Beranda Updates Jadi SUV Paling Terjangkau, Kenapa Mercedes-Benz GLA Tidak CKD?

Jadi SUV Paling Terjangkau, Kenapa Mercedes-Benz GLA Tidak CKD?

JAKARTA, 18 Desember 2018 – Di antara seluruh line up produk Mercedes-Benz di Indonesia saat ini, GLA menjadi salah satu model dengan banderol paling terjangkau. Meski GLA sebagai salah satu yang paling terjangkau, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) justru tidak merakitnya secara lokal alias CKD (Completely Knocked-Down).

GLA, sebagai entry level model dari rangkaian SUV dan crossover Mercedes-Benz, menjadi satu-satunya yang tidak dihadirkan dengan skema CKD. Sementara model-model di atasnya seperti GLC, GLE dan GLS justru sudah dirakit lokal dari pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor.

Harga GLA saat ini juga hanya lebih mahal daripada model A-Class terbaru di Indonesia. Dari pricelist yang tersedia dari MBDI saat ini, GLA dibanderol off the road Rp 745 juta untuk varian GLA 200 AMG Line, sementara A-Class Rp 649 juta melalui A 200 Progressive Line.

Alasan MBDI tidak merakit GLA dari Indonesia sejauh ini adalah karena salah satunya segmen pasar GLA yang masih terbilang kecil.

“Planning itu tentu semua kemungkinan dijajaki ya, tapi tentu dari istilahnya CKD concern di kami yang memutuskan itu punya pertimbangan-pertimbangan varian mana yang bisa untuk cukup feasible di-CKD-kan, mana yang belum, nah itu tentu setiap secara reguler dimonitor terus, tapi sejauh ini memang kami belum ada rencana ke arah situ,” jelas Karianto Hardjosoemarto, Deputy Director, Sales Operations and Product Management, PT MBDI saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan.

Menurut Karianto, saat ini di Indonesia segmen pasar GLA tidak sesubur GLC dan GLE yang memiliki dimensi lebih besar. Sementara GLS sebagai SUV 7-seater juga masih terbilang kecil dibandingkan GLC dan GLE.

Meski tidak masuk agenda untuk dibawa ke jalur perakitan lokal sejauh ini, Karianto tidak menutup kemungkinan GLA juga akan masuk sebagai salah satu model yang dirakit dari Wanaherang.

“Tapi ke depannya nggak menutup kemungkinan kalau itu misanya market acceptance-nya sangat bagus, volume-nya besar, kayak misalnya C-Class kan backbone kami, why not? Supaya bisa lebih kompetitif juga,” kata Karianto.

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Daihatsu Tawarkan Harga Khusus Selama Astra Auto Fest 2020

TANGERANG, Carvaganza.com -- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Astra ke-63, Daihatsu ikut serta dalam gelaran acara Astra Auto Fest 2020 yang berlangsung di...

Belum Jual Mobil Listrik di Indonesia, Ini Alasan Honda

JAKARTA, Carvaganza.com – Sebagai salah satu pabrikan terbesar di Indonesia saat ini, Honda belum memiliki model mobil listrik dalam line up mereka. Di saat...

Daimler Resmikan Unit Baru, Khusus Produksi Kendaraan Komersial

JAKARTA, Carvaganza.com – Bisnis Daimler Group Indonesia semakin mengkilat. Mereka meresmikan unit kerja baru yang dinamai PT Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia (DCVMI). Mereka...

Auto2000 Ikut Astra Auto Fest 2020, Ini 4 Promonya

BSD, Carvaganza.com -- Auto2000 sebagai dealer Toyota terbesar di Indonesia tak mau ketinggalan meramaikan Astra Auto Fest 2020 yang diadakan di Astra Biz Center,...

Megawati Berang, Formula E Jakarta Terancam Batal?

JAKARTA, Carvaganza.com – Gelaran Formula E pada 6 Juni 2020 sedang berada di posisi ngeri-ngeri sedap. Pasalnya suara kontra terus berhamburan, terutama dari kelompok-kelompok...