Tertarik Balapan Lain, Audi akan Tinggalkan Formula E

INGOLSTADT, Carvaganza.com – Audi memberikan kejutan di akhir tahun 2020 ini, dengan mengumumkan akan menyudahi partisipasinya di Formula E. Strategi baru Audi di motorsport akan diarahkan kembali ke balap ketahanan. Dengan begitu, Formula E akan ditinggalkan salah satu pabrikan besar.

Keputusan ini akan berlaku setelah musim balap 2020/2021 selesai, artinya Audi masih akan terlibat satu musim lagi di balap mobil listrik tersebut. Pabrikan Jerman tersebut melirik lagi ajang ketahanan Le Mans, dengan regulasi baru yang diterapkan. Pertimbangan utama dari keputusan ini tentunya ada pada alokasi anggaran pabrikan.

Audi tertarik dengan akan diterapkannya format LMDh, di mana mobil prototipe Le Mans akan menggunakan format prototipe baru. Regulasi baru ini akan debut pada musim 2022, di FIA World Endurance Championship (WEC). Selain itu, regulasi juga memungkinkan pabrikan turun dengan mobil berbasis hypercar produksi di balapan ini.

Di kelas dan regulasi baru yang menggantikan LMP1 itu, Audi akan reuni dengan Toyota dan Peugeot. Kemudian, Scuderia Cameron Glickenhaus juga akan bergabung ke kelas tertinggi endurance, bersama ByKolles juga. Toyota, Glickenhaus dan ByKolles akan langsung bergabung sejak 2021, sementara Peugeot baru akan aktif di 2022.

Terakhir kali Audi aktif di WEC adalah pada periode 2000 sampai tahun 2016. Berbekal mesin diesel yang menjadi andalan, kemenangan Le Mans 24 Hour sukses disapu bersih sepanjang 2000 sampai dengan 2014. Setelah Porsche yang sesama di bawah naungan Volkswagen Group bergabung di 2015, Audi hengkang pada akhir 2016.

Terbongkarnya skandal Dieselgate pada seluruh kendaraan diesel VW Group memberi dampak besar pada sisi finansial. Yang akhirnya VW harus mengurangi armadanya di WEC, hanya diwakili Porsche sampai tahun 2017. Audi bergabung ke Formula E sejak musim pertama, 2014/2015. Kemudian Porsche baru bergabung pada 2019/2020.

Debut Audi di Formula E tampil sebagai pendukung tim Abt Schaeffler, melalui brand Audi Sport. Baru pada musim 2017, Audi tampil sebagai tim pabrikan penuh. Sepanjang kiprahnya di Formula E, Audi konsisten tampil sebagai tim papan atas. Pada musim 2016/2017, Lucas di Grassi berhasil merebut gelar juara Bersama Audi. Menandai balapan Perdana Formula E dengan kemenangan di Beijing, Audi sejauh ini sudah meraih 12 kemenangan dan 43 podium.

Selain Formula E, Audi juga sudah putuskan tidak akan lagi ikut dalam balap turing dalam negerinya, yaitu DTM, mulai tahun depan. Namun Audi tetap berkomitmen akan mendukung aktivitas motorsport konsumen via kejuaraan GT3 dan balap turing lainnya.

Selain anggaran, Audi hengkang dari Formula E karena menganggap kejuaraan mobil listrik pertama dari FIA itu sudah memenuhi tujuannya. Berkat pengaruh Formula E, Audi melihat masyarakat dunia sudah mulai beralih ke mobil listrik.

Sumber: Motorsport

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda