Sebelum Purosangue, Deretan Ferrari Ini Bisa Dinaiki 4 Orang

Ferrari Mondial

JAKARTA, Carvaganza – Ferrari akhirnya merilis Purosangue yang didaulat menjadi SUV (meski enggan mereka sebut SUV) pertama pabrikan dengan menawarkan konsep empat penumpang maupun 2+2. Selama ini Ferrari memang dikenal sebagai kendaraan sport yang berorientasi pada performa dan kenikmatan berkendara pemiliknya. Namun Purosangue bukan lah kendaraan pertama yang menawarkan konsep empat penumpang di jajaran Ferrari.

Bahkan Enzo Ferrari, sang pendiri, dikenal lebih memilih sering mengendarai Gran Turismo empat kursi dibandingkan model sport Ferrari lainnya.

Berikut ini kami jajaran kendaraan Ferrari dengan konfigurasi empat penumpang dan beberapa diantaranya merupakan model populer di kalangan car enthusiasts.

Ferrari 250 GTE

Ferrari 250 GT/E

Setelah sukses merilis banyak keluarga 250 di pasaran, Ferrari akhirnya mengenalkan pertama kali sedan grand touringnya yakni 250 GT/E. Kehadiran 250 GT/E kemudian sukses besar di pasaran dan mencetak rekor penjualan terbaik di awal penjualan Ferrari. Saat itu meski sudah menawarkan konfigurasi 2+2, bangku belakangnya masih dirasa kurang nyaman untuk ukuran orang dewasa.

Baca Juga: Ferrari Purosangue Mendebut, Pabrikan Tak Mau Menyebutnya SUV

Desainnya juga tidak terlihat lebih elegan dan tidak intimidatif seperti lini 250 lainnya, sedangkan bagian dalamnya Ferrari menghadirkan nuansa yang lebih mewah dengan desain khas sedan touring. Sektor mesinnya diambil dari 250 GT yakni V12 3.0 liter yang menghasilkan tenaga maksimal 237 hp dengan torsi puncak yang mencapai 265 Nm. Menurut catatan Ferrari terdapat 1.000 unit 250 GT/E yang terjual sepanjang 1960-an dengan banderol US$ 11.500 atau setara Rp 161 Jutaan. Namun beberapa tahun kemudian di era 1980-an harganya melejit berkali lipat dan menjadi salah satu incaran para car enthusiasts dunia.

Ferrari 330 2+2

Ferrari 330 2+2

Kehadiran Ferrari 330 2+2 ini merupakan lanjutan dari 250 GT/E yang tampil jauh lebih segar dengan kapasitas mesin yang juga ditingkatkan menjadi V12 4.0 liter. Artinya performanya pun meningkat, tenaga yang dihasilkan saja mencapai 300 hp dengan kecepatan maksimal 245 km/jam. Selain itu Ferrari menghadirkan beberapa varian salah satunya ialah dengan 330 GT dengan desain cat eye empat lampu yang kontroversial.

Hadir pula 330 seri II dengan tampilan yang sangat mirip dengan 250 GT/E baik dari desain fascia depan, penggunaan lampu utama hingga tarikan garis bodinya. Meskipun beberapa orang juga menyangka 330 adalah 250 GT/E yang berganti nama sementara di beberapa bagiannya keduanya begitu mirip. Kabarnya Enzo Ferrari juga menyukai 330 GT dan digunakan sebagai kendaraan harian, bintang lain yang juga tertarik oleh Ferrari 330 GT 2+2 adalah John Lennon dari The Beatles.

Ferari 365 GT 2+2

Ferrari 365 GT 2+2

Mengambil pelajaran dari model 2+2 sebelumnya, Ferrari 365 hadir dengan konsep yang lebih nyaman khususnya di dalam kabin. Ruang interiornya dibuat lebih lega dengan menyematkan sejumlah ornamen elegan seperti kulit dan kayu di beberapa bagiannya. Mulai dari konsol tengah, lingkar kemudi, panel instrumen hingga seluruh bagian dashboard dan doortrim juga dibungkus dengan kayu.

Sementara urusan performanya, Ferrari 365 GT juga menawarkan paket mesin yang lebih besar yakni V12 4.4 liter. Mesin tersebut dikawinkan dengan transmisi manual 5-percepatan yang menghasilkan tenaga hingga 315 hp serta kemampuan berakselerasi 0–100 km/jam dalam waktu 7 detik saja. Selain itu, Ferrari 365 GT juga menerapkan sistem power steering sebagai standar dan suspensi belakangnya menggunakan sistem hidropneumatic self-leveling. Berkat racikan yang apik tersebut, pabrikan sukses menjual 365 GT 2+2 hingga 800 unit dalam waktu yang relatif singkat.

Ferrari 365 GTC4

Ferrari 365 GTC/4

Kehadiran Ferrari 365 GTC/4 ini sekaligus menggantikan 365 GT 2+2 yang telah eksis selama satu tahun. Konsep yang ditawarkan oleh 365 GTC/4 adalah sedan sport empat kursi dengan bodi yang lebih kompak dan mirip dengan 365 Daytona 2-seat. Di samping itu, chassis yang digunakan oleh Ferrari 365 GTC/4 ini memang milik Daytona. Tetapi terdapat sejumlah penyempurnaan lain seperti sistem power steering dan sistem suspensi belakang yang bekerja secara otomatis.

Baca Juga: 12 Hal Yang Wajib Diketahui Dari SUV Pertama Ferrari, Purosangue

Menurut catatan Ferrari, terdapat 500 unit 365 GTC/4 yang diproduksi hingga akhirnya berakhir pada era 1971 dibangun sebelum produksi berakhir pada tahun 1972, meskipun penerus mobil ini menggunakan banyak mekanisme yang sama.

Ferrari 365 GT4

Ferrari 365 GT4 2+2

Berbeda dengan produksi 365 GTC/4 dilakukan setahun kemudian setelah pendahulunya, Ferrari 365 GT4 yang hadir dengan tampilan revolusioner diproduksi dengan rentang waktu yang panjang. Ferrari memproduksi 365 GT4 dengan berbagai varian dan model sejak 1972 hingga 1989, tercatat sekitar 3.000 unit terjual dalam periode waktu itu untuk seluruh konsumen di dunia.

Meskipun ada beberapa hal unik yang melekat pada beberapa model 365 GT4. Salah satunya ialah generasi pertama Ferrari 400 yang menggunakan transmisi otomatis 3-percepatan merupakan hasil produksi General Motors (GM). Selain itu, Ferrari 365 GT4 tidak hanya dikenal sebagai kendaraan klasik yang besar tetapi juga memiliki mesin V12 yang nyaman dikendarai untuk harian.

Ferrari Dino 308 GT4

Ferrari Dino 308 GT4

Awalnya Ferrari Dino adalah rencana pabrikan untuk membuat sub brand yang menghadirkan kendaraan sports dengan harga terjangkau. Oleh karena itu, Ferrari Dino menggunakan mesin V8 dan diletakkan di tengah bodi, selain itu mereka juga berhasil menempatkan ekstra dua kursi di baris keduanya.

Sejumlah car enthusiasts tidak melihatnya sebagai Gran Turismo tetapi lebih kepada sedan sport dengan empat tempat duduk. Meski dirancang oleh rumah desain Bertone tetapi beberapa konsumen juga banyak yang kurang menyukai desainnya salah satunya ialah tidak terlihatnya garis bodi yang atletis. Tetapi Ferrari Dino merupakan model paling ikonik pasalnya dari sinilah Ferrari V8 bermesin tengah dimulai dan dilanjutkan pada model-model terbarunya.

Ferrari Mondial

Ferrari Mondial

Semakin tingginya minat konsumen pada kendaraan Ferrari membuat pabrikan juga menyajikan model dengan desain yang lebih dinamis. Salah satunya ialah Ferrari Mondial yang menjadi penerus dari 308 GT4 dengan mempertahankan desain mesin yang ditujukan agar lebih praktis. Sayangnya proporsi yang dihasilkan Mondial malah terlihat aneh dari jajaran Ferrari lainnya saat itu.

Meski demikian, Ferrari tetap melakukan beberapa kali revisi terhadap Mondial sepanjang eksistensinya mulai dari 1980-an hingga 1989. Terdapat empat model Mondial yang dipasarkan oleh Ferrari yakni Mondial 8, QV, 3.2 dan Mondial T, sayangnya penjualan tidak terlalu sukses seperti harapan pabrikan.

Ferrari 456 GT

Ferrari 456 GT

Hadir di tahun 1992, Ferrari 456 GT merupakan salah satu model yang paling berpengaruh untuk eksistensi perusahaan saat ini. Selain itu, sang pemilik Enzo Ferrari juga tengah mengalami sakit di akhir masa hidupnya. Namun Luca Di Montezemolo yang saat itu menjadi Chairman Ferrari memutuskan untuk memasarkan 456 GT dengan mengembalikan kembali keanggunan Ferrari 2+2 di era 1960-an.

Meskipun beberapa orang masih saja menganggap 456 GT merupakan sedan sport yang biasa saja. Tapi dalam urusan performa, Ferrari 456 GT memiliki mesin V12 baru yang dikawinkan dengan transmisi otomatis 6-percepatan. Hasilnya 456 GT mampu melesat dengan kecepatan maksimal 289 km/jam serta tenaga maksimal mencapai 442 hp.

Ferrari 612 Scaglietti

Ferrari 612 Scaglietti

Konsep yang diterapkan oleh Ferrari 612 Scaglietti adalah mengikuti konsep sedan sport dengan desain modern seperti 456 GT. Ternyata hal tersebut malah membuatnya tidak disukai oleh pecinta Ferrari sungguhan dan membuat penjualannya begitu lambat. Namun, sekarang Ferrari 612 Scaglietti menjadi salah satu model yang paling diincar oleh kolektor dan pecinta sedan sport klasik. Terutama adalah model dengan transmisi manual yang dikenal paling langka di dunia.

Baca Juga: TEST DRIVE: Ferrari 296 GTB, Performa V6 Meyakinkan Dengan Sentuhan Hybrid

Ternyata saat ini mereka yang menyukai 612 Scaglietti memiliki perhitungan yang lebih dinamis. Pasalnya beberapa orang di antaranya menyebut 612 Scaglietti memiliki perpaduan sempurna antara GT yang nyaman dengan performa tinggi dari sebuah sedan sport. Sayangnya, karena produksinya tidak terlalu banyak pada 2004, membuatnya sulit ditemukan saat ini oleh para kolektor.

Ferrari California

Ferrari Californa

Sepanjang kehadiran kendaraan Ferrari dengan empat kursi, rasanya California merupakan salah satu model yang paling praktis di antara yang lainnya. Meski banyak orang yang mencela soal desainnya, tetapi Ferrari California tetap menjadi model paling populer saat itu. Pasalnya banyak pembeli pertama Ferrari akan memilih California karena kebanyakan digunakan sebagai kendaraan harian dan untuk mengangkut anggota keluarga.

Pada generasi pertama, Ferrari California dibekali dengan mesin V8 dengan kapasitas 4.3 liter  yang menghasilkan tenaga 453 hp dengan torsi puncak yang mencapai 485 Nm. Pada 2015 hadir lagi generasi kedua dengan mesin yang lebih ringkas yakni V8 3.9 Turbocharged serta memiliki desain yang tidak terlalu kontroversial. Namanya kemudian berubah menjadi Ferrari California T berkat aplikasi turbo di mesin barunya. Model ini kemudian berevolusi menjadi Portofino.

Ferrari FF

Ferrari FF

Sempat disebut sebagai model yang kurang “Ferrari” tapi ternyata Ferrari FF mampu menepis anggapan tersebut. FF adalah hacthback pertama Ferrari dan juga pertama kali menerapkan sistem penggerak all-wheel drive dengan menggunakan konsep yang kompleks dan dikembangkan secara mandiri.

FF adalah model pertama Ferrari yang benar-benar bisa diisi empat orang dengan layak. Di dalamnya, kabin Ferrari FF mampu menampung empat orang dewasa dengan posisi duduk yang nyaman.

Sementara bergeser ke urusan performanya, Ferrari FF juga termasuk salah satu model yang paling enak untuk dikendarai. Mesin V12 berkapasitas 6.3 liter ini mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 651 hp ke seluruh rodanya.

Ferrari GTC4Lusso

Ferrari GTC4Lusso

Ferrari akhirnya melakuan sejumlah pembaruan yang signifikan pada FF dan kemudian mengganti namanya menjadi Ferrari GTC4Lusso. Terdapat mesin V12 dengan kapasitas 6.3 liter yang menghasilkan tenaga 681 hp dengan torsi puncak mencapai 697Nm. Menurut pabrikan mesin ini jauh lebih cocok untuk sistem penggerak all-wheel drive yang dimiliki oleh GTC4Lusso.

Tidak lama kemudian menyusul versi lebih terjangkau dengan nama GTC4Lusso T, yang mengadopsi mesin V8 3.9 liter turbo milik Ferrari yang sangat populer. Selain mesin, di versi ini Ferrari menanggalkan sistem all-wheel drive yang ada di versi V12.
(ALVANDO NOYA / WH)

Baca Juga: Generasi Baru Ford Mustang Lahir Menutup Era Mesin Pembakaran Murni

Sumber: Road and Track

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Ferrari Pilihan

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Artikel Feature