Beranda New Cars REVIEW: Mercedes-AMG A 35 4MATIC, Real Hot Hatch

REVIEW: Mercedes-AMG A 35 4MATIC, Real Hot Hatch

JAKARTA, Carvaganza.com — Sebuah pertanyaan dilontarkan pada pimpinan Teknik AMG, Steffen Jastrow. Pertanyaannya, “Bagaimana Anda menggambarkan Mercedes-AMG A35 yang baru. Apakah ini mobil yang menyenangkan atau hanya sekedar mobil harian?” Steffen Jastrow tanpa ragu menjawab. “(Mercedes-AMG) A35 adalah mobil yang menyenangkan, itu yang pertama dan yang paling utama,” katanya seperti dilansir Autocar terbitan Inggris.

Statusnya boleh saja entry level lantaran ada noklematur “A” di depannya. Tapi Mercedes-AMG A 35 4MATIC, jelas bukan mobil murahan dan seadanya. Mercedes-Benz menawarkan tunggangan performa mumpuni. Di Indonesia, model terbaru Mercedes-AMG A35 4MATIC meluncur pekan lalu. Tujuannya tak lain untuk memenuhi hasrat konsumen penyuka mobil cepat.

“Dengan memperkenalkan generasi sebelumnya AMG A45, kami menampilkan sebuah kendaraan sebagai tolak ukur di segmen compact. Permintaan atas model compact telah berkembang secara dinamis beberapa tahun belakangan. Kesuksesan ini telah mendorong kami untuk memperluas portofolio AMG di Indonesia dengan memperkenalkan A35 4MATIC sebagai model entry-level yang menarik,” kata Choi Duk Jun, Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia.

Baca juga: Mercedes-Benz Luncurkan 5 Model Baru di Star Drive Senayan City

Desain

Jika Anda penggemar hot-hatch, maka Anda pasti punya mau. Anda menginginkan mobil dengan mesin yang kencang, menyenangkan untuk dikendarai, high-quality, interior yang pratis, dan dibenami berbagai perangkat kekinian. Mercedes-AMG A 35 jelas bisa memenuhinya.

Secara desain, model entry-level berbasis A-Class ini banyak terpengaruh dari dunia motorsport. Sematan nama AMG memastikan mobil ini punya karakter sporti. Grille radiator dikombinasikan louvre ganda. Ia turut dipadukan apron depan AMG Line dengan flic pada intake udara, splitter dan trim kromium. Dari samping terlihat pelek light-alloy 19 inci berdesain multi-spoke. Buritan tak kalah mencolok, apron belakang dilengkapi diffuser dan dual exhaust bundar di kedua ujung. Kesan agresif dipancar lewat penyematan rear upper spoiler gelap, kontras dengan kelir tubuhnya.

Baca juga: REVIEW: Mercedes-Benz GLE Coupe, SUV Spesial

Kabin

Mobil ini kompak dengan dimensi 4.436mm x 1.992mm x 1.405mm (PxLxT). Memasuki kabin, pengemudi bakal disuguhkan kluster instrumen yang sepenuhnya digital. Ini memiliki tiga tampilan yang dapat dipilih. Classic menjadi standar, dengan menampilkan indikator kecepatan dan putaran mesin berupa jarum analog. Kemudian ada Sport dengan rupa sama, tapi warnanya lebih garang. Sementara mode Supersport paling mencolok.

Ia menghadirkan display dengan rev counter besar di tengah. Serta informasi tambahan yang disajikan dalam bentuk balok, di sebelah kiri dan kanannya. Masih dalam mode ini, pengemudi bisa memanggil berbagai fitur khusus untuk ditampilkan di layar; seperti warm-up, set-up, G-force dan data mesin.

Baca juga: REVIEW: Mercedes-Benz GLC Coupe, Gunakan MUBX yang Canggih

Mesin

Jantung mekanis paling diperhatikan pada model ini. Platform anyar yang dipakai, mengaplikasikan mesin turbo 4-silinder baru. Kubikasi 2.0-liter menciptakan daya 310 PS dan torsi sampai 400 Nm. Unit ini merupakan pengembangan dari M260 di jajaran A-Class. Bobotnya pun dipangkas, sehingga meningkatkan kelincahan. Urusan konsumsi, berdasarkan pengetesan internal didapat 7,4 sampai 7,3 liter untuk 100 km perjalanan.

Penggunaan transmisi kopling ganda AMG Speedshift 7G mampu mendistribusikan tenaga dengan cepat. Rasio gigi dikonfigurasi agar memberikan akselerasi spontan di semua tingkat kecepatan. Ini masih ditambah fungsi standar Race-Start. Kinerja transmisi juga ditunjang mode M sementara, yang dapat diaktifkan lewat pengoperasian paddle shift. Hasilnya dapat melesat dari nol ke 100 km/jam dalam 4,7 detik plus top speed 250 km/jam. Kemampuannya diadu dengan Audi S3, VW Golf R dan BMW M240i.

Baca juga: REVIEW: Mercedes-Benz C-Class Cabriolet, Praktis dan Mewah

Harga

Kelincahan dan kestabilan pun ditunjang sistem penggerak all-wheel drive 4MATIC. Termasuk pula fitur ESP. Ketika diaktifkan, 4Matic bakal berada di mode comfort. Namun, di saat pengemudi ingin kebebasan, cukup mengaturnya ke ESP Sport Handling atau ESP Off, sistem secara otomatis mengalihkan ke mode Sport. Hasilnya handling kian tangkas.

Soal fitur Driving Assistance dan Safety Systems tak perlu khawatir, ada banyak. Active Parking Assiat with Parktronic, Blind Spot Assist, Cruise control, Kneebag, LED High Performance headlamp, Reversing camera, Tyre monitoring system, dan Windscreen wiper with rain sensor jadi perangkat standar.

Dengan segala fiturnya itu, Anda yang berminat harus merogoh kocek Rp 1,225 miliar (off the road). Ini masih bisa bertambah nilainya, tergantung konfigurasi tampilan yang diminta. Anda berminat?

Baca juga: Hot Hatch Mercedes-AMG A35 Mengaspal di Indonesia

RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

TEST DRIVE: Renault Kwid Climber, Kesan yang Membekas

JAKARTA, Carvaganza.com -  Saya memarkir Renault Kwid Climber di salah satu kedai kopi di bilangan Fatmawati, Jakarta dan memilih meja di area terbuka tidak...

Strategi Elektrifikasi, Kia akan Punya 7 Mobil Listrik Baru Sampai 2027

SEOUL, Carvaganza.com – Tren elektrifikasi semakin meluas dan diikuti oleh sebagian besar pabrikan otomotif di dunia. Kendaraan bertenaga listrik semakin banyak pula mengisi line...

4,5 Tahun Jadi Bangke Di Sungai, Porsche 911 Direbuild Lagi

TUSCANY, Carvaganza.com -  Bagi kalangan car enthusiast, menghidupkan kembali mobil yang telah mati adalah pekerjaan mengasyikkan. Apalagi kalau mobil yang dikerjakan punya historis tinggi...

Regulasi Baru, Peugeot akan Ikut Le Mans Lagi Mulai 2022

LE MANS, Carvaganza.com – Peugeot akhirnya resmi mengumumkan akan mencoba lagi untuk megnejar kemenagnan di Le Mans 24 Hour. Caranya adalah dengan akan berpartisipasi...
video

VIDEO: Duel Maut McLaren 720S Spider Versus Porsche Taycan Turbo S

LONDON, Carvaganza.com - McLaren 720S lawan Porsche Taycan di lintasan drag? Ini duel yang seru. Dan mungkin banyak yang underestimate Taycan karena bentuknya. Taycan...