Beranda EDITOR'S PICKS EDITOR’S NOTE: Isuzu Panther, Hidup Segan Mati Tak Mau

EDITOR’S NOTE: Isuzu Panther, Hidup Segan Mati Tak Mau

daihatsu giias 2019

JUDUL di atas “Hidup Segan, Mati Tak Mau” seperti menggambarkan bagaimana kondisi yang dihadapi oleh Isuzu Panther. MPV – yang satu-satunya bermesin diesel itu – seperti dibiarkan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) terluntang-lantung tanpa kejelasan.

Nama Isuzu Panther sempat moncer di pasar otomotif Tanah Air. Lahir pada 1991, Isuzu Panther menjadi salah satu model pilihan konsumen di Indonesia. Model ini juga punya banyak nama seperti Isuzu Hi-Lander (Vietnam), Isuzu Crosswind (Filipina), Chevrolet Tavera (India). Generasi pertama 1991-2000 dan Isuzu melahir generasi kedua sejak tahun 2000. Sayangnya setelah itu tak banyak mengalami perubahan.

Sebenarnya Isuzu pernah memilii blueprint New Panther namun tak berjalan.

Banyak hal yang menjadi penyebab tak berkembangnya Isuzu Panther. Dari sisi bisnis, salah satu pentinggi IAMI menyebutkan jika Isuzu memang memberikan fokus lebih besar pada segmen komersial ketimbang passenger alias penumpang. Padahal selain Panther, Isuzu juga memiliki SUV mu-X dan pikap D-max.

Isuzu Generasi Pertama

Dari sisi produk, peralihan standar emisi Euro 4 di Indonesia yang bakalan berlaku buat mesin diesel pada 2021 juga jadi penyebab lain. Ketetapan mobil bermesin diesel yang diproduksi dan dijual di Indonesia wajib Euro 4 sudah diatur pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru. Peraturan itu telah diundangkan pada 7 April 2017. Isuzu Panther memang tak kunjung mengembangkan mesin yang sesuai dengan aturan Euro 4.

Belum lagi, tampilan yang itu-itu saja membuat Panther kalah bersaing dengan model-model pabrikan lain, baik MPV maupun SUV. Walhasil, berbagai penyebab ini membuat penjualan Panther terus melorot. Tahun 2017 lalu, Panther mencatat penjualan 1.147 unit yang kemudian turun 17,2% menjadi hanya 950 unit pada 2018. Isuzu memang menaikkan target penjualan Panther tahun 2019 ini menjadi 1.700 unit.

General Manager Marketing Division Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril mengatakan bukan tidak mungkin Panther akan stop diproduksi dan dipasarkan. Selain soal aturan Euro 4, pasar Multi Purpose Vehicle (MPV) yang diisi Panther cenderung turun. Masyarakat dikatakan lebih menyukai Sport Utility Vehicle (SUV) ketimbang MPV.

Isuzu Generasi Kedua

“Poin ini kami perhitungkan kalau dengan investasi baru dan market MPV cenderung turun. Jika tahun 2021 harus ganti mesin lagi, membutuhkan investasi yang besar. Akibatnya, harga Panther baru akan sangat tinggi sekali. Jadi sangat tidak memungkinkan dengan situasi yang kami akan hadapi,” kata Attias di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, pertengahan pekan kemarin.

Attias mengatakan Isuzu tidak bisa hanya khusus mengembangkan mesin 4JA1-L 2.499 cc turbocharger milik Panther ke Euro 4. Alasannya karena Panther kini hanya dijual di Indonesia saja. Memang ada mesin baru 1.9L Ddi Blue Power di Thailand, namun untuk masuk ke Indonesia terbentur pada kualitas solar. Dengan kata lain nasib Panther kini menggantung. Jika Isuzu tidak punya engine baru maka Panther akan berhenti diproduksi.

Kondisi yang tidak mengenaknya namun harus dihadapi. Pertanyaannya kini sampai kapan Rajanya Diesel mampu bertahan? Tinggal waktu yang menjawabnya.

RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza