggakan adalah hadirnya mobil listrik karya anak bangsa dari mahasiswa Tanah Air yang ambil bagian dalam festival ini dengan menyediakan empat unit mobil listrik.

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Histori Lini SUV Mercedes-Benz, Sempat Telat Mengikuti Tren

Sederet model SUV disuguhkan Mercedes-Benz. Tentu tujuannya memenuhi bermacam kebutuhan pasar. Mulai dari entry level sampai paling mewah. Membuatnya dapat diterima berbagai kalangan. Di...

Daihatsu Ayla Makin Seru, Punya Tampilan Baru

JAKARTA, carvaganza.com – Kalau Anda sekarang ini sedang memilih-milih mobil LCGC yang pas, mungkin Daihatsu Ayla bisa dijadikan bahan pertimbangan. Tampilan city car Ayla...

Menebak Harga Honda CR-V Facelift di Indonesia Jelang Peluncuran

JAKARTA, Carvaganza.com – Honda CR-V versi terkini sudah mengaspal di Vietnam dan Thailand, sementara di Indonesia sejauh ini belum ada kabarnya. Mungkin saja akhir...

Penyegaran Isuzu mu-X 2021, Pancarkan Aura Premium

BANGKOK, Carvaganza.com - Isuzu telah resmi merilis model penyegaran untuk Isuzu mu-X 2021 di Thailand, 28 Oktober 2020 lalu. Tak hanya tampilan yang disegarkan,...

Membandingkan Harga Mobil Kepresidenan Dengan Mobil Terlaris Di Negaranya. Berapa Harga Mobil Dinas Jokowi?

JAKARTA, carvaganza.com - Mobil kepresidenan sering diidentikkan sebagai mobil paling aman. Makanya mobil-mobil ini dilindungi sejumlah fitur keselamatan termutakhir sampai fitur anti peluru. Tak...