Deretan Pabrikan Ini Segera Ganggu Dominasi Toyota di Le Mans

Le Mans Rival

JAKARTA, Carvaganza - Le Mans 24 Hour adalah salah satu dari tiga seri balapan paling bergengsi di dunia yang dimasukkan sebagai “Triple Crown”, bersama Grand Prix Monaco dan Indy 500. Tapi meski statusnya tinggi, kelas tertinggi di Le Mans justru terbilang sepi diikuti oleh pabrikan besar. Tercatat hanya Toyota saat ini yang turun penuh sebagai pabrikan besar, di kelas LMH (Le Mans Hypercar).

Pada edisi tahun ini yang digelar pada akhir pekan lalu, Toyota kembali menjadi pemenang Le Mans 24 Hour dengan performa dominan. Mobil Toyota GR010 Hybrid nomor 08 finish terdepan, disusul oleh mobil kedua Toyota, nomor 07, yang finish di posisi kedua. Ini adalah kemenangan kelima kali berturut-turut Toyota di Le Mans, sejak 2018. Salah satu faktornya adalah karena tidak ada pabrikan lain yang menjadi pesaing cukup kuat untuk Toyota, khususnya sebagai satu-satunya pabrikan dengan mobil bermesin hybrid sejak era LMP1.

Di saat kelas GTE ramai diikuti oleh banyak pabrikan besar seperti Porsche, Ferrari, Aston Martin dan Corvete, kelas LMH saat ini justru terbilang sepi. Satu-satunya tim pabrikan yang menjadi lawan Toyota yaitu Glickenhaus dengan sumber daya yang kalah kuat, dan berhasil finish ketiga di Le Mans 2022. Sepinya kelas wahid WEC (World Endurance Championships) saat ini menyusul hengkangnya pabrikan besar seperti Peugeot, Audi, dan Porsche beberapa tahun belakangan.

Toyota GR010 Hybrid

Tapi Toyota tidak akan nyaman mendominasi balap ketahanan ini untuk waktu yang lama, setidaknya, karena dalam dua sampai tiga tahun ke depan akan ada banyak pabrikan baru yang bergabung. Regulasi LMP1 yang dianggap pabrikan terlalu mahal kini telah digantikan menajdi LMH oleh FIA, yang juga telah disatukan kategorisasinya dengan LMDh (Le Mans Daytona hybrid) untuk IMSA (International Motor Sport Association) yang menggelar Daytona di Amerika.

Baca Juga: Eropa Larang Mobil Bensin dan Diesel Beredar Tahun 2035, Tapi Ditentang Pabrikan

Baik regulasi LMH dan LMDh akan mengalami konvergensi agar bisa bersaing di satu kejuaraan. Selain akan mengadopsi BOP (balance of performance) antara dua kelas ini, diharapkan bisa membuat WEC dan IMSA semakin ramai dan membuat persaingan semakin seru. Makanya, siap-siap saja Toyota akan dihadang untuk menjadi juara di balap ketahanan dari pabrikan-pabrikan besar ini.

Peugeot 9X8

Peugeot

Setelah hengkang di pertengahan dekade lalu, pabrikan asal Perancis ini akan kembali ke WEC. Bahkan Peugeot menjadi pabrikan baru yang menunjukkan paling siap untuk comeback. Mobil Peugeot 9X8 telah diperkenalkan sebagai andalan mereka, dengan desain unik yang tidak menerapkan sayap belakang seperti umumnya mobil prototipe.

Jajaran pembalapnya bahkan sudah diumumkan, yang meski di awal 2022 ini ditinggalkan oleh Kevin Magnussen yang lebih memilih peluang di Haas F1. Peugeot akan ikut melalui jalur LMH untuk debut di tahun 2023, yang mundur setahun dari rencana awal yaitu tahun 2022 ini.

BMW Le Mans

BMW

Satu pabrikan Eropa lainnya yang juga sudah menunjukkan kesiapannya kembali ke Le Mans adalah BMW. Baru-baru ini BMW memperkenalkan desain protoipe mobil balapnya, yaitu BMW M Hybrid V8. Pabrikan bermarkas di Munich ini baru akan bergabung di tahun 2024.

