Beranda EDITOR'S PICKS INTERVIEW: Gerry Nasution, Satu dari 120 Instruktur BMW di Dunia

INTERVIEW: Gerry Nasution, Satu dari 120 Instruktur BMW di Dunia

Foto: wibichibi

CARVAGANZA menemui Gerry Nasution di Gedung Al Muslim, Utan Kayu. Seperti biasa, ia terlihat santai dengan kemeja biru muda, jeans dan sepatu kets. Sesuai dengan profesinya sebagai pembalap. Tak hanya itu, Gerry merupakan instruktur BMW yang belajar langsung di pusatnya, BMW Academy di Munich, Jerman. Akademi tersebut berada di bawah payung BMW M GnbH yang bertanggung jawab terhadap M Series, performance cars BMW.

“Saat ini sekitar 120 instruktur BMW di dunia,” kata Gerry. “Jumlah itu yang masih aktif, karena ada juga yang sudah retired.” Dari 7,7 miliar manusia di muka bumi, bagaimana mungkin hanya ada 120 instruktur BMW di dunia? Untuk menjadi instruktur BMW resmi, Anda harus mengikuti BMW Academy. “Sekolah itu terbatas untuk kalangan internal BMW. Selain itu, calon instruktur harus tercatat aktif di motorsport. Muridnya hanya sekitar 10-11 orang. Kelas baru diadakan kalau ada demand. Jadi tidak selalu setiap tahun ada kelas,” jelas Gerry.

Gerry memang sudah aktif di motorsport sejak 1986, saat pertama kali berkompetisi sprint rally di Citeureup, Jawa Barat. Tapi sebelum mengikuti BMW Academy, ia bukanlah kalangan internal BMW. “Saya offering ke BMW Indonesia. Sekolah ini biayanya mahal, belum lagi durasinya hampir satu bulan. Artinya saya harus cuti kerja dan lainnya. Mereka bilang bahwa pernah menawarkan ini ke orang lain tapi tidak menemukan titik temu antara apa yang harus dilakukan dan yang dikeluarkan. Intinya ini bukan investasi dengan hasil instan.”

Setelah melakukan diskusi, kedua belah pihak mencapai kesepakatan dan jadilah satu kontrak kerja. Gerry dianggap sebagai internal BMW. Inilah yang membuka pintu ke BMW Academy. Perjuangannya cukup besar. Apa yang membuatnya begitu terobsesi mengikuti akademi ini?

“Saya tertarik dengan BMW Academy sejak sekolah di Amerika pada 1995. Setelah lulus sekolah, saya mengikuti berbagai sekolah balap di sana termasuk Skip Barber Racing School (salah satu sekolah balap terbesar di dunia-red). Beberapa tempat kursus yang diikuti mengacu pada kurikulum BMW fahrer (driver-red) training dan trainer-nya berasal dari sana. Saya berpikir, lucu juga ya kalau belajar di tempat mereka belajar. Lagi pula saya banyak terlibat dengan brand ini sejak BMW Indonesia berdiri pada 2001 untuk berbagai urusan termasuk BMW Club.”

Perjuangannya tak sia-sia. Gerry puas dengan apa yang dipelajari di BMW Academy, mulai dari dasar seperti cara duduk, driving physics seperti persentase perpindahan bobot saat mengerem dan konstruksi suspensi, sampai dengan dos and don’ts saat bicara di depan trainee. “Mirip John Rober Power,” celetuknya sambil tertawa.

Tugas instruktur adalah mengajarkan customer untuk mengenal mobilnya dan tahu cara mengendarinya dengan benar. Tujuannya selain memaksimalkan driving pleasure, juga demi meningkatkan safety. Mengingat motorsport merupakan olahraga berbahaya, apakah kontradiktif dengan tugas seorang instruktur? “Sama sekali tidak, malah sangat membantu [balapan]. Jika sebelumnya membalap by instinct, sekarang saya lebih mengerti alasannya,” bantahnya.

Memang itu yang saya rasakan ketika driving course Carvaganza pada November dengan Gerry sebagai instrukturnya. Materi dan praktek defensive driving yang diajarkan berguna dalam mengarungi jalanan Jakarta yang ‘kejam’.

“Esensi dari defensive driving adalah keselamatan seluruh pengguna jalan. Memang kita nyetir dengan mobil sendiri, tapi kita kan tak sendirian di jalanan. Sepertinya orang tak berpikir ke sana. Apa penyebabnya? Kalau di negara maju, kurikulum di sekolah ada driving education. Yang diajarkan bukan cara mengemudi tapi tata karma, attitude di jalan raya. Itu yang missing dari kita,” jelasnya. “Untuk membenahi itu, mulai dari kita sendiri. Kalau kita yang mengerti tak memulai atau menjadi contoh, lalu siapa lagi? Apa kita mau seperti ini terus tanpa berupaya?” tegasnya. Yuk!

MIRAH PERTIWI

Video Terbaru Youtube Carvaganza



Last Updates

video

VIDEO: Aston Martin Klasik dan Baru Tampil di Trailer James Bond Terbaru

LONDON, 5 Desember 2019 – Metro Goldwyn Mayer (MGM) Studio akhirnya merilis trailer pertama untuk film terbaru James Bond, yang berjudul “No Time To...

Lanjut Balap F2 Tahun Depan, Sean Gealel Gabung ke Tim DAMS

YAS MARINA, 5 Desember 2019 – Sean Gelael memastikan diri akan tetap membalap di ajang Formula 2 (F2) pada tahun depan, dengan diumumkannya tim...
video

Waduh, Hasil Crash Test Mitsubishi Triton Dapat Rapor Merah

BRASILIA, 4 Desember 2019 – Mitsubishi Triton terbaru telah menjadi salah satu pikap double cabin dengan tampang terkeren di kelasnya saat ini, sejak versi...

Ternyata, Selama Ini Formula E Bukan Balap Kelas Dunia

PARIS, 4 Desember 2019 – Setelah berjalan selama lima musim sejak 2014, Formula E baru akan mendapat status sebagai balap kejuaraan dunia pada musim...

Suzuki Baleno, Hatchback Lengkap Luar Dalam

JAKARTA, 4 Desember 2019 – Kabar baru datang dari PT Suzuki Indomobil Sales. Pemegang merek Suzuki di Indonesia itu kabarnya...