Regulasi Euro 7 Segera Disahkan, Nasib Mobil Bensin dan Hybrid Terancam

LONDON, Carvaganza – Belum lama ini Uni Eropa baru saja mengajukan regulasi baru untuk mengatur standar emisi di area Eropa menjadi Euro 7. Menurut European Automobile Manufacture Association (ACEA) regulasi tersebut dianggap berpotensi untuk membunuh peredaran mobil berbahan bakar bensin pada 2026. Bahkan regulasi tersebut akan diberlakukan empat tahun sebelum Inggris melarang penjualan mobil dengan mesin BBM pada 2030 mendatang. Pasalnya dengan regulasi tersebut, kendaraan tidak lagi diizinkan untuk mengeluarkan emisi dalam berbagai kondisi. 

Peraturan ini akan mulai diberlakukan pada 2025 dan sudah disetujui pada Oktober tahun lalu oleh European Commission’s Consortium for Ultra Low Vehicle Emissions (Clove) of engineering consultants. ACEA memproyeksikan bahwa peraturan yang disajikan oleh Clove ini tidak hanya mengancam mobil mesin konvensional tetapi juga bisa berpotensi mobil hybrid yang masih terdapat mesin bensinnya yang menghasilkan CO2. 

Sementara untuk mencapai standar Euro 7 tersebut, mobil dengan mesin bensin tersebut nantinya akan dibekali dengan superkatalis untuk kendaraan berkapasita 1.0 liter dan peralatan yang lebih rumit lagi seperti katalis khusus untuk mesin yang lebih besar. Hal tersebut dilakukan agar kendaraan dengan mesin bensin tidak lagi mengeluarkan gas CO2 ke saat dikendarai.

Jalan Raya

Selain itu, peraturan ini juga akan mengancam keberadaan mobil berperforma tinggi yang sangat sulit untuk tidak mengeluarkan emisi saat berakselerasi. Penyesuaian ini akan memakan biaya lagi untuk pengembangan mobil sport berbahan bakar bensin di masa depan.

Di sisi lain, regulasi ini ditujukan untuk melakukan lompatan yang besar terhadap penangan isu emisi yang salah satunya disumbang oleh kendaraan berbahan bakar. Namun ACEA berpendapat bahwa pemasangan alat untuk mengurangi emisi tersebut sangat mustahil untuk kendaraan kecil dan sangat sulit untuk diintegrasikan pada arsitektur kendaraan yang kini telah disiapkan. Ditambah, akan ada efek kenaikan harga jual kendaraan di diler-diler. 

Selain alat tambahan yang dipasang untuk menekan gas buang pada mobil, standar Euro 7 ini juga mewajibkan setiap kendaraan dilengkapi dengan sistem diagnosa on-board yang memantau kerja mesin dan tetap sesuai dengan regulasi meskipun digunakan hingga 150.000 mil atau setara 241.000 km.

Emisi-Knalpot

Bahkan beberapa orang di industri otomotif sendiri meyakini ada tujuan mendasar lewat peraturan tersebut. Tidak hanya mempersulit pabrikan tetapi dengan harga jual yang mahal bisa menurunkan minat konsumen untuk membeli mobil berbahan bakar minyak dan berpindah ke mobil listrik. 

Saat ini, ACEA dan Clove tengah melakukan negosiasi untuk mengatasi peraturan ini, karena di beberapa negara sangat tidak mungkin menerapkan aturan ini dan memaksa pabrikan untuk menambahkan komponen dasar yang telah ditentukan. Beberapa Komisi di Eropa telah melakukan negosiasi di antaranya Amsterdam, European Caravan Federation,  Austrian Federal Economic Chamber serta Swiss Federal Office for the Environment and raksasa produsen komponen Bosch. 

Kebanyakan dari mereka keberatan dengan standar yang akan diberlakukan oleh Uni Eropa terkait Euro 7 ini. Mereka akan membatasi seluruh aktivitas kendaraan yang memungkinkan memproduksi emisi CO2 mulai dari memanaskan kendaraan, menarik caravan, hingga kendaraan dalam posisi menanjak.
ALVANDO NOYA / WH

Sumber: Autocar

Artikel yang direkomendasikan untuk anda