Berbeda dengan Peugeot, BMW akan mengambil jalur LMDh untuk kembali ke balap ketahanan. BMW akan comeback sebagai pabrikan sejak terakhir hadir di tahun 2019, saat mengembangkan M8 melalui kelas GTE. Sementara partisipasi terakhir mereka di kelas tertinggi, adalah saat meraih kemenangan di tahun 1999 bersama mobil V12 LMR.

Porsche Le Mans

Porsche & Audi

Sebagai pabrikan dengan kemenangan terbanyak di Le Mans, Porsche tergoda untuk kembali turun dengan regulasi baru ini. Porsche juga akan mengambil jalur LMDh dan telah menunjuk akan bermitra dengan Penske dari Amerika untuk membangun chassisnya. Rencananya Porsche akan masuk lagi ke arena endurance mulai tahun 2023.

Rencana yang sama diambil oleh saudara Porsche dari keluarga VW Group, yang juga mengambil jalur LMDh dan mulai tahun 2023. Namun Audi hanya akan berlomba di kalender WEC. Keduanya akan menggunakan platform chassis dan mesin yang sama. Perbedaanya akan terdapat pada sejumlah hal krusial, yang tidak dipulikasikan.

Tapi komitmen Porsche dan Audi untuk Le Mans belakangan ini agak dipertanyakan, setelah rumor soal keduanya akan bergabung ke Formula 1 pada 2026. Regulasi baru F1 yang diterapkan setelah 2025 dikatakan juga menggoda VW Group dengan dua jenamanya ini. Faktor pendanaan tentunya menjadi hal utama yang akan berpengaruh pada keputusan Porsche dan Audi nantinya.

Ferrari Le Mans

Ferrari

Inilah pabrikan yang sangat ditunggu-tunggu untuk comeback ke balap endurance kelas tertinggi. Selama ini Ferrari aktif sebagai pabrikan di WEC namun untuk kelas GTE sejak 2012. Tapi mulai 2023, Ferrari akan kembali ke kelas tertinggi WEC, mendaftarkan diri untuk LMH. Bahkan baru-baru ini Ferrari telah merilis teaser sosok mobil yang akan menjadi pacuan mereka.

Comeback di 2023 akan bertepatan 50 tahun sejak terakhir kali Ferrari aktif sebagai tim pabrikan di kelas tertinggi Le Mans. Dan tahun 2023 juga akan menjadi momen istimewa gelaran ke-10 Le Mans 24 Hour. Aktivitas balap di WEC masih akan Ferrari lakukan berkolaborasi dengan AF Corse. Pengembangan mobilnya akan dilakukan dalam waktu dekat, bersama pembalap yang ditunjuk yaitu James Calado, Alessandro Pier Guidi, dan Antonio Fuoco.

Lamborghini Le Mans

Lamborghini

Seakan tidak mau kalah dengan rival senegaranya, Lamborghini juga telah mengumumkan tertarik untuk ikut Le Mans. Berkaca pada kesuksesan menjadi pemenang Daytona 24 Hours dari 2018 sampai 2020, Lamborghini ingin ikut ramaikan kelas tertinggi, melalui jalur LMDh. Langkah yang sama diambil kubu Bologna dengan dua saudaranya dari VW Group, yaitu Porsche dan Audi.

Tapi Lamborghini baru akan hadir di Le Mans setahun setelah debut Ferrari, yaitu pada tahun 2024. Dan dengan konvergensi LMH dan LMDh, artinya Lamborghini akan tetap bisa mengejar kesuksesannya di Amerika dengan mengikuti Daytona dan Sebring 12 Hours. Belum resmi, namun diyakini kiprah Lamborghini di LMDh nanti akan menggandeng Ligier Automotive asal Perancis sebagai mitranya. Tentunya divisi Squadra Corse akan dilibatkan dalam pengembangan tim balap endurance mereka.
(WAHYU HARIANTONO)

Baca Juga: Lewis Hamilton dan Brad Pitt Garap Film Formula 1, Tayang Tahun Depan

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Toyota Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Review
  • Artikel Feature