Beranda Features Dari Sedan Ke SUV, Toyota Corolla Dari Generasi Ke Generasi (Bagian 1)

Dari Sedan Ke SUV, Toyota Corolla Dari Generasi Ke Generasi (Bagian 1)

JAKARTA, Carvaganza.com – Kendaraan SUV/Crossover Toyota Corolla Cross telah hadir di Indonesia. Diluncurkan secara digital di Jakarta hari Kamis kemarin (6/7) sekaligus menjadi langkah fenomenal pabrikan. Pasalnya, Toyota Corolla sebelumnya adalah kendaraan dengan layout sedan, liftback, hatchback maupun wagon.

Sebelum meluncur di Jakarta, Corolla Cross telah terlebih dahulu diluncurkan di Thailand, yang menjadi basis produksi Corolla Cross untuk sementara ini. Dari sudut pandang pasar, sangatlah logis pabrikan memanfaatkan nama Toyota Corolla untuk melahirkan SUV dengan nama yang sama. Corolla sudah mengarungi 12 generasi sejak lahir tahun 1966 dan menjadi model mobil terlaris di dunia. Sampai saat ini sudah terjual lebih dari 48 juta unit.

Berikut ini adalah perjalanan Toyota Corolla dari generasi ke generasi sampai akhirnya menjelma menjadi SUV.

Baca juga: All-New Toyota Corolla Altis Rilis di Indonesia, Ada Varian Hybrid

Generasi Pertama: 1966-1970
Generasi pertama Toyota Corolla mulai diproduksi di Jepang untuk model tahun 1966. Baru dua tahun kemudian masuk Amerika. Sedangkan negara di luar Jepang pertama yang menerima impor Corolla adalah Australia. Untuk Indonesia, generasi pertama ini tidak pernah hadir.

Tampilan lampu utamanya membulat, kaca spionnya di sebelah kap mesin. Dibekali mesin 1.100 cc bertenaga 60 hp, yang diberi kode KE10 untuk Sedan, KE15 untuk Coupe, atau KE16 untuk Wagon.

Baca juga: TEST DRIVE: Toyota Corolla Altis, Sedan yang Semakin Dewasa

Generasi Kedua: 1970-1974
Pengembangan Toyota Corolla generasi kedua sudah dimulai pada tahun, tapi debutnya baru 1970. Secara dimensi generasi kedua lebih melar agar kendaraan lebih nyaman dan menambah kesenangan berkendara. Tenaga juga dinaikkan.

Mesin baru 1200 CC menghasilkan 73 hp. Untuk pertama kalinya dilengkapi girboks otomatis dan versi manual memakai 4 percepatan. Sepanjang generasi kedua dari 1970 – 1974, pabrikan melakukan sejumlah facelift dan penyempurnaan. Di antaranya menelurkan mesin 1.6 liter, 106 hp tahun 1971, grille baru tahun 1972.

Generasi yang kedua sukses menjadi mobil terlaris kedua di dunia. Tak seperti generasi pertama, generasi ini masuk Indonesia dan bahkan pernah menjadi armada taksi. Kita mungkin pernah mendengar nama julukan untuk mobil ini, yakni Toyota Corbet, alias Corolla Betawi.

Baca juga: Ini Dia Varian dan Spesifikasi Lengkap Toyota Corolla Cross

Generasi Ketiga: 1974-1979
Menawarkan lima model dari mulai versi hardtop dua pintu sampai wagon lima pintu. Dimensi bodi lebih besar dan bobot lebih berat. Performa juga ditingkatkan demi kenyamanan. Sejumlah fitur yang dibenamkan lebih canggih dibandingkan sebelumnya, misalnya pemakaian catalytic converter.

Fitur catalytic converter tersebut membantu membantu mendongkrak popularitas Corolla di pasar Amerika. Versi dua pintu mengadopsi mesin 1.2 liter, sedangkan empat lainnya 1.6 liter. Dipadukan dengan girboks manual 4 percepatan dengan opsional otomatis 3-speed dan manual 5-speed.

Simak video: Porsche 911 Turbo S Digeber 1:47,8 di Hockenheim, Sekencang Apa?

Tahun 1976, pabrikan memperkenalkan Corolla ‘liftback’ tiga pintu dan meremajakan body style seluruh Corolla tahun 1977. Setelah itu tak pernah berubah lagi.

