Fokus ke Platform Digital, Mobil88 Bidik Anak Muda Jadi Target Pasar Mobil Bekas

JAKARTA, Carvaganza -- Berdiri sejak 1988, Mobil88 sampai saat ini banyak berfokus kepada offline. Namun, bukan berarti mereka menutup mata akan perkembangan teknologi. Mobil88 coba merambah market digital lewat aplikasi smartphone Android dan Apple yakni Mobil88 eStore. Aplikasi memungkinkan pengguna untuk membuat janji test drive sampai bertransaksi langsung dari genggaman.

Untuk diketahui, sekarang terdapat 20 cabang secara nasional Sekitar sepuluh di antaranya terletak di Jakarta sementara sisanya terdapat di Surabaya, Denpasar, Semarang, Bandung, Palembang, Pekanbaru, Medan, dan Balikpapan. Tidak menutup kemungkinan nanti akan menjangkau daerah lain.

Namun perkembangan dunia digital membuat Mobil88 tak mau ketinggalan. Apalagi pandemi Covid-19 turut mendukung kian berkembangnya digitalisasi. "Kami akan terus berinovasi dalam digital platform ini, salah satunya dengan menambah fitur-fitur menarik pada aplikasi Mobil88 e-store," kata Presiden Direktur Mobil88 Naga Sujady dalam konferensi virtual (6/5/2021).

Mobil88 akan memaksimalkan semua lini digital platform. Mulai dari pengadaan, pembiayaan, hingga asuransi kendaraan yang tersaji dalam satu platform. Chief Operating Officer Mobil88 Sutadi, mengatakan, ke depan pihaknya akan mencoba kombinasi dari bisnis offline maupun online. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi Mobil88 e-store yang sudah tersedia di Play Store maupun App Store.

“Bisnis Mobil88 selama 32 tahun lebih fokus pada offline. Kita sadar tidak sadar, hampir beberapa tahun ke belakang ini beberapa bisnis sudah pindah ke digital platform,” ujar Sutadi. "Kami di era digital ini tentunya sudah mulai merambah di digital platform untuk merambah pasar yang lebih masif."

Mobil88 Aplikasi

Dampak Relaksasi PPnBM

Relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang diberikan pemerintah ditujukan untuk mendongkrak gairah industri otomotif di tengah pandemi. Bantu tingkatkan penyerapan mobil baru agar di sisi industri terus bergerak. Namun, hal ini pun turut berdampak pada bisnis mobkas.

Yep, tak mengherankan bila akhirnya orang berbondong-bondong membeli mobil baru belakangan ini. Atas relaksasi pajak untuk segmen kendaraan penumpang bermesin di bawah 1.500 cc serta kurang dari 2.500 cc, harganya bisa terpangkas banyak. Ibarat diskon tengah malam yang kerap diadakan pusat perbelanjaan. Seketika gedung bisa penuh sesak di waktu yang biasanya sepi. Siapa tak suka barang diskon?

Sutadi mengakui isu PPnBM menciptakan gairah pada bisnis otomotif. Dicontohkan bahwa antrean beli mobil baru saat ini bisa sampai dua hingga tiga bulan terutama di segmen yang berhak atas relaksasi pajak. Belum lagi keringanan dari sisi pembiayaan, turut mendongkrak minat sekaligus daya beli dengan kemudahannya.

Mobil88 Outlet

Kendati begitu, dampaknya tidak eksklusif bagi penjualan mobil baru saja. Lantaran bisnis mobil seken merupakan turunan dari bisnis mobil baru. “Kami sebagai bisnis otomotif yang di used car juga tentunya tidak lepas adalah bisnis mobil bekas ini turunan dari bisnis mobil baru. Dimana setiap kali orang ingin menukar mobil baru tentunya mobil lama harus dilepas. Dengan turunan bisnis ini akan berdampak positif kepada kami. Oleh sebab itu, tentunya bisnis mobil bekas dengan adanya relaksasi PPnBM ini baik jilid satu maupun jilid dua sangat berdampak positif bagi kami,” kata Sutadi.

Begitu pula soal tren penjualan. Diakui belum beranjak ke taraf normal hanya saja berdampak baik. “Trennya di 2021 ini lebih baik dibandingkan 2020 kemarin yang memang awal pandemi di Bulan Maret. Kalau kita Maret to Maret itu jauh banget perbandingannya, tahun ini sudah lebih baik,” jelasnya.

Turunan dari market mobil baru tentu efek domino bisa dibilang menyeluruh. Contoh soal harga, ketika sudah diketahui tingkat penurunannya maka keputusan beli akan mengikuti. Jelas ekspektasi pengguna yang ingin menjual juga ikutan turun. Tapi bukan itu saja, preferensi akan SUV tangguh berpostur jangkung turut menghiasi. “Di SUV itu memang salah satu yang menjadi andalan saat ini market di kita. Paling banyak dicari,” pungkas Sutandi. Toyota Fortuner disebut paling menarik sebab market kelas menengah ke atas tidak terlalu terdampak sebagaimana segmen menengah ke bawah seperti Avanza. (KARIM | RAJU)

Artikel yang direkomendasikan untuk anda