Toyota Indonesia 50 Tahun, Dari Sunter Menjelma Jadi Raksasa

JAKARTA, Carvaganza – Pada tahun ini, Toyota sudah memasuki usia 50 tahun di Indonesia. Pabrikan telah berkembang bersama masyarakat Indonesia dan tumbuh bersama denyut perekonomian bangsa ini. Sampai sekarang, Toyota menjadi pabrikan yang memiliki outlet terbanyak di Indonesia. Sebanyak 333 outlet yang tersebar di seluruh negeri.

Toyota Indonesia lahir dari kerjasama antara Toyota Motor Corporation (TMC) dengan PT Astra International pada April 1971. Kedua pihak mendirikan perusahaan bernama PT Toyota-Astra Motor (TAM) sebagai perusahaan importir mobil Toyota.

Hanya berselang dua tahun pada 1973, disusul mendirikan perusahaan perakitan kendaraan dengan diberi nama PT Multi Astra. Perusahaan ini didirikan di dalam rangka mendukung upaya pemerintah mempercepat industrialisasi termasuk di bidang otomotif. Di dalam perkembangannya pabrik PT Multi Astra ini dikenal sebagai Pabrik Sunter 1.

Pada 1976, Toyota Indonesia tumbuh lagi dengan mendirikan PT Toyota Mobilindo. Perusahaan didirikan untuk merespon kebijakan pemerintah tentang kedalaman Tingkat Kandungan Dalam Negeri. Kebijakan inilah yang akhirnya melahirkan Toyota Kijang Generasi Pertama yang dirilis tahun 1977. Modelnya ini sering dijuluki Kijang Buaya. Kenapa mendapat julukan demikian? Karena model buka tutup kap mesin depannya overlap hingga ke sisi bodi. Jadi kalau kap mesinnya dibuka mirip dengan buaya yang mulutnya sedang menganga.

Kijang generasi perdana ini diproduksi dari tahun 1977 sampai 1981. Total unit yang diproduksi pada waktu itu 1.168 unit.

Nama PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mulai muncul pada tahun 2003 ketika TAM melakukan reorganisasi dipecah menjadi dua. Yaitu menjadi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang fokus dibidang produksi kendaraan serta ekspor, dan PT Toyota-Astra Motor (TAM) yang fokus menangani penjualan domestik serta pelayanan purna jual.

Kijang generasi perdana, Buaya

Toyota Indonesia membuat mesin

Seiring dengan perkembangan waktu, Toyota Indonesia pun mulai melokalkan pembuatan mesin tahun 1982 berupa mesin tipe 5K. Terlaksana setelah mendirikan perusahaan bernama PT Toyota Engine, sekaligus memperlihatkan keseriusan pabrikan Jepang ini untuk menjadi bagian dari perkembangan otomotif nasional.

Pabrik mesin ini kemudian menjadi cikal bakal Pabrik Sunter II (Plant Sunter 2). Pada tahun 1987, Toyota Indonesia menjadi pionir eksportir otomotif nasional dengan melakukan ekspor perdana Toyota Kijang dalam bentuk CBU ke negara Brunei Darussalam.

Dua tahun setelah melakukan ekspor, empat perusahaan Toyota PT Toyota-Astra Motor, PT Multi Astra, PT Toyota Mobilindo dan PT Toyota Engine Indonesia dilebur menjadi PT Toyota Astra-Motor (TAM). Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan mempermudah koordinasi di dalam mengambil keputusan.

Toyota mencatatkan total jumlah produksi 1 juta unit pada 1996. Total produksi itu diraih dalam rentang waktu 7 tahun dari tahun 1989. Sebelumnya, untuk meraih angka total produksi 500.000 unit Toyota Indonesia harusmeraihnya selama 15 tahun dari 1974 sampai 1989.

Sekarang ini, sampai tahun 2019, total jumlah produksi Toyota di Indonesia mencapai 3.730.000 unit. Dengan jumlah total ekspor CBU 1.664.600 unit atau mengalami kenaikan 208.500 unit dibandingkan tahun 2018, yang total mencapai 1.456.100 unit.

Dengan didukung 5 pabrik manufaktur mobil dan mesin berlokasi di Sunter, Jakarta dan Karawang, Jawa Barat, Toyota Indonesia menjadi salah satu basis produksi di pasar Asia Pasifik. Telah mengekspor produk buatannya ke lebih dari 80 negara di Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia dan Timur Tengah.

pabrik Toyota di Karawang

Kendaraan elektrifikasi

Di era kendaraan elektrifikasi yang sedang menghangat di tanah air, Toyota Indonesia sejak tahun 2009 sudah memperkenalkan mobil elektrifikasi. Di awali dengan diperkenalkannya Toyota Prius Hybrid. Sampai sekarang, Toyota telah memasarkan 10 line-up mobil berteknologi elektrifikasi. Terdiri dari 8 Hybrid Electric Vehicle (HEV), 1 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan 1 Battery Electric Vehicle (BEV). Termasuk di antaranya adalah Toyota Corolla Cross Hybrid, Camry Hybrid, C-HR Hybrd dan Lexus UX 300e yang pure bertenaga listrik.

Memang pabrikan yang memasarkan mobil elektrifikasi di Indonesia bukan hanya Toyota, sejumlah pabrikan besar lain sudah memperkenalkan juga. Di antaranya Wuling, BMW, Mitsubishi dan pabrikan asal Korea Selatan, Hyundai. Namun Toyota menjadi pemilik line-up mobil elektrifikasi terbanyak di sini.
Jika aturan baru pemerintah Indonesia yang mengatur soal mobil elektrifikasi berlaku pada tahun 2022, mobil mesin konvensional akan tumbuh besar. Pasalnya, harganya akan lebih affordable dibandingkan sekarang.

EKA ZULKARNAIN

Artikel yang direkomendasikan untuk anda