Ferrari 488 GTB 2016, Head On Collision
FERRARI dikenal sebagai kendaraan balap terbaik sepanjang masa dilihat dari spektrum manapun. Mulai dari sejarah di arena balap, inovasi mesin yang dipengaruhi oleh hasil riset mobil formula1 hingga mindset, termasuk mindset yang tertanam di benak saya waktu kecil tentang sebuah sportscar.
Di sebuah pagi yang sejuk di Jakarta, saya berkesempatan menjajal satu unit Ferrari anyar yang beredar di ibukota Indonesia ini. Ferrari 488 GTB. Kendaraan ini merupakan varian dari 488, sportscar bermesin tengah yang diperkenalkan tahun 2015 untuk menggantikan 458. Selain varian GTB, supercar ini juga memiliki varian 488 GTE dan GT3 serta 488 Spider.
Pabrikan mengklaim bahwa supercar ini menandai babak baru dalam sejarah mesin 8 silinder, sejak Ferrari untuk pertama kali merilis 308 GTB, sebuah berlinetta V8 mesin belakang, 40 tahun lalu. Kendaraan yang memiliki kepanjangan Gran Turismo Berlinetta (GTB) ini menandai kembalinya desain klasik Maranello. Selain itu, ini adalah kendaraan Ferrari pertama yang menggunakan turbo sejak Ferrari F40 yang diproduksi dari tahun 1987 sampai 1992.
Desain dan penampilan 488 GTB sangat enak dilihat dan menarik, seperti supercar-supercar Italia lainnya. Ketika Anda memacunya, Anda bakal menyadari bahwa talenta yang dimiliki lebih menarik dibandingkan tampak luar. Kendaraan ini mengombinasikan unsur kecermatan, kecerdasan dan craftsmanship sampai sedetail-detailnya.
‘Auman’ knalpot dan suara turbo memanaskan suasana garasi Ferrari Jakarta di kawasan TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Bersumber dari mesin tengah V8 3.9 liter Twin Turbocharged yang mampu menyemburkan tenaga 660 hp pada 8000 rpm dan torsi 560 Nm pada 3000 rpm. Saya bisa beradaptasi dengan cepat untuk mendapatkan posisi dan feeling berkendara yang pas ketika saya memacunya di jalan raya. Pedal akseleratornya lebih bersahabat jika dibandingkan dengan Aston Martin Vantage S V12 yang saya coba beberapa waktu lalu. Tidak sulit mengatur ritme gasnya di kondisi stop & go, saya bisa membuatnya sangat smooth mengikuti gerakan kendaraan di sekitarnya.
Lupakan soal turbo lag. Tenaganya begitu berdaging di setiap putaran setiap kali kaki kanan terbenam di pedal throttle. Ferrari mengklaim bahwa waktu respon mesin adalah 0,8 detik pada 2000 rpm di gigi tiga dibandingkan dengan 0,7 detik pada mesin 458. Pabrikan juga mengklaim bahwa dalam hal dinamika chassis, 488 GTB lebih dinamis dibandingkan 458 Italia.
Pabrikan juga membenamkan generasi terbaru differential dan sistem traction control F1 yang diintegrasikan dengan side slip control system generasi kedua (SSC2). Yang menarik adalah SSC2 sekarang ini juga mengatur level peredaman guncangan dengan membuat suspensi menjadi lebih kaku atau lebih lembut sesuai dengan slip angle kendaraan sehingga level understeer maupun oversteer tidak berlebihan setiap kali masuk tikungan. Perpindahan transmisi 7 kecepatan dual clutch dengan paddle shift berjalan halus, disertai dengan kerja setir yang komunikatif.
Kendaraan dengan bobot 1,4 ton ini juga mudah melakukan manuver. Saya merasa antusias di dalam Ferrari 488 GTB 2016, seperti anak kecil yang mendapat mainan baru. Saya juga memuji visibilitas dari dalam kabinnya yang minim blindspot meskipun dengan posisi duduk low slung.
