Pabrikan Sportscar Perancis Ini Ingin Jadi Ferrari Versi Mini

PARIS, Carvaganza.com – Setiap pabrikan otomotif punya cara dan strateginya sendiri untuk menegaskan eksistensinya di tengah pasar. Apalagi, kalau merek yang dibawa sempat lama hiatus dan bangkit lagi di era yang baru. Seperti sekarang yang akan ditempuh oleh Alpine, yang ingin meningkatkan citranya.

Alpine, merek Perancis di bawah naungan Renault Group, ingin membuat citranya menjadi layaknya Ferrari versi mini. Tentunya dengan berbagai cara akan diterapkan oleh Alpine untuk membuat mereknya lebih dikenal khalayak. Strategi baru ini akan digunakan menyusul telah ditunjuknya CEO baru dari Renault Group, yaitu Luca de Meo.

Salah satu strateginya adalah membawa nama Alpine tampil di ajang motorsport kelas dunia. Bulan lalu, diumumkan bahwa Alpine akan menjadi nama baru untuk tim Renault Sport F1. Debut Alpine di F1 akan dibarengi oleh comeback Fernando Alonso, ke tim yang mengantarkannya menjadi juara dunia. Strategi lainnya, akan melibatkan satu-saatunya produk mereka saat ini, yaitu sportscar Alpine A110.

“Anda sudah punya tiga entitas: sebuah tim F1, unit engineering Renault Sport dan pabrik di Dieppe yang setengah kosong tempat diproduksinya A110. Ditambah sebuah brand seperti Alpine, yang punya ciri khas dan warisan yang tidak bisa dibeli,” kata de Meo.

“Di sebuah perusahaan dengan kendala finansial besar (seperti Renault), godaannya adalah untuk bilang mari hentikan ini dan itu. Tapi yang saya lihat adalah peluang untuk membawa hal-hal baru dan membuat – kalau saya boleh sedikit puitis – sebuah Ferrari mini, membawa Formula 1 pada pusat ekosistem bisnis dan membuat merek yang punya motorsport, engineering, produksi dan distribusi.”

Sebagai merek yang baru diluncurkan lagi dan memiliki produk dengan esensi nostalgia dari era 1960-an, de Meo yakin ada masa depan yang menjanjikan untuk A110. Salah satunya adalah dengan menerapkan manajemen life-cycle seperti yang Porsche terapkan pada 911. Selama tujuh dekade, Porsche terbukti sukses mempertahankan satu model dan terus ditunggu para penggemar setiap generasinya.

Artrinya, Alpine membuka kemungkinan untuk menghadirkan A110 dalam lebih banyak varian seperti 911. Saat ini, hanya dua varian A110 ditawarkan, yaitu versi standar dan A110S yang lebih berperforma. Bahkan, de Meo tidak menutup kemungkinan untuk membuat mobil listrik untuk Alpine jika bisa dapatkan mitra dan strategi bisnis yang cocok.

“Saya mungkin akan cari cara, seperti yang saya lakukan dengan Cupra, untuk punya hubungan antara Alpine dan Renault tapi kami harus kredibel soal itu. Alpine adalah cara yang bagus untuk proyeksikan diri kami ke masa depan – salah satu misinya adalah membuat pengalaman mobil listrik yang emosional dan seru. Pada dasarnya itulah arahnya,” lanjut de Meo.

“Tentu, Alpine punya masa depan. Itu tidak akan mudah tapi kami punya komposisi yang kuat.”

Baru-baru ini, Renault Group melakukan restrukturisasi internal pada manajemen. Salah satunya adalah dengan menunjuk bos tim Renault F1, Cyril Abiteboul, untuk memimpin proyek baru Alpine. Hasil kinerja Abiteboul dan Alpine akan bisa dilihat dalam tiga atau empat tahun ke depan.

Sumber: Autocar UK

WAHYU HARIANTONO

Artikel yang direkomendasikan untuk anda