Generasi Keempat 1979-1983
Kalau di Indonesia, generasi ini dikenal dengan sebutan Toyota Corolla DX. Generasi ini mendapat sejumlah penyempurnaan dari mobil sebelumnya. Bodinya melar lagi. Untuk pertama kalinya, suspensi per daun di belakang yang sudah dipakai sejak 1966, diganti dengan model ulir (coil spring).

Jantung pacu memakai mesin OHV 1.8 liter yang menghasilkan tenaga 75 hp. Girboks otomatis 3 percepatan atau manual 4 dan 5 speed menyalurkan tenaga ke roda belakang. Pada 1982, Toyota mengupgrade girboks otomatis dari 3-speed menjadi 4-percepatan. Lantas tahun 1983, Toyota memperkenalkan jantung pacu overhead cam 1.6 liter.

Baca juga: Masuki Fase Baru, Ini Daftar Mobil Elektrifikasi di Indonesia (Bagian 1)

Generasi Kelima 1983-1987
Untuk pertama kalinya, pada tahun 1983 pabrikan mengubah layout pengerak dari gerak roda belakang menjadi gerak roda depan. Tujuannya demi meningkatkan keluasan kabin dan menambah kenyamanan penumpang. Dikombinasikan dengan transmisi otomatis 4 percepatan dan manual 5-speed.

Toyota Corolla generasi kelima dianggap sebagai model baru yang paling komprehensif dan revolusioner sepanjang sejarahnya. Yang menarik lagi adalah, teknologi yang dipakai lebih canggih lewat penerapan teknologi berbasis komputer.

Tahun 1984,  Toyota Corolla memperkenalkan mesin SOHV 1.6 liter pada model SR5 yang menghasilkan tenaga 90 hp. Juga memperkenalkan Corolla GT-S dengan mesin DOHC 1.6 liter menghasilkan 112 hp.

Baca juga: Daftar SUV Di Bawah 300 Jutaan, Ini Pilihannya

Generasi Keenam 1987-1991
Generasi keenam ditandai dengan versi coupe berpenggerak roda belakang. Versi liftback digantikan oleh coupe FWD. Pabrikan menyediakan wagon dengan penggerak AWD All-Trac dan memakaikan teknologi yang sama pada model sedan tahun 1989.

Untuk engine, semuanya 4 silinder segaris dengan ragam teknologi dan output. Terdapat varian karburator 90 hp, injeksi 100 hp dan versi EFI 115 hp. Memasuki tahun 1990, semua model Corolla memakai injeksi dengan tenaga standar 102 hp.

Untuk versi Corolla GT-S mampu menghasilkan tenaga 130 hp. Dan pada 1991, versi coupe tidak diproduksi lagi.

EKA ZULKARNAIN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Peugeot 508 PSE Mendebut, Versi Performa Berjantung Plug-in Hybrid

PARIS, carvaganza.com - Peugeot telah merilis model paling bertenaga dalam jajaran produknya. Adalah 508 Peugeot Sport Engineered (PSE) yang merupakan hasil besutan divisi performa...

50 Tahun Mitsubishi Motors, Ini Kata Brand Ambassador Mereka

JAKARTA, Carvaganza -- Mitsubishi Motors Corporation (MMC) merayakan usianya yang ke-50 tahun ini. Artinya MMC sudah diresmikan sejak 50 tahun lalu, meski Mitsubishi sendiri...

F1: Bottas Ambisius Ingin Jegal Hamilton di GP Rusia 2020

SOCHI, Carvaganza.com - Di Formula 1 saat ini, Valtteri Bottas menjadi satu-satunya penantang realistis Lewis Hamilton untuk merebut kejuaraan dunia. Saat ini F1 2020...

Toyota dan Mitsubishi: Kita Wait and See Keputusan Pajak Nol Persen

JAKARTA, Carvaganza.com -  Rencana mengnolkan pajak untuk penjualan kendaraan baru menjadi sangat menarik. Diskusi di ruang-ruang publik pun terbangun, karena kalau itu terealisasi publik...

Asuransi Astra Salurkan Donasi Beasiswa Rp 300 Juta untuk SLB B Sana Dharma

JAKARTA, Carvaganza -- Pandemi Covid-19 berdampak ke banyak sektor, termasuk dunia pendidikan. Seperti yang dialami SLB B Sana Dharma di Cilandak Barat, Jakarta. Guna...