Toyota Perluas Kehadiran Mobil Elektrifikasi, Apa Kelebihannya?

JAKARTA, carvaganza – Dalam waktu yang cukup berdekatan, Toyota Astra Motor meneguhkan tonggak kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Di Maret, TAM menghadirkan Prius PHEV, berkolaborasi dengan taksi online. Pada Agustus 2020, menghadirkan satu lagi pilihan Hybrid Electric Vehicle (HEV) melalui Corolla Cross dengan harga yang makin affordable,  dan pada akhir November melengkapi pilihan dengan merilis mobil listrik Lexus UX 300e.

Lexus sendiri masih merupakan bagian dari sayap bisnis Toyota Motor Company (TMC) di segmen premium. Dan eksistensinya di pasar nasional masih berada di bawah payung Toyota Astra Motor.

Toyota telah tampil sebagai pioneer pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia pada tahun 2009 dengan menghadirkan Prius Hybrid Electric Vehicle sebagai tahap awal mengedukasi pasar. Sekaligus menyosialisaskan mobil ramah lingkungan kepada masyarakat, yang masih terus dilakukan hingga kini.

Baca juga: Mobil Elektrifikasi Toyota Makin Diminati, C-HR Paling Laris



Lengkapnya ‘susunan model’ Toyota dalam hal elektrifikasi, memperlihatkan keseriusan pabrikan untuk mengembangkan ‘engine setrum’ di negeri ini. Bahkan Toyota Indonesia sudah berencana memproduksi mobil HEV di sini mulai tahun 2022 mendatang untuk pasar domestik dan ekspor.

Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto pernah menyatakan keseriusan itu kepada media. Ia menyatakan Toyota akan terus memperluas pasar kendaraan elektrifikasi, sebagai bagian dari memberikan pilihan terbaik kepada konsumen. Selain itu juga sebagai bagian dari komitmen Toyota dalam mendukung program pemerintah.

Segmen yang cocok untuk Indonesia


Nah, sekarang pertanyaannya bagi kita sebagai konsumen, dari semua segmen mobil elektrifikasi itu (HEV, PHEV dan BEV) mana yang paling pas untuk pasar Indonesia? Itu semua dikembalikan lagi ke kebutuhan pelanggan masing – masing. Karena tentunya kebutuhan tiap orang berbeda-beda.

Saat ini, model kendaraan elektrifikasi yang paling banyak digunakan ialah Hybrid Electric Vehicle (HEV). Pasalnya, infrastrukturnya sudah lengkap karena jantung pacu elektrik pada HEV melengkapi mesin konvensiona ICE (Internal Combustion Engine).

Tujuan dikembangkannya mesin HEV salah satunya adalah untuk ‘menghijaukan bumi’ lewat kendaraan ramah lingkungan dan efisien bahan bakar. HEV mampu merepresentasikan itu. Contoh, dari hasil road test yang dilakukan oleh OTO Media Group terhadap Toyota Corolla Cross HEV, konsumsi BBM kombinasi dalam kota dan tol mencapai 22,6 per liter.



Baca juga: TEST DRIVE Toyota Corolla Cross Hybrid, Seberapa Mumpuni dan Irit Saat Diajak Bertualang? (Bagian 1)

Toyota Corolla Cross HEV mengadopsi mesin naturally aspirated 1.8 liter yang menghasilkan tenaga 98 PS dan torsi puncak 142 Nm. Ditambah lagi tenaga dari motor listrik sebesar 72 PS dan torsi 162 Nm. Catatan konsumsi BBM yang bagus untuk SUV berbobot 1.385 kg dan engine 1.8 liter.

Dalam hal perawatan, mobil HEV juga tidak rumit, tidak berbeda dengan perawatan mobil ICE. Baterai yang terpasang tak perlu dirawat secara khusus. Level emisi karbon yang dihasilkan oleh Corolla Cross HEV juga hanya sekitar 98 g/km.

Jika memang kedepannya kita akan melangkah ke pasar mobil listrik murni, publik sudah teredukasi lewat kehadiran teknologi hybrid. Jadi, konsumen memiliki batu lompatan yang cukup baik untuk menjangkau visi yang lebih jauh lagi.



EKA ZULKARNAIN 

 

Artikel yang direkomendasikan untuk anda