Beranda Drives TEST DRIVE: McLaren GT, Tak Semewah Bentley Tapi Performanya Sadis

TEST DRIVE: McLaren GT, Tak Semewah Bentley Tapi Performanya Sadis

SINGAPURA, Carvaganza.com – Mencoba mengingat-ingat ragam model McLaren dan klasifikasinya merupakan sebuah tantangan. Tapi sebetulnya ada yang lebih menantang; mengingat model McLaren GT yang posisinya terselip di Super dan Ultimate Series.

Supercar ini dibuat untuk mengisi celah dalam line-up pabrikan Woking yang memang sudah lengkap di kelasnya. Meskipun diproduksi dengan blueprint yang sama dengan model McLaren yang ada sekarang, GT memiliki bodi lebih ramping, elegan namun terlihat muscular. Kalau saya bilang sih, penampilannya lebih sopan. Berbeda dengan track car McLaren seperti 600LT.

Monokok serat karbonnya dibuat atas dasar platform MonoCell 2-T yang sudah dimodif ulang. T sendiri artinya Touring. Mesin V8 twin-turbo yang diadopsi pun sudah didesain ulang agar mampu mengakomodasi area bagasi belakang berkapasitas 420 liter. Ruang kabinnya direkayasa sekedap mungkin, namun sensasi suara mesin 620 hp tetap terdengar dari dalam.

Salah satu superioritas McLaren terletak pada teknologi suspensi. Damper cross-link yang unik membuat mobil menjadi lebih stabil tanpa membebani kerja pegas dan roll bar secara berlebihan. Tapi sayang, teknologi ini tidak dipakai pada model Sport Series, yang memakai damper dan spring konvensional. Begitu juga dengan setingan anti roll-barnya. Level kejut pegasnya jauh dikurangi untuk mengejar kenyamanan berkendara.

Impresi pertama yang didapat ketika menggunakan setingan Comfort adalah pengendaraan terasa halus. Baik dalam hal kerja suspensi, steering, transmisi maupun mesin. Transmisi Seamless-Shift Gearbox (SSG) dual-clutch memberikan perpindahan seperti girboks torque converter, namun masih terasa pada kondisi traffic perkotaan.

Tak Semewah Bentley

Jangan harap kenyamanan yang ditawarkan oleh McLaren GT ini selevel dengan Bentley. Kemewahannya terasa lebih simple, yang mungkin agak mencolok terlihat pada material kulit Nappa yang menyelimuti interior, jok bucket yang nyaman dan sistem audio 12 speaker Bowers & Bilkins. Sisanya malah terkesan sporty seperti layaknya supercar kelas atas.

Agar terlihat lebih praktis sebagai mobil harian, McLaren menambah luas bagasi belakang dengan kapasitas  420 liter. Pabrikan mengklaim bagasi mampu mengakomodasi tas golf, meskipun sebetulnya dari bentuk luasnya tidak standar untuk tongkat golf. Meskipun platformnya tetap sport, untuk masuk maupun keluar mobil tidak menyiksa berkat door sill yang lebih rendah.

Dalam hal performa dan handling, karakter GT tidak jauh berbeda dengan model McLaren lainnya. Mampu sprint dari 0 – 100 km/jam dalam waktu 3,2 detik dan 0 – 200 km/jam dalam waktu 9,0 detik. Top speed 326 km/jam sehingga tergolong serius untuk mobil kencang, tapi lebih pelan dari 600 LT atau 720S.

Dari segi bobot, McLaren GT memiliki dry weight yang cukup proper, 1466 kg. Tapi kalau dibandingkan dengan 600LT tentu lebih berat. Hanya 1247 kg. Selisih 174 kg, tentu saja menjadi faktor tambahan yang membuat GT tak bisa menyaingi performa sang kakak.

Mesin dan Drivetrain Lebih Jinak

Ketika membuat GT, tantangan bagi pabrikan adalah bagaimana menyelaraskan mesin dan drivetrain supercar agar sejinak grand touring. Mungkin seperti meminta Usain Bolt menari balet di atas lintasan atletik. Tak heran kalau GT terasa nyaman ketika melesat pada mode Comfort.

Tenaga mesin memang tidak terlalu responsif. Untuk mendapat dorongan tenaga yang lebih besar, Anda harus menginjak pedal gas lebih dalam. Tapi pada saat dipindahkan pada mode Sport, tenaga menjadi galak. Tinggal sentuh saja pedal gas dengan ujung jari kaki, tenaga langsung menyalak kencang.

Tapi bagaimana kalau ingin berkendara sedikit agresif di dalam kota, soalnya kalau memakai mode Sport akan cukup menyulitkan. Solusinya adalah posisikan suspensi di mode Comfort, transmisi pakai mode Manual. Dijamin memberikan sensasi yang sangat berbeda.

Perpindahan gigi manualnya secepat kilat sehingga memudahkan pergantian transmisi. Sangat menyenangkan jika memakai mode Sport dan Track di jalanan luar kota yang lengang. Tapi jangan coba-coba di dalam kota, cukup menyiksa. Pada saat suspensi diseting pada mode Sport, pengendaraan menjadi sedikit kasar tapi justru membuat mobil lebih enak diajak menikung cepat. Suspensi memang menjadi lebih keras dan mobil menjadi lebih stabil berkat damper cross-link.

Respon Setir Tajam

Tak seperti pabrikan mobil pada umumnya yang sudah berpindah pada electric power steering, McLaren masih tetap berpegang pada sistem power steering hidrolik. Tapi sudah dibantu dengan system fluida yang dipompa oleh motor listrik.

Feeling pengemudian lebih menyenangkan terutama bagi kalangan enthusiast. Setir menjadi terasa berat pada kecepatan tinggi dan bobotnya terasa lebih alamiah. Kecepatan respon setir terasa natural. Feeling seperti ini terasa langka di mobil-mobil sekelasnya.

Respon setirnya terasa tajam dan direct. Juga  karena dibantu oleh ban Pirelli P-Zero 20/21 inci. Sebetulnya sih dalam pengendaraan Comfort lebih ngegrip  Pirelli Cup atau Trofeo karena noisenya lebih rendah. Tapi pada saat mode Sport dan Track, P-Zero lebih unggul.

Dalam kondisi traffic stop and go, rem harus diinjak lebih dalam agar posisi berhentinya pas. Mobil tes yang saya kemudikan mengadopsi cakram dari baja, tapi pabrikan juga menyediakan opsional carbon-ceramic.

Kalau Anda menginginkan kekedapan kabin McLaren GT seperti mobil sedan, berarti Anda salah pilih. Dengan bentuk bodi dan kapasitas tempat duduk 2+2, jangan harap. Mungkin mewah untuk ukuran McLaren, tapi kurang jika dibandingkan dengan GT elit lainnya.

Yang pasti ini, ini bukan seperti GT kebanyakan. Nuansa sportynya begitu kental karena telah menjadi karakteristik McLaren. McLaren GT mungkin bermain di celah pasar yang sangat kecil, namun kekayaan tenaga mesin yang dimiliki memberikan pengalaman yang cukup berbeda dan menyenangkan.

Spesifikasi McLaren GT:

Harga: Mulai dari US$ 859.000.
Layout kendaraan: Grand tourer, coupe, mesin tengah, 2
penumpang, RWD.
Mesin: V8 twin-turbo 4.0L/ 620 hp at 7500 rpm/630 Nm @5500 – 6500 rpm
Transmisi: 7-Speed SSG (DCT)
0-100 km/jam: 3,2 detik
Top Speed: 326 km/jam
Konsumsi BBM: 11,9 liter/100km (kombinasi)

PENULIS: ANDRE LAM | ALIH BAHASA: EKA ZULKARNAIN | FOTO: PATRICK GOSLING

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

BMW Joyfest Hadir Lagi Tahun Ini, Banyak Aktivitas dan Hadiah Menarik

JAKARTA, Carvaganza.com – Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang sudah kesengsem ingin punya mobil BMW terbaru, akhir pekan ini akan bisa tersalurkan keinginannya. BMW...

Ferrari 488 GT Modificata, Mobil Balap Tanpa Batas untuk Kalangan Terbatas

MARANELLO, Carvaganza.com – Pilihan track-day toy dari Ferrari kembali bertambah untuk para pecinta kecepatan di sirkuit. Ferrari meluncurkan 488 GT Modificata, yang merupakan pengembangan...

Perusahaan Startup Asal Inggris, Naran Automotive Siapkan Hyper Coupe Bergaya Mobil Balap GT3

JAKARTA, Carvaganza.com – Perusahaan Startup asal Inggris, Naran Automotive kemarin (25/11) menampilkan mobil berkonfigurasi tempat duduk 2+2 yang desainnya terinspirasi dari mobil balap GT3....

Tak Terpengaruh Era Downsize Dan Turbo, Lamborghini Aventador Terbaru Pertahankan Mesin V12

JAKARTA, Carvaganza.com – Rumor yang bersikulasi tentang mobil flagship Lamborghini yang dipasarakan saat ini, Aventador akan segera berganti model terjawab sudah. Pernyataan ini disampaikan...

Ini 10 Hal Paling Menarik dari Lexus UX 300e

JAKARTA, Carvaganza.com – Resmi sudah keluarga PT Toyota-Astra Motor (TAM) memiliki mobil full electric dalam line up produk mereka, dengan meluncurnya Lexus UX 300e....