Aura sportscar sejati melaburi bagian interiornya seperti jok bucket Alcantara yang memeluk erat saya selama perjalanan. Ditambah lagi dengan material karbon yang terhampar di hampir semua bagian kabin seperti dashboard, konsol tengah hingga door trim. Seperti biasa semua pengaturan fitur terkonsentrasi pada genggaman tangan mulai dari start/stop engine, mode pengendaraan, pengaturan suspensi, hingga pengaturan lampu sein. Semuanya tepat berada di lingkar kemudi tanpa harus menggeserkan tangan sedikit pun.
Layout interiornya pun sangat driver oriented, minimalis dan mudah untuk dioperasikan. Dashboard tengahnya tidak dipenuhi dengan tombol-tombol audio atau layar sentuh beresolusi tinggi. Hanya terdapat pengaturan Air Conditioner, sedangkan layar hiburannya berada di Electronic Instrumen Cluster bersama dengan informasi kendaraan. Jujur dengan segala fitur elektrik yang tertanam di dalam Ferrari 488 GTB terasa user friendly untuk mengoperasikannya.
Mungkin saya bukan orang yang sangat beruntung karena belum menjadi wartawan otomotif di jaman sang legenda Ferrari F40 eksis sebagai sportscar fenomenal. Tapi Dewi Fortuna akhirnya turun belum lama ini dengan menghadirkan Ferrari 488 GTB 2016 di hadapan saya.
Spesifikasi Ferrari 488 GTB:
Layout Kendaraan: Sports car, Mesin Tengah, 2-pintu, 2-penumpang, RWD
Mesin: V8 3.9-liter Twin Turbocharged / 660 hp @ 8000 rpm / 560 Nm @ 3000rpm
Transmisi: A/T 7-Kecepatan
Akselerasi 0 -100 km/jam: 3 detik
Top Speed: 330 km/jam
Wheelbase: 2650 mm
P x L x T: 4568 x 1952 x 1213 mm
Bobot Kosong: 1475 kg
Rekomendasi BBM: RON100
ALVANDO NOYA
Di sebuah pagi yang sejuk di Jakarta, saya berkesempatan menjajal satu unit Ferrari anyar yang beredar di ibukota Indonesia ini. Ferrari 488 GTB. Kendaraan ini merupakan varian dari 488, sportscar bermesin tengah yang diperkenalkan tahun 2015 untuk menggantikan 458. Selain varian GTB, supercar ini juga memiliki varian 488 GTE dan GT3 serta 488 Spider.
Pabrikan mengklaim bahwa supercar ini menandai babak baru dalam sejarah mesin 8 silinder, sejak Ferrari untuk pertama kali merilis 308 GTB, sebuah berlinetta V8 mesin belakang, 40 tahun lalu. Kendaraan yang memiliki kepanjangan Gran Turismo Berlinetta (GTB) ini menandai kembalinya desain klasik Maranello. Selain itu, ini adalah kendaraan Ferrari pertama yang menggunakan turbo sejak Ferrari F40 yang diproduksi dari tahun 1987 sampai 1992.
Desain dan penampilan 488 GTB sangat enak dilihat dan menarik, seperti supercar-supercar Italia lainnya. Ketika Anda memacunya, Anda bakal menyadari bahwa talenta yang dimiliki lebih menarik dibandingkan tampak luar. Kendaraan ini mengombinasikan unsur kecermatan, kecerdasan dan craftsmanship sampai sedetail-detailnya.
‘Auman’ knalpot dan suara turbo memanaskan suasana garasi Ferrari Jakarta di kawasan TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Bersumber dari mesin tengah V8 3.9 liter Twin Turbocharged yang mampu menyemburkan tenaga 660 hp pada 8000 rpm dan torsi 560 Nm pada 3000 rpm. Saya bisa beradaptasi dengan cepat untuk mendapatkan posisi dan feeling berkendara yang pas ketika saya memacunya di jalan raya. Pedal akseleratornya lebih bersahabat jika dibandingkan dengan Aston Martin Vantage S V12 yang saya coba beberapa waktu lalu. Tidak sulit mengatur ritme gasnya di kondisi stop & go, saya bisa membuatnya sangat smooth mengikuti gerakan kendaraan di sekitarnya.
Lupakan soal turbo lag. Tenaganya begitu berdaging di setiap putaran setiap kali kaki kanan terbenam di pedal throttle. Ferrari mengklaim bahwa waktu respon mesin adalah 0,8 detik pada 2000 rpm di gigi tiga dibandingkan dengan 0,7 detik pada mesin 458. Pabrikan juga mengklaim bahwa dalam hal dinamika chassis, 488 GTB lebih dinamis dibandingkan 458 Italia.
Pabrikan juga membenamkan generasi terbaru differential dan sistem traction control F1 yang diintegrasikan dengan side slip control system generasi kedua (SSC2). Yang menarik adalah SSC2 sekarang ini juga mengatur level peredaman guncangan dengan membuat suspensi menjadi lebih kaku atau lebih lembut sesuai dengan slip angle kendaraan sehingga level understeer maupun oversteer tidak berlebihan setiap kali masuk tikungan. Perpindahan transmisi 7 kecepatan dual clutch dengan paddle shift berjalan halus, disertai dengan kerja setir yang komunikatif.
Kendaraan dengan bobot 1,4 ton ini juga mudah melakukan manuver. Saya merasa antusias di dalam Ferrari 488 GTB 2016, seperti anak kecil yang mendapat mainan baru. Saya juga memuji visibilitas dari dalam kabinnya yang minim blindspot meskipun dengan posisi duduk low slung.
Aura sportscar sejati melaburi bagian interiornya seperti jok bucket Alcantara yang memeluk erat saya selama perjalanan. Ditambah lagi dengan material karbon yang terhampar di hampir semua bagian kabin seperti dashboard, konsol tengah hingga door trim. Seperti biasa semua pengaturan fitur terkonsentrasi pada genggaman tangan mulai dari start/stop engine, mode pengendaraan, pengaturan suspensi, hingga pengaturan lampu sein. Semuanya tepat berada di lingkar kemudi tanpa harus menggeserkan tangan sedikit pun.
Layout interiornya pun sangat driver oriented, minimalis dan mudah untuk dioperasikan. Dashboard tengahnya tidak dipenuhi dengan tombol-tombol audio atau layar sentuh beresolusi tinggi. Hanya terdapat pengaturan Air Conditioner, sedangkan layar hiburannya berada di Electronic Instrumen Cluster bersama dengan informasi kendaraan. Jujur dengan segala fitur elektrik yang tertanam di dalam Ferrari 488 GTB terasa user friendly untuk mengoperasikannya.
Mungkin saya bukan orang yang sangat beruntung karena belum menjadi wartawan otomotif di jaman sang legenda Ferrari F40 eksis sebagai sportscar fenomenal. Tapi Dewi Fortuna akhirnya turun belum lama ini dengan menghadirkan Ferrari 488 GTB 2016 di hadapan saya.
Spesifikasi Ferrari 488 GTB:
Layout Kendaraan: Sports car, Mesin Tengah, 2-pintu, 2-penumpang, RWD
Mesin: V8 3.9-liter Twin Turbocharged / 660 hp @ 8000 rpm / 560 Nm @ 3000rpm
Transmisi: A/T 7-Kecepatan
Akselerasi 0 -100 km/jam: 3 detik
Top Speed: 330 km/jam
Wheelbase: 2650 mm
P x L x T: 4568 x 1952 x 1213 mm
Bobot Kosong: 1475 kg
Rekomendasi BBM: RON100
ALVANDO NOYA
Featured Articles
- Latest
- Popular
Artikel yang mungkin menarik untuk Anda
Mobil Pilihan
- Latest
- Upcoming
- Popular
Updates
New cars
Drives
Review
Video
Hot Topics
Interview
Modification
Features
Community
Gear Up
Artikel Mobil dari Oto
- Berita
- Artikel Feature
- Advisory Stories
- Road Test
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature