TEST DRIVE: Ferrari 296 GTB, Performa V6 Meyakinkan Dengan Sentuhan Hybrid

Ferrari 296 GTB

JAKARTA, Carvaganza - Line up Ferrari mendapatkan angin segar setalah manajemennya diambil alih PT Eurokars Prima Utama tahun lalu. Lewat principal baru, Ferrari membawa model-model menarik untuk penggemar sports car dan kaum berduit di Indonesia.

Salah satunya adalah model 296 GTB. Model ini melengkapi pilihan model Ferrari yang ditawarkan selain Portofino dan Roma yang sukses terjual di Indonesia.

Terbaru, Carvaganza dari Oto Media Group mendapatkan kesempatan untuk mencoba 296 GTB di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Selasa (2/8/2022). Model mid rear engine Ferrari ini membawa teknologi hybrid yang disebut tetap membawa keasyikan berkendara di balik lingkar kemudinya. Selain itu, model ini mengusung mesin V6 dan menjadi model pertama model bermesin enam silinder yang mendapatkan emblem Ferrari. Sebelumnya ada Dino, namun Ferrari tidak memberikan emblem kuda jingkrak pada model tersebut.

Ferrari 296 GTB

Eksterior Ekspresi dan Elegan

Kembali soal pertemuan bersama Ferrari 296 GTB. Kesan pertama sporstcar ini terlihat elegan dan futuristik bersamaan. Ada kesan retronya hasil dari inspirasi lekukan model 250 LM 1963, terutama pada bagian depan hingga ke kaca. Hasilnya sebuah Ferrari yang mampu menarik perhatian di jalan raya.

Pada sepertiga bagian belakangnya, terlihat sentuhan estetik dan performa yang menyatu. Engine bay hadir transparan memperlihatkan mesin V6 120 derajat yang posisinya rebah di bawah. Terdapat active rear wing yang akan keluar saat pengemudi membutuhkan downforce saat pengereman atau tikungan. Sayap ini tersembunyi saat 296 GTB diam namun bentuk Kamm tail serta bokong sporty yang lebar dan rendah memperlihatkan desain khas pabrikan Italia tersebut.

Baca Juga: Ferrari 296 GT3 Gantikan 488 Tahun Depan, Tapi Lepas Sistem Hybrid

Soal aerodinamis, lubang udara hadir di beberapa bagian. Pada sisi depan udara masuk dari bagian bawah ke radiator pendingin. Lubang di samping headlamp bentuk tear drop langsung mendinginkan cakram untuk membantu kinerja pengereman. T-shaped diffuser di depan mengarahkan angin di bagian bawah kendaraan untuk minimalisir hambatan angin saat kecepatan tinggi. Masih ada air intake di bagian samping pilar B yang cukup besar untuk proses pernapasan dan pendinginan mesin. Paling menarik adalah jembatan kecil di bagian atap yang mengarahkan angin langsung ke mesin dan melepaskan vortex udara ke bagian belakang. Diffuser belakangnya berukuran besar dan terlihat kekar, ditambah satu lubang knalpot yang posisinya cukup tinggi untuk melepaskan gas pembuangan.

Bagian sampingnya mobil sport ini terlihat kompak, ringkas tidak seperti mobil sport berukuran besar. Ferrari 296 GTB memiliki dimensi panjang 4,5 meter, lebar 1,9 meter dan tinggi 1,1 meter serta wheelbase sejauh 2,6 meter. Sisi sampingnya memperlihatkan pahatan garis desain yang atraktif terutama di bagian rumah roda yang menyatu di bagian depan hingga ke belakang. Velgnya terlihat besar dan intimidatif, yakni 20 inci model palang yang dibalut ban Michelin Sport berukuran 245/35 ZR di depan dan 305/35 ZR di belakang. 

Ferrari 296 GTB

Interior Mewah dan Canggih

Masuk ke dalam cockpit 296 GTB kesan mewahnya langsung terasa bersamaan aura futuristik di beberapa bagian. Desainnya mengingatkan pada model SF90 Stradale dan Roma yang memang diciptakan untuk kenyamanan berkendara pengemudi harian.

Sentuhan bahan kulit Italia mewah hadir di dashboard, lingkar kemudi, trim pintu, serta jok berdesain sport. Sedikit membingungkan adalah banyaknya tombol mekanis dan capacitive untuk mengoperasikan kendaraan termasuk untuk fungsi Start Stop guna menghidupkan kendaraan. 

Meter cluster di bagian pengemudi memperlihatkan layar berwarna MID yang bisa diakses lewat tombol di lingkar kemudi. Berbagai macam penunjuk di meter cluster ini memerlukan waktu untuk membacanya, meski kehadiran meter cluster ini tidak lagi penting saat mobil bergerak nantinya. Fokus pengemudi pada jalan dibuat lebih baik berkat kehadiran Head up display (HUD) yang memudahkan informasi terkait kendaraan. 

Ferrari 296 GTB

Mobil sport ini memiliki fitur yang jamak ditemui kendaraan penumpang lainnya, terdapat sistem hiburan seperti radio, koneksi telepon genggam, pendingin udara termasuk di jok serta beberapa ruang penyimpanan untuk gelas minuman. Tidak hanya konsentrasi di bagian pengemudi, pada sisi penumpang hadir juga layar sentuh LED untuk akses hiburan serta informasi terkait kendaraan sebagai pengganti head unit yang absen di mobil sport ini.

Tidak banyak impresi yang bisa diceritakan soal interior 296 GTB. Bahasan utama tentu pengalaman berkendara perdana mobil sport ini.

Penyesuaian Sistem Hybrid

Bisa dikatakan, menghidupkan 296 GTB ini menghadirkan kesan kekecewaan. Utamanya untuk yang terbiasa mendengar teriakan mesin Ferrari. Hening. Senyap. Anyep. Kata-kata yang bisa menggambarkan pengalaman menyentuh layar capacitive Start Stop pada mobil ini. Bahkan ketika seluruh perangkat digital di dalam kabin menyala, sempat membuat bingung apakah mobil ini sudah menyala atau masih dalam tahap ACC on seperti pada kebanyakan mobil lainnya.

Baca Juga: 7 Hal Menarik Supercar Hybrid Ferrari 296 GTB, Nomor 5 Di Luar Dugaan

Namun begitu paddle shift sebelah kanan ditekan, otomatis mobil langsung masuk ke mode eDrive. Ini adalah mode yang menggunakan daya baterai dan motor listrik sebagai penggerak utamanya. Selama mencoba 296 GTB, mode ini yang banyak digunakan. Pasalnya, baterai berukuran 7,45 kWh yang terletak di belakang jok mampu membawa kendaraan sejauh 25 kilometer serta kecepatan maksimal hingga 135 kilometer per jam. Spesifikasi yang cukup untuk bepergian harian atau pergi dari rumah ke kantor.

Ferrari 296 GTB

Menginjak pedal akselerator 296 GTB, mobil langsung meluncur tanpa suara. Gambaran besarnya, tidak berbeda saat menggunakan kendaraan listrik yang belakangan banyak ditawarkan pabrikan di Indonesia. Hanya saja melihat emblem kuda jingkrak berwarna kuning di lingkar kemudi, Anda tidak akan percaya sedang berada di mobil sport canggih asal Italia. 

Sensasi mengemudinya memerlukan beberapa penyesuaian terutama dalam hal sudut pandang. Posisi duduk dalam cockpit Ferrari ini nyaris rebah dengan sudut yang rendah. Untungnya ukuran kaca yang lebar membuat fokus mengemudi dan keperluan mengawasi sekitar kendaraan tercukupi, setidaknya dalam skenario lalu lintas perkotaan. Ferrari memberikan beberapa sensor dan fitur keselamatan berkendara termasuk di antarannya blind spot warning yang membantu selama berkendara. 

Mengemudikan mobil sport ini juga cukup mudah, tidak intimidatif. Ferrari mengungkapkan memberikan peningkatan pada handling yang lebih mudah terutama untuk membaca pergerakan lingkar kemudi. Sistem kendaraan akan membaca informasi yang masuk dari cara mengemudikan kendaraan yang kemudian menyesuaikan tenaga di gardan belakang. Hasilnya, pengalaman mengemudi yang effortless.

Setelah nyaris melupakan bahwa tengah menggunakan mobil sport karena keheningan berkendara, maka tiba waktunya untuk mendengar teriakan mesin V6 yang disebut Ferrari seperti  versi mini dari mesin V12 mereka. Terdapat beberapa mode berkendara lewat layar capacitive yang disebut eManettino. Selain eDrive terdapat mode Hybrid, Performance dan Qualifying. Seperti namanya, penggambaran kegunaan mereka sudah pasti untuk tujuan performa dan pengalaman adrenalin yang lebih cepat namun karakter pengisian baterai yang berbeda-beda. Mode yang mementingkan performa sudah tentu memiliki daya pengisian ulang yang lebih kecil ke baterai.

Benar saja, ketika mengubah ke model Hybrid misalnya dan menekan paddle shift sebelah kanan untuk memasukkan gigi transmisi DCT 8-percepatan, suara khas itu terdengar menggelegar. Ferrari memberikan sentuhan teknis pada pengaturan udara keluar dari knalpot tunggal di bagian belakang yang menggugah kemegahan suara mesin V6 ini.

Ferrari 296 GTB

Menginjak pedal gas dalam-dalam, spontan tenaga sebesar 830 hp terkirim ke roda belakang. Mobil melesat dari diam hingga 100 kilometer per jam dalam waktu dua detik saja. Akselerasi cepat ini juga dibantu oleh motor listrik yang menghasilkan tenaga 167 hp. Ditambah tenaga V6 sebesar 664 hp, mobil melesat dengan torsi 750 Nm membenamkan tubuh pengemudi ke jok kulit Italia mewah di balik kemudi. Teriakan mesin terdengar merdu di belakang telinga membuat sensasi yang membuka cakrawala pemahaman mengapa Ferrari menjadi merek mobil sport paling dihormati di dunia otomotif.

Selain akselerasi dan tenaga yang terasa mendominasi, sensasi perpindahan gigi lewat paddle shift di balik kemudi juga cukup impresif. Transmisi ini menyerupai teknologi yang terdapat di mobil F1 sehingga memberikan perpindahan yang cepat untuk menyesuaikan keinginan pengemudi. Mode Manual juga bisa dipilih di area konsol tengah yang membuat pengemudi leluasa mengatur gigi transmisi tanpa harus diganggu sistem auto kendaraan guna memberikan sensasi sporty yang lebih terasa. Sayang pengalaman perdana ini, mode Launch control belum bisa dicoba terkait kondisi jalan dan tentunya faktor keselamatan.

Satu lagi, Ferrari membenamkan sistem transisi seamless pada mekanikal motor listrik dan mesin internal combustion engine (ICE) mereka. Sebutannya Transition Manager Actuator. Ini membuat pengalaman perpindahan penggerak yang tidak terasa antara motor listrik dan mesin konvensional selain teriakan suara mesinnya. Saat mode Hybrid, ketika baterai kembali terisi, mesin otomatis mati yang kemudian berpindah ke model eDrive. Perpindahan ini juga sering tidak disadari karena mobil masih bergerak memberikan torsi. Pengalaman yang menarik terutama untuk isu kendaraan ramah lingkungan belakangan ini.

Baca Juga: Terungkap Ferrari Kembangkan Roma Versi Atap Lipat

Perhatian lain soal suspensi. Selama berada di kawasan PIK jalur yang tersedia adalah aspal dan beton kasar. Jalan yang bergelombang terhitung nyaman dilewati suspensi berkarakter kaku. Karakter suspensi ini sepertinya lebih terasa manfaatnya saat berkendara dil lintasan balap. Berkendara mobil sport berharga miliaran rupiah kekhawatiran ada pada ground clearence yang rendah. Ferrari menyadari hal ini, sehingga memberikan fitur Lifting dimana suspensi bisa dinaikkan untuk memberikan departure angle yang lebih tinggi saat menghadapi tanjakan atau turunan. Cukup menekan tombol di sisi kanan dan kecepatan dibawah 30 km per jam maka perlahan ground clearencenya sedikit lebih tinggi.

Beberapa fitur lainnya yang dirasakan selama impresi perdana adalah pengereman teknologi ABS EVO. Cakram Brembo berukuran besar di depan dan belakang membuat kebutuhan mengurangi kecepatan 296 GTB terakomodasi cukup baik. Sistem pengereman ini juga memiliki fitur regeneratif yang bisa digunakan untuk mengisi baterai dan menggerakkan motor listrik. Fitur lainnya membantu pengemudi mobil sport pemula untuk mengontrol kendaraan lebih mudah seperti six way chassis dynamic sensor, electronic side slip control, electronic traction control, serta electronic hyrdraulic differential system

Ferrari 296 GTB

Simpulan

Ferrari 296 GTB memberikan pilihan yang menarik terutama bagi penggemar mobil sport yang dituntut pertemanannya untuk memilih mobil yang lebih ramah lingkungan. Mode berkendara elektriknya membuat tetangga sebelah rumah tidak terbangun saat pulang malam hari dan menghindarkan surat keberatan dari pengurus RT terkait suara berisik mesin mobil.

Selain itu, bagi purist Ferrari kehadiran teknologi hybrid ini jelas kemajuan yang patut disambut tangan lebar. Terlebih soal posisi mesin yakni di tengah belakang, yang sesuai heritage Ferrari. Selain itu, dalam beberapa tahun ke depan, penggunaan motor listrik akan lebih banyak hadir di model Ferrari. Produsen asal Italia ini juga tidak akan kehilangan jati diri berkat penggunaan mesin V6 yang lebih kecil. Secara performa dan suaranya sudah dibuktikan meyakinkan, setidaknya di impresi perdana kali ini.

Terkait harga, Ferrari Indonesia menutup rapat informasi ini. Hal ini karena setiap pemesanan Ferrari 296 GTB, masing-masing konsumen bisa memilih seperti apa kendaraannya tersebut dipersonalisasi. Mulai dari warna bodi, warna interior, hingga bahan kulit dan benang jahitan yang terdapat pada detail. Namun sebagai gambaran, NJKB DKI Jakarta model Roma ada di angka Rp 4,9 miliar, F8 Tributo di angka Rp 5 miliar, sedangkan 812 Superfast dan SF90 Stradale di angka Rp 7 miliar. Model 296 GTB ini perkiraannya ada di area model Roma sehingga cukup aman mengatakan mobil sport terbaru Ferrari ini kemungkinan ditawarkan di angka Rp 9 miliar ke atas.

Ferrari Indonesia sudah membuka pemesanan 296 GTB ini bagi para calon konsumen. Tidak disebutkan berapa lama waktu tunggu, namun kehadiran model ini jelas layak dinanti untuk dikendarai di jalanan Tanah Air.
(SETYO ADI / WH)
Foto: Edi Weente

Baca Juga: Red Bull Akan Bikin Hypercar Bermesin 1.233 HP Lawan Ferrari, AMG, dan McLaren

Featured Articles

Read All

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Ferrari Pilihan

Updates

  • Periklindo Ingin Komersial dan Transportasi Publik Dapat Insentif EV
    Periklindo Ingin Komersial dan Transportasi Publik Dapat Insentif EV
    Zenuar Yoga 22 Mei, 2026
  • iCAR V23 Punya Puluhan Titik Untuk Ruang Personalisasi
    iCAR V23 Punya Puluhan Titik Untuk Ruang Personalisasi
    Anjar Leksana 22 Mei, 2026
  • Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Anindiyo Pradhono 21 Mei, 2026
  • Mobil Anyar Kamuflase Tertangkap Kamera, Diduga Chery J6 REEV
    Mobil Anyar Kamuflase Tertangkap Kamera, Diduga Chery J6 REEV
    Anjar Leksana 21 Mei, 2026
  • Dua Hari Lagi, Daihatsu Gelar Event Akbar Serentak Di  Seluruh Jaringan Diler
    Dua Hari Lagi, Daihatsu Gelar Event Akbar Serentak Di Seluruh Jaringan Diler
    Eka Zulkarnain H 21 Mei, 2026
Artikel lainnya

New cars

  • Bukan Hybrid Seperti Biasa, Begini Cara Kerja Range Extender Milik Deepal S05 REEV
    Bukan Hybrid Seperti Biasa, Begini Cara Kerja Range Extender Milik Deepal S05 REEV
    Anjar Leksana 21 Mei, 2026
  • Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Anindiyo Pradhono 21 Mei, 2026
  • Mobil Anyar Kamuflase Tertangkap Kamera, Diduga Chery J6 REEV
    Mobil Anyar Kamuflase Tertangkap Kamera, Diduga Chery J6 REEV
    Anjar Leksana 21 Mei, 2026
  • VinFast VF MPV 7 Resmi Meluncur: MPV Listrik Rakitan Lokal Berdaya Jelajah 450 Km, Harga Mulai Rp345 Juta
    VinFast VF MPV 7 Resmi Meluncur: MPV Listrik Rakitan Lokal Berdaya Jelajah 450 Km, Harga Mulai Rp345 Juta
    Anindiyo Pradhono 20 Mei, 2026
  • Memahami Teknologi Dual Motor BYD: Jenis, Cara Kerja dan Kehebatannya
    Memahami Teknologi Dual Motor BYD: Jenis, Cara Kerja dan Kehebatannya
    Anindiyo Pradhono 20 Mei, 2026
Artikel lainnya

Drives

  • Mencoba Kelincahan iCAR V23 S dan V27 di Medan Off-Road di Wuhu
    Mencoba Kelincahan iCAR V23 S dan V27 di Medan Off-Road di Wuhu
    Eka Zulkarnain H 01 Mei, 2026
  • Menantang Adrenalin di AMG Speedway Korea, Uji Buasnya Monster V8 dan Ketangguhan G-Class
    Menantang Adrenalin di AMG Speedway Korea, Uji Buasnya Monster V8 dan Ketangguhan G-Class
    Anindiyo Pradhono 30 Apr, 2026
  • Mencoba iCAR V27 Menyusuri Jalanan Kota Wuhu dan Nanjing
    Mencoba iCAR V27 Menyusuri Jalanan Kota Wuhu dan Nanjing
    Eka Zulkarnain H 28 Apr, 2026
  • First Impression Wuling Eksion: Terasa Banget SUVnya dan Solid
    First Impression Wuling Eksion: Terasa Banget SUVnya dan Solid
    Anjar Leksana 18 Apr, 2026
  • TEST DRIVE: Menguji Batas Ketangguhan Deepal SO7 ke Garut
    TEST DRIVE: Menguji Batas Ketangguhan Deepal SO7 ke Garut
    Setyo Adi 03 Feb, 2026
Artikel lainnya

Review

  • Lepas Bakal Segera Masukkan E4 EV, Kompetisi Makin Ketat
    Lepas Bakal Segera Masukkan E4 EV, Kompetisi Makin Ketat
    Anjar Leksana 11 Mei, 2026
  • Beragam Kelebihan Hyundai Stargazer Cartenz Prime Buat Keluarga Indonesia
    Beragam Kelebihan Hyundai Stargazer Cartenz Prime Buat Keluarga Indonesia
    Anjar Leksana 04 Mei, 2026
  • Mencoba Kelincahan iCAR V23 S dan V27 di Medan Off-Road di Wuhu
    Mencoba Kelincahan iCAR V23 S dan V27 di Medan Off-Road di Wuhu
    Eka Zulkarnain H 01 Mei, 2026
  • Mencoba iCAR V27 Menyusuri Jalanan Kota Wuhu dan Nanjing
    Mencoba iCAR V27 Menyusuri Jalanan Kota Wuhu dan Nanjing
    Eka Zulkarnain H 28 Apr, 2026
  • Geely Tampilkan Teknologi i-HEV  hingga Arsitektur Off-Road NEV di Beijing Auto Show
    Geely Tampilkan Teknologi i-HEV hingga Arsitektur Off-Road NEV di Beijing Auto Show
    Bangkit Jaya 25 Apr, 2026
Artikel lainnya

Video

  • VIDEO: Supercar Listrik BYD Yangwang U9 Bisa "Terbang" Lewati Rintangan
    VIDEO: Supercar Listrik BYD Yangwang U9 Bisa "Terbang" Lewati Rintangan
    Muhammad Hafid 08 Jan, 2025
  • VIDEO: Terpancing Warga Sekitar, Dodge Viper Tabrak Mobil Parkir Saat Burnout
    VIDEO: Terpancing Warga Sekitar, Dodge Viper Tabrak Mobil Parkir Saat Burnout
    Alvando Noya 22 Apr, 2024
  • VIDEO: BMW M2 Vs Kia EV6 GT, Pertaruhan 6 Silinder Lawan Motor Listrik
    VIDEO: BMW M2 Vs Kia EV6 GT, Pertaruhan 6 Silinder Lawan Motor Listrik
    Muhammad Hafid 06 Jan, 2024
  • VIDEO: Baterai Mobil Listrik Cina Ini Tiba-Tiba Lepas di Tengah Jalan
    VIDEO: Baterai Mobil Listrik Cina Ini Tiba-Tiba Lepas di Tengah Jalan
    Muhammad Hafid 04 Jul, 2023
  • VIDEO: Kesempatan Eksklusif Lihat Debut Global Chery Omoda 5 EV di Auto Shanghai 2023
    VIDEO: Kesempatan Eksklusif Lihat Debut Global Chery Omoda 5 EV di Auto Shanghai 2023
    Bangkit Jaya 11 Mei, 2023
Artikel lainnya

Hot Topics

  • Dilelang Rp 15M, Sang Flamboyan Lamborghini Miura P400 S
    Dilelang Rp 15M, Sang Flamboyan Lamborghini Miura P400 S
    Eka Zulkarnain H 01 Jun, 2021
  •  Begini Cara Pembuatan Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce
    Begini Cara Pembuatan Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce
    Eka Zulkarnain H 10 Feb, 2021
  • Kisah Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce Yang Sudah Berumur 110 Tahun
    Kisah Maskot Spirit of Ecstasy Rolls-Royce Yang Sudah Berumur 110 Tahun
    Eka Zulkarnain H 10 Feb, 2021
  • Microsoft Surface Car, Tak Kalah Keren Dari Mobil Otonom Apple
    Microsoft Surface Car, Tak Kalah Keren Dari Mobil Otonom Apple
    Rizki Satria 05 Feb, 2021
  • Terdampak Pandemi, Honda Tutup Operasi Di 2022
    Terdampak Pandemi, Honda Tutup Operasi Di 2022
    Rizki Satria 03 Jan, 2021
Artikel lainnya

Interview

  • Ferrari Amalfi Untuk Miliarder yang Peduli Gaya Tanpa Pamer
    Ferrari Amalfi Untuk Miliarder yang Peduli Gaya Tanpa Pamer
    Wahyu Hariantono 17 Mar, 2026
  • Bidik Segmen Baru, Lexus Ubah Cara Berinteraksi
    Bidik Segmen Baru, Lexus Ubah Cara Berinteraksi
    Muhammad Hafid 11 Mar, 2026
  • Lexus Indonesia Fokus Pada Kendaraan Elektrifikasi dan Lirik Kaum Muda
    Lexus Indonesia Fokus Pada Kendaraan Elektrifikasi dan Lirik Kaum Muda
    Muhammad Hafid 06 Mar, 2026
  • Strategi Bburago Indonesia 2026: Bidik Hypercar dan Menjadi 'Sahabat' Kolektor
    Strategi Bburago Indonesia 2026: Bidik Hypercar dan Menjadi 'Sahabat' Kolektor
    Wahyu Hariantono 27 Feb, 2026
  • Bburago Bakal Lebih Serius Garap Pasar Indonesia, Fokus Lokalisasi dan Ekspansi Skala
    Bburago Bakal Lebih Serius Garap Pasar Indonesia, Fokus Lokalisasi dan Ekspansi Skala
    Wahyu Hariantono 25 Feb, 2026
Artikel lainnya

Modification

  • Toyota GR Car Meet 2026: Hidupkan Romantisme Car Culture Era 90-an
    Toyota GR Car Meet 2026: Hidupkan Romantisme Car Culture Era 90-an
    Anjar Leksana 17 Mei, 2026
  • iCAR Co-Creation Ecosystem, Mantapkan Posisi Di Kustom dan Gaya Hidup
    iCAR Co-Creation Ecosystem, Mantapkan Posisi Di Kustom dan Gaya Hidup
    Eka Zulkarnain H 08 Mei, 2026
  • Berkunjung Ke Wuhu,  Bertemu  iCAR V27 Custom Adventure Setir Kanan
    Berkunjung Ke Wuhu, Bertemu iCAR V27 Custom Adventure Setir Kanan
    Eka Zulkarnain H 27 Apr, 2026
  • Ukir Sejarah, Modifikasi IMX 2026 Series Diselenggarakan di Candi Prambanan
    Ukir Sejarah, Modifikasi IMX 2026 Series Diselenggarakan di Candi Prambanan
    Zenuar Yoga 20 Apr, 2026
  • IIMS 2026: NMAA Pamer Inspirasi Modifikasi Wuling Cortez Darion
    IIMS 2026: NMAA Pamer Inspirasi Modifikasi Wuling Cortez Darion
    Zenuar Yoga 14 Feb, 2026
Artikel lainnya

Features

  • Bukan Hybrid Seperti Biasa, Begini Cara Kerja Range Extender Milik Deepal S05 REEV
    Bukan Hybrid Seperti Biasa, Begini Cara Kerja Range Extender Milik Deepal S05 REEV
    Anjar Leksana 21 Mei, 2026
  • Memahami Teknologi Dual Motor BYD: Jenis, Cara Kerja dan Kehebatannya
    Memahami Teknologi Dual Motor BYD: Jenis, Cara Kerja dan Kehebatannya
    Anindiyo Pradhono 20 Mei, 2026
  • Toyota GR Car Meet 2026: Hidupkan Romantisme Car Culture Era 90-an
    Toyota GR Car Meet 2026: Hidupkan Romantisme Car Culture Era 90-an
    Anjar Leksana 17 Mei, 2026
  • EKSKLUSIF: Menjajal Teknologi Autonomous Driving  VLA 2.0 Milik Xpeng di Guangzhou
    EKSKLUSIF: Menjajal Teknologi Autonomous Driving VLA 2.0 Milik Xpeng di Guangzhou
    Eka Zulkarnain H 18 Mei, 2026
  • Toyota Resmi Luncurkan Land Cruiser FJ, Harganya Lebih Murah dari Fortuner
    Toyota Resmi Luncurkan Land Cruiser FJ, Harganya Lebih Murah dari Fortuner
    Anindiyo Pradhono 15 Mei, 2026
Artikel lainnya

Community

  • Volkswagen Resmikan Berdirinya ID. Buzz Club Indonesia
    Volkswagen Resmikan Berdirinya ID. Buzz Club Indonesia
    Anindiyo Pradhono 17 Feb, 2026
  • Touring Diskusi FORWOT Ajak Jurnalis Lihat Peluang dan Tantangan Industri Otomotif di 2026
    Touring Diskusi FORWOT Ajak Jurnalis Lihat Peluang dan Tantangan Industri Otomotif di 2026
    Bangkit Jaya 27 Jan, 2026
  • Jaecoo Resmikan Komunitas J5 EVO, Langsung Punya Ratusan Anggota
    Jaecoo Resmikan Komunitas J5 EVO, Langsung Punya Ratusan Anggota
    Anjar Leksana 26 Jan, 2026
  • GR Enthusiast Rayakan Anniversary ke-2, Gelar Adu Cepat di Trek Gokart
    GR Enthusiast Rayakan Anniversary ke-2, Gelar Adu Cepat di Trek Gokart
    Setyo Adi 30 Des, 2025
  • MB Club INA Siap Gelar Jamnas 2025 di Bandung Akhir Pekan Ini
    MB Club INA Siap Gelar Jamnas 2025 di Bandung Akhir Pekan Ini
    Muhammad Hafid 01 Des, 2025
Artikel lainnya

Gear Up

  • Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Porsche dan BOSS Gelar Pop-Up Experience Eksklusif di Plaza Senayan, Hadirkan Perpaduan Gaya Hidup dan Mobil Premium
    Anindiyo Pradhono 21 Mei, 2026
  • Thrustmaster Rilis T598 di Indonesia, Janjikan Pengalaman Sim Racing Lebih Realistis
    Thrustmaster Rilis T598 di Indonesia, Janjikan Pengalaman Sim Racing Lebih Realistis
    Wahyu Hariantono 01 Des, 2025
  • Hot Wheels Rilis RLC Custom Datsun 240Z, Langsung Ludes Diserbu Kolektor
    Hot Wheels Rilis RLC Custom Datsun 240Z, Langsung Ludes Diserbu Kolektor
    Muhammad Hafid 11 Jul, 2025
  • Aston Martin Valkyrie Kini Hadir dalam Versi Lego, Termasuk Gullwing dan Mesin V12
    Aston Martin Valkyrie Kini Hadir dalam Versi Lego, Termasuk Gullwing dan Mesin V12
    Muhammad Hafid 03 Jun, 2025
  • Adidas Indonesia Pamer Koleksi Apparel Mercedes-AMG Petronas F1 di Ashta Mall
    Adidas Indonesia Pamer Koleksi Apparel Mercedes-AMG Petronas F1 di Ashta Mall
    Wahyu Hariantono 25 Mar, 2025
Artikel lainnya

Artikel Mobil dari Oto

  • Berita
  • Artikel Feature
  • Road Test
  • Ferrari Amalfi Meluncur di Asia Tenggara, Bawa Nafas Baru La Nuova Dolce Vita
    Ferrari Amalfi Meluncur di Asia Tenggara, Bawa Nafas Baru La Nuova Dolce Vita
    Wahyu Hariantono 13 Mar, 2026
  • Ferrari 849 Testarossa Resmi Hadir di Asia Tenggara
    Ferrari 849 Testarossa Resmi Hadir di Asia Tenggara
    Setyo Adi Nugroho 14 Nov, 2025
  • Ferrari 849 Testarossa Resmi Diluncurkan: Supercar Hybrid 1.050 HP Pengganti SF90 Stradale
    Ferrari 849 Testarossa Resmi Diluncurkan: Supercar Hybrid 1.050 HP Pengganti SF90 Stradale
    Muhammad Hafid 10 Sep, 2025
  • Mengenal Ferrari 12Cilindri, Berlinetta V12 dengan Performa Atmosferik Brutal
    Mengenal Ferrari 12Cilindri, Berlinetta V12 dengan Performa Atmosferik Brutal
    Muhammad Hafid 26 Agu, 2025
  • Amalfi Jadi V8 Murni Terakhir? Ferrari Masih Hati-Hati Luncurkan Mobil Listrik
    Amalfi Jadi V8 Murni Terakhir? Ferrari Masih Hati-Hati Luncurkan Mobil Listrik
    Wahyu Hariantono 11 Jul, 2025
  • Mengenal Ferrari Amalfi, Coupe V8 Twin-Turbo Elegan Sang Penerus Roma
    Mengenal Ferrari Amalfi, Coupe V8 Twin-Turbo Elegan Sang Penerus Roma
    Muhammad Hafid 09 Jul, 2025
  • La Nuova Dolce Vita, Berkencan ala Sultan Bersama Ferrari Roma
    La Nuova Dolce Vita, Berkencan ala Sultan Bersama Ferrari Roma
    Eka Zulkarnain 04 Des, 2024
  • Fakta Menarik dari Supercar Terbaru Ferrari F80 yang Sarat Kecanggihan
    Fakta Menarik dari Supercar Terbaru Ferrari F80 yang Sarat Kecanggihan
    Alvando Noya 22 Okt, 2024
  • 10 Mobil Klasik Ferrari Termahal di Dunia, Tembus Sampai Rp 1 Triliun
    10 Mobil Klasik Ferrari Termahal di Dunia, Tembus Sampai Rp 1 Triliun
    Rizki Satria 04 Mei, 2021
  • First Drive Ferrari 12Cilindri: Simfoni Terakhir Mesin V12 Tanpa Elektrifikasi?
    First Drive Ferrari 12Cilindri: Simfoni Terakhir Mesin V12 Tanpa Elektrifikasi?
    Wahyu Hariantono 03 Sep, 2025
  • First Drive Ferrari Roma Spider: Melayani dengan Kesempurnaan dan Kenyamanan
    First Drive Ferrari Roma Spider: Melayani dengan Kesempurnaan dan Kenyamanan
    Anindiyo Pradhono 23 Sep, 2024
  • Test Drive Ferrari 296 GTS: Menikmati Raungan V6 Hybrid dengan Atap Terbuka di Tuscany
    Test Drive Ferrari 296 GTS: Menikmati Raungan V6 Hybrid dengan Atap Terbuka di Tuscany
    OTO 26 Okt, 2022
  • First Drive Ferrari 296 GTB: Mesin V6 Hidup Kembali dengan Pendekatan Teknologi Hybrid
    First Drive Ferrari 296 GTB: Mesin V6 Hidup Kembali dengan Pendekatan Teknologi Hybrid
    Setyo Adi Nugroho 05 Agu, 2022

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Review
  • Artikel Feature
  • Ferrari 849 Testarossa Mendebut, Plug-in Hybrid 1.050 hp yang Menghidupkan Kembali Legenda
    Ferrari 849 Testarossa Mendebut, Plug-in Hybrid 1.050 hp yang Menghidupkan Kembali Legenda
    Muhammad Hafid 12 Sep, 2025
  • Ferrari Memperkenalkan Amalfi, Penerus Roma dengan Karakter Lebih Tegas
    Ferrari Memperkenalkan Amalfi, Penerus Roma dengan Karakter Lebih Tegas
    Wahyu Hariantono 02 Jul, 2025
  • Melihat Lebih Dekat Ferrari F80 di Universo Ferrari Bangkok
    Melihat Lebih Dekat Ferrari F80 di Universo Ferrari Bangkok
    Anindiyo Pradhono 26 Nov, 2024
  • Ferrari F80 Lanjutkan Singgasana Supercar Hybrid LaFerrari
    Ferrari F80 Lanjutkan Singgasana Supercar Hybrid LaFerrari
    Zigwheels 18 Okt, 2024
  • Ferrari Ogah Pasang Turbo ke Mesin V12
    Ferrari Ogah Pasang Turbo ke Mesin V12
    Alvando Noya 27 Mei, 2024
  • First Drive Ferrari Roma Spider: Prancing Horse Buat Harian
    First Drive Ferrari Roma Spider: Prancing Horse Buat Harian
    Anindiyo Pradhono 04 Okt, 2024
  • Mengenal Ferrari 335 S Spider Scaglietti 1957, Salah Satu Mobil Termahal yang Konon Milik Lionel Messi
    Mengenal Ferrari 335 S Spider Scaglietti 1957, Salah Satu Mobil Termahal yang Konon Milik Lionel Messi
    Ahmad Karim 09 Agu, 2021