TIPS: Bagaimana Memilih Kaca Film yang Baik?

JAKARTA, 1 Februari 2019 - Kaca film dipasang bukan hanya sebagai aksesori yang dapat mempercantik tampilan mobil atau melindungi barang-barang Anda di mobil agar tidak terlihat. Tapi, kaca  film yang baik harus mereduksi bahaya radiasi matahari sekaligus mereduksi bahaya kaca beterbangan saat terjadi kecelakaan.

Kaca film terbaik tentunya harus mampu bekerja untuk menolak panas sinar infrared dan radiasi ultra violet (UV) semaksimal mungkin. Namun dengan tetap mempertahankan cahaya tampak (Visible Light). Bahkan ketika malam hari tidak menyulitkan pandangan Anda untuk melihat ke sekeliling  mobil tentunya.

"Kaca film yang baik, antara lain, yang memiliki kemampuan memantulkan panas seperti cermin, bukan menyerap panas seperti spons," ujar teknisi V-Kool, Nanang kepada Carvaganza di flagship store V-Kool di Kemayoran, Selasa (29/1).

Kaca film yang bagus tidak hanya memberi kenyamanan dari panas matahari dan keamanan, tetapi juga meringankan kerja air conditioner (AC). Sehingga konsumen juga bisa hemat bensin.



Kata Nanang, dia menganjurkan kegelapan kaca depan 20 persen, sedangkan sisi lainnya 60 persen. Produk tersebut adalah VK70 untuk kaca depan dan V-Kool VIP untuk samping dan belakang. Teknologi yang digunakan oleh V-Kool telah menggunakan teknologi terdepan dalam produksi kaca film dan konstruksi sudah multi layer of dielectric rare metals.

Nama teknologinya memang tidak disebutkan olehnya, tapi ia menambahkan bahwa kaca film V-Kool sudah dapat menolak panas dengan meneruskan cahaya yang masuk lebih banyak. Sehingga pengendara dan penumpang dapat melihat keluar secara bebas dan leluasa.

Saat pemasangan pun tidak bisa langsung melepas kaca film lama dan pasang model barunya. Tapi, para teknisi V-Kool memasang dengan wajib membuka karet kaca dan membersihkan debu yang melekat di dalam pintu, regulator kaca dan di kaca mobil itu sendiri.

Kemudian, teknisi harus menggunakan solasi kertas untuk melindungi air memasuki kabin. Bahkan untuk beberapa bagian dilapisis dengan handuk guna menghindari cipratan air pembersih ataupun kotoran film.

Selanjutnya, setelah melepaskan film lama para teknisi wajib membersihkan kaca mobil dari lem yang melekat menggunakan air shampoo atau air sabun. Setelah itu, bisa lanjut dipasangkan kaca film tersebut.

VALDO PRAHARA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda