Beranda Updates F1: Sial Ferrari dan Hamilton di Monza, Pierre Gasly Rebut Kemenangan Pertama

F1: Sial Ferrari dan Hamilton di Monza, Pierre Gasly Rebut Kemenangan Pertama

MILAN, Carvaganza.com – Tujuh seri Formula 1 2020 telah didominasi oleh Mercedes dan Lewis Hamilton, diselingi kemenangan Valtteri Bottas dan Max Verstappen. Namun pada seri ketujuh di Italia, kejutan datang lewat kemenangan Scuderia Alpha Tauri.di Sirkuit Monza, Pierre Gasly sukses merebut kemenangan pertamanya di F1.

Balapan hari Minggu (6/9/2020) kemarin di Monza, menjadi balapan yang berlangsung di luar prediksi sebelumnya. Gasly menang di saat para pembalap di tiga besar klasemen gagal mencapai podium sama sekali. Alpha Tauri pun berkesempatan mengulang memori manis kemenangan mereka saat bernama Toro Rosso, tahun 2008 lalu di sirkuit sama.

Ini menjadi pertama kalinya balapan F1 dimenangkan oleh tim di luar tiga besar klasemen sekarang, sejak kemenangan Lotus tahun 2013 lalu. Tiga besar di podium Monza sendiri diisi oleh Alpha Tauri, McLaren dan Racing Point. Carlos Sainz dan Lance Stroll masing-masing finish di belakang Gasly.

Mulainya balapan sepanjang 53 lap ini bahkan berlangsung normal seperti sebelumnya. Hamilton memimpin dari pole position, diikuti Sainz yang merebut posisi kedua dari posisi start ketiga. Start yang lamban membuat Bottas tercecer di lap pertama, dari posisi kedua ke keenam. Meski dengan mobil superior, Bottas kesulitan menyalip pembalap di depannya.

Rangkaian insiden selama balapan diawali oleh kerusakan rem mobil Sebastian Vettel di lap 6. Bagian dari brake duct tampak terlepas dan diikuti rem roda kiri belakang yang terbakar. Di tikungan 1, Vettel gagal mengurangi kecepatan dan menabrak pembatas polystyrene di run-off area. Balapan Vettel pun berakhir satu lap kemudian.

Insiden berikutnya pada lap 20, saat Kevin Magnussen laporkan masalah pada mobil dan menepi tepat sebelum jalur masuk pitlane. Safety car dikeluarkan untuk proses evakuasi dan memaksa steward menutup pitlane sementara. Saat pitlane ditutup, Hamilton dan Antonio Giovinazzi justru masuk pit di lap yang sama. Sebelum pit, Hamilton memimpin di depan duo McLaren, Sainz dan Lando Norris, sementara Gasly di posisi ke-10.

Pitstop yang diaggap ilegal itu berbuah penalti 10 detik stop and go untuk Hamilton dan Giovinazzi. Saat periode safety car berakhir, baru pitlane dibuka dan sebagian besar pembalap masuk pit. Insiden selanjutnya menyusul tidak lama setelah safety car masuk. Di lap 24, Leclerc kehilangan control di tikungan Parabolica dan menabrak pembatas dengan kencang.

Kerasnya tabrakan berdampak pada rangkaian pembatas yang perlu diperbaiki. Untuk kondisi ini, steward memutuskan balapan dihentikan sementara. Seluruh pembalap masuk ke pitlane berdasarkan urutan balapan. Lance Stroll yang tidak masuk pit sebelumnya diuntungkan karena bisa mengganti ban saat kondisi bendera merah. Pada titik ini, Hamilton masih memimpin di depan Stroll, Gasly, Kimi Raikkonen, Giovinazzi, Sainz, dan Norris.

Balapan dilanjutkan kembali dengan prosesi standing start. Gasly dan Raikkonen berhasil memanfaatkan momentum ini untuk menyalip Stroll saat restart, merebut posisi kedua dan ketiga. Satu lap berselang, Hamilton langsung melakoni penaltinya di pitlane, terlempar ke posisi terakhir. Sementara Gasly langsung melesat berusaha menjauh dari para rivalnya.

Salah satu penantang gelar harus tersingkir di balapan ini, yaitu Verstappen pada lap 31 karena gangguan teknis. Perlahan tapi pasti, Sainz mulai bergerak, dengan menyusul Raikkonen untuk posisi kedua. Sejak lap 34, Sainz langsung mengejar Gasly di depan.

Terganjal mesin Ferrari yang kalah kompetitif di trek lurus, Raikkonen harus relakan posisinya direbut satu per satu dan berakhir di posisi ke-13. Stroll, Norris, Bottas, Daniel Ricciardo dan Hamilton secara bergilir mengasapi Raikkonen.

Lima lap jelang finish, Sainz semakin rapatkan jaraknya ke Gasly. Namun meski sudah diisntruksikan memakai mode mesin terkencang, Sainz gagal mendekat untuk dapatkan DRS dan harus relakan Gasly finish terdepan. Gasly finish hanya 0,4 detik di depan Sainz, disusul Stroll 3,3 detik kemudian.

Kemenangan pertama Gasly juga yang pertama bagi pembalap Perancis di F1, sejak Olivier Panis menang di Monako 1996. Alpha Tauri pun mengulangi kemenangan pertamanya pada 2008 lalu di Monza. Ini menjadi kemenangan kedua tim yang dulunya bernama Minardi sebelum dibeli Red Bull.

Sumber: Formula 1

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

ROAD TEST: MINI JCW 3 Door 2020, Hot Hatch Tanpa Basa-Basi

JAKARTA, Carvaganza.com - Bicara soal merek BMW, kita pasti akan langsung terpikir soal pabrikan premium yang lebih kuat karakter kesenangan berkendaranya dibandingkan para rival....

Ingin Tampil Beda? Ini Aksesoris yang Bikin MG ZS Anda Makin Gaya

JAKARTA, Carvaganza -- MG Motor Indonesia mengandalkan MG ZS sebagai salah satu jajaran produk yang ditawarkan untuk konsumen Indonesia. SUV ini punya desain menarik...

Cerita Dibalik 15 Mobil Legendaris Yang Pernah Dikoleksi Elvis Presley Sebelum Wafat

JAKARTA, Carvaganza.com – Elvis Aaron Presley, bukanlah penyanyi dan aktor biasa. Lahir di Tupelo, Missisippi, Amerika Serikat (AS) pada 8 Januari 1935, di masanya...

Belum Mampu Beli Bugatti? Jangan Ciut, Ada Versi Juniornya

MOLSHEIM, carvaganza.com – Bugatti itu brand mobil yang super mahal. Unit yang dibangun tak banyak dan pembelinya pun berasal dari piramida paling puncak. Tapi...

100 Mobil Meriahkan Ultah Ke-2 Jakarta All New Corolla (JANC) Senayan

JAKARTA, Carvaganza – Perayaan ulang tahun merupakan hal yang ditunggu komunitas mobil. Seperti pecinta Toyota Corolla Generasi ke-8 (1996 – 2001) yang tergabung dalam...