Beranda Updates Shell Penuhi Kebutuhan Pelumas Indonesia dari Produksi Lokal

Shell Penuhi Kebutuhan Pelumas Indonesia dari Produksi Lokal

Foto: Syaiful Achmad

JAKARTA, 27 Desember 2018 – PT Lubricants Shell Indonesia, sebagai pabrikan oli Shell di Indonesia, telah memproduksi sebagian besar oli untuk kebutuhan pasar nasional melalui pabriknya yang terletak di Marunda Center, Bekasi.

Pabrik pemrosesan pelumas itu sudah beroperasi sejak tahun 2015 dan telah memenuhi pasar konsumen, komersial serta Industri. Produk-produk yang dihasilkan adalah Shell Helix, Shell Advance dan lain-lain.

Demikian ujar Andreas Gabriel Pradhana, Marketing Director Lubricants Shell Indonesia, kepada Carvaganza beberapa waktu lalu. Bahkan menurutnya, pelumas untuk mobil Low Cost Green Car (LCGC) yang dipersiapkan secara khusus oleh Shell untuk pasar Indonesia juga diproduksi oleh Shell di pabriknya di Marunda.

Pabrik tersebut berdiri di atas lahan seluas 75.000 meter persegi (7 ha) dengan total produksi 136 juta liter pelumas setiap tahun. “Dari pabrik tersebut kami memenuhi sebagian besar kebutuhan pasar lokal Indonesia, tetapi kami juga masih mengimpor beberapa pelumas. Jadi produksi pelumas dari pabrik di Marunda seluruhnya untuk kebutuhan oli lokal,” ujar Andreas.

“Dengan adanya pabrik tersebut, harga pelumas menjadi lebih terjangkau dengan kualitas yang tetap terjaga. Kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen sehingga kami bisa terus meningkatkan kepuasan konsumen,” tambah Andreas.

Menjawab soal pemalsuan oli di Indonesia, mantan ketua Persatuan Pelajar Indonesia Nottingham, Inggris, mengungkapkan bahwa Shell menerapkan teknologi Jam Jar, yakni berupa komponen yang diletakkan di kemasan botol pelumas Shell Helix dan jika dibuka akan terdapat QR Code yang unik. Jadi bengkel akan men-scan dan bengkel akan memberitahu jika oli ini palsu atau asli.

Teknologi ini sudah terdapat di semua produk pelumas Shell Helix. Menurutnya, teknologi tersebut bukan hanya sebagai anti-counterfeit namun juga sebagai sistem poin untuk bengkel atas penjualan Shell HeliX.

“Kami juga mensosialisasikan tentang teknologi Jam Jar itu ke bengkel-bengkel dan bengkel-bengkel ini juga akan mengomunikasikan teknologi kami  kepada konsumen. Kami memasang poster-poster di bengkel yang mengingatkan kepada konsumen mengomunikasikan penggantian oli Shell-nya dengan pihak bengkel itu sendiri,“ tambahnya.

EKA ZULKARNAIN