Beranda Drives Merasakan Kualitas Performa Onroad dan Offroad SUV Porsche

Merasakan Kualitas Performa Onroad dan Offroad SUV Porsche

JAKARTA, Carvaganza.com – Di antara jajaran merek premium saat ini, Porsche menjadi salah satu pabrikan dengan heritage sport paling kuat. Tidak hanya diterjemahkan pada model sportscar, tapi juga pada model SUV. Saat ini, ada dua model SUV yang Porsche punya di dalam line up, yaitu Macan dan Cayenne.

Tidak heran kalau sampai saat ini Macan dan Cayenne dijadikan benchmark performa untuk pabrikan lain dalam menghadirkan tandingan. Performa yang khas dari Stuttgart disematkan dalam paket yang lebih praktis dengan utilitas tinggi berwujud SUV. Jadi, keandalan perrforma Porsche bisa dinikmati sampai ke medan yang tidak memungkinkan ditempuh coupe atau sedan.

Porsche Center Jakarta baru-baru ini menggelar Media Destination Drive, pada tanggal 10 September 2020. Dalam acara ini, Porsche mengajak sejumlah media terpilih untuk membuktikan performa Macan dan Cayenne sebagai SUV sejati. Tiga unit mobil disediakan, masing-masing yaitu Macan 2.0, Cayenne, dan Cayenne S.

Sebuah perjalanan dalam sehari dari Jakarta ke wilayah Bogor, Macan dan Cayenne bukan hanya diuji kemampuannya. Porsche juga mengajak Carvaganza yang ikut dalam acara ini, merasakan gaya hidup para pengguna Porsche.

Rangkaian perjalanan diawali dari showroom Porsche Center Jakarta di bilangan Gandaria, Jakarta Selatan, menuju Bogor melalui Tol Lingkar Luar. Dalam kesempatan ini, kami mendapat unit Cayenne untuk dinikmati. Kondisi lalu lintas di pagi hari itu masih lancar, memberikan lahan yang ideal untuk menikmati Cayenne sebagai SUV terbesar. Walaupun dimensinya bongsor, Cayenne generasi ketiga ini masih sangat nyaman diajak melintasi jalanan kota yang padat.

Performa dan kecepatannya akhirnya bisa kami rasakan saat masuk ke jalan tol. Relatif lancar, namun tetap tidak bisa digunakan untuk menggeber maksimal mesin V6 3,0 liter twin-scroll turbo di balik bonnet Cayenne. Pihak Porsche menantang kami untuk rasakan performa dengan gunakan mode Sport. Tentunya, karakter mesin, setir dan suspensi menjadi lebih hidup dan responsif.

Yah, sudah tidak perlu ditanya lagi sepertinya bagaimana mobil ini saat sedikit digeber kencang untuk menyalip kendaraan lain di jalan tol. Apalagi sudah dalam mode Sport, tinggal injak setengah pedal  gas juga Cayenne sudah lebih dari cukup. Kalau mau lebih praktis, tinggal tekan tombol Sport Response di setir untuk bisa nikmati tenaga 335 hp dan torsi 450 Nm.

Salah satu hal yang paling bisa dinikmati dari Cayenne adalah suara mesin V6 saat menyentuh 5.000 rpm ke atas. Bulat dan renyah luapan hasil pembakaran bensin ke ruang mesin sampai knalpot. Bahkan sesekali kita dimanjakan dengan suara pop and bang saat pedal gas dilepas.

Saat masuk ke wilayah Sentul Selatan, kami diajak untuk berpindah ke mode Sport Plus. Kebetulan medan jalan di sana cukup berkelok dan menanjak, jadi performa keseluruhan Cayenne bisa semakin dirasakan. Meski dengan ground clearance tinggi, body besar dan bobot yang cukup berat ini, chasiss Cayenne enak diajak bemanuver. Keempat roda terasa sangat menapak aspal jalan menikung panjang dan menanjak.

Tuntas menyelesaikan rute kencang di Sentul Selatan, kemudian perjalanan berlanjut untuk bermain offroad ringan. Kami diajak menuju Gunung Pancar untuk mencoba mode Offroad di sistem yang dimiliki pada Cayenne. Saat diaktifkan, sistem secara otomatis mengembangkan air suspension untuk meninggikan ground clearance. Jadi daya jelajah kaki-kaki Cayenne menjadi lebih optimal.

Pada mode Offroad ini disediakan lima pilihan mapping mesin yaitu Onroad, Gravel, Mud, Sand, dan Rocks. Begitu juga untuk opsi ketinggian chassis terbagi dalam Terrain, High, Medium, dan Low. Kami pun melaju menggunakan kombinasi mode chassis Terrain dan mesin pada Onroad.

Langsung terasa perubahan karakter mobil ini begitu melaju. Suspensi menjadi lebih kokoh karena mengeras, dan torsi mesin langsung bisa dieksploitasi dari putaran awal. Mengajak Cayenne menanjak di jalan menuju Gunung Pancar pun rasanya sangat mudah. Aspal berlubang di sepanjang jalan pun bukan penghalang baginya, berbekal profil ban tebal pada velg 22 inci yang dipakai.

Saat sudah masuk ke area wisata dan perkemahan tersebut, jalanan menjadi lebih mulus namun konturnya lebih berundak. Kestabilan chassis Cayenne di kondisi ini semakin teruji dan terbukti kualitasnya. Kami bisa katakan kalau mantapnya bermanuver dengan Cayman atau 911 bisa diraskana juga pada Cayenne di medan offroad ringan ini. Keluwesan manuver dan kemudi yang cekatan memudahkan manuverabilitas di jalan berbatu ini.

Setelah santai sejenak di Gunung Pancar, kami turun kembali dan menuju kota Bogor untuk makan siang. Kemudian setelah itu, kami pacu kembali Macan, Cayenne dan Cayenne S ke arah arena golf, di Sentul Highland Resort. Di sini kami diajak untuk menghabiskan waktu sampai sore, menikmati olahraga kaum the have, yang menjadi konsumen Porsche.

Memang kami tidak bermain satu lapangan penuh sampai Hole 18, melainkan hanya di driving range. Tapi setidaknya ini sudah membuat kami semakin mengerti, bahwa meski terlihat mudah, ternyata bermain golf dibutuhkan perhatian tinggi pada teknik memukul bola. Jadi dari driving fast sampai ke driving range, Porsche mengajak kami merasakan sepotong gaya hidup konsumen mobil berharga miliaran rupiah ini.

WAHYU HARIANTONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Rolls-Royce Ghost Extended Meluncur, Penambahan Dimensi Dibungkus Kemewahan

GODWOOD, Carvaganza.com - Belum genap sebulan sejak resmi diluncurkan, Rolls-Royce merilis model tambahan untuk Ghost. Yakni Ghost Extended dengan  penambahan dimensi panjang untuk memberikan...

Peugeot 508 PSE Mendebut, Versi Performa Berjantung Plug-in Hybrid

PARIS, carvaganza.com - Peugeot telah merilis model paling bertenaga dalam jajaran produknya. Adalah 508 Peugeot Sport Engineered (PSE) yang merupakan hasil besutan divisi performa...

50 Tahun Mitsubishi Motors, Ini Kata Brand Ambassador Mereka

JAKARTA, Carvaganza -- Mitsubishi Motors Corporation (MMC) merayakan usianya yang ke-50 tahun ini. Artinya MMC sudah diresmikan sejak 50 tahun lalu, meski Mitsubishi sendiri...

F1: Bottas Ambisius Ingin Jegal Hamilton di GP Rusia 2020

SOCHI, Carvaganza.com - Di Formula 1 saat ini, Valtteri Bottas menjadi satu-satunya penantang realistis Lewis Hamilton untuk merebut kejuaraan dunia. Saat ini F1 2020...

Toyota dan Mitsubishi: Kita Wait and See Keputusan Pajak Nol Persen

JAKARTA, Carvaganza.com -  Rencana mengnolkan pajak untuk penjualan kendaraan baru menjadi sangat menarik. Diskusi di ruang-ruang publik pun terbangun, karena kalau itu terealisasi publik...