Beranda Features TWTW: Timepieces, Sejarah Jam Mobil

TWTW: Timepieces, Sejarah Jam Mobil

PERNAHKAH Anda menemukan mobil standar tanpa dilengkapi jam, baik dalam versi analog maupun digital? Jarang sekali, kan? Perangkat penunjuk waktu tersebut begitu biasa sampai kita tak lagi menganggapnya istimewa. Tapi kita akan menjadi terganggu jika jam di mobil rusak atau tak menunjukkan waktu yang tepat karena jam memegang peranan cukup penting dalam hidup kita.

Nenek moyang kita juga menyadari hal itu. Pada abad ke-18, ketika manusia mulai sering melakukan perjalanan dengan kereta kuda, mereka butuh penunjuk waktu yang bisa dibawa. Maka mereka meletakkan jam di dalam kereta kuda tersebut. Salah satunya dengan menempatkan jam saku ke dalam kantung kulit yang disandangkan di bagian depan kereta. Bahkan Abraham-Louis Brequet – brand Brequet tetap bertahan sampai sekarang – menciptakan jam yang tahan guncangan untuk kepentingan ini.

Kemudian muncullah inovasi yang mengubah dunia pada abad ke-19: mobil. Maka produsen jam mulai membuat penunjuk waktu khusus untuk mobil. Salah satunya adalah Walthman Watch Company. Dalam iklannya, perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi dari 1850-1957 tersebut mencantumkan, “One of the functions of the automobile is to save time. To dispose of your time effectively, you must know the right time.”

Sebelum jam mobil menyatu dengan dashboard, penunjuk waktu tersebut dibuat berukuran besar agar tidak dicuri.”

Di era ini, jam tidak menyatu (built-in) dengan dashboard mobil sehingga mudah untuk dicuri. Maka pabrikan jam membuatnya semakin besar agar tak muat di dalam kantung. Di awal 1900-an, produsen speedometer mulai ikut memasarkan jam sebagai aksesoris aftermarket. Beberapa produk memiliki desain yang mirip dengan jam kapal. Bahkan TAG Heuer mematenkan “Time of Trip”, dashboard chronograph untuk mobil dan pesawat, pada 1911.

Kemudian pada 1930-1940-an, jam elektrik mulai diperkenalkan meski beberapa masih menggunakan jam manual yang harus diputar agar tetap terus bekerja. Baru pada 1950-an jam elektrik mobil mulai benar-benar mendominasi pasar dan untungnya bertahan sampai sekarang. Bayangkan jika kita masih harus memutar jam secara manual. Tentunya regulasi lalu lintas bertambah: “dilarang menggunakan telepon genggam dan memutar jam saat mengemudi”.

MIRAH PERTIWI



Last Updates

Ini 7 Layanan Auto2000 Selama Mudik Lebaran

JAKARTA, 26 Mei 2019 – Tak terasa Hari Raya Idul Fitri 1440 H tinggal 10 hari lagi. Mudik Lebaran menjadi agenda...

Toyota Kijang, Mobil Bekas Paling Diburu Jelang Lebaran

JAKARTA, 25 Mei 2019 – Bulan suci Ramadhan dan jelang lebaran mendongkrak jual beli mobil bekas. Selain pencarian, supply mobil...

Peugeot Unjuk Gigi di Turnamen Tenis Roland Garros

PARIS, 25 Mei 2019 – Turnamen tenis Prancis Terbuka atau juga dikenal dengan Roland Garros kembali digelar selama 2 pekan...

Masalah Global, Ekspor Toyota Melorot 6% di 4 Bulan Pertama 2019

JAKARTA, 24 Mei 2019 – Ekspor kendaraan utuh (Complete Build Up/CBU) bermerek Toyota pada bulan Januari hingga April 2019 mengalami...

Tambah Kekuatan, Peugeot Boyong SUV 5008 ke Indonesia Bulan Depan

JAKARTA, 24 Mei 2019 – Setelah cukup sukses dengan sport utility vehicle (SUV) Peugeot 3008 di pasar Indonesia, PT Astra...