Menebak Spesifikasi Penerus Honda Jazz di Indonesia

JAKARTA, Carvaganza.com - Honda City Hatchback digadang-gadangkan menjadi unit penerus Jazz di Indonesia. Di Thailand, moobil ini sudah lebih dulu hadir. Mereka menawarkan mesin kecil 1,0 Liter dan hybrid. Versi sedan, mendapat tanggapan apik dengan pemesanan lebih dari 35.000 unit dalam kurun waktu satu tahun. Ekspektasinya begitu pula bila si hatchback kelak mengaspal di sini. Ada beberapa varian enjin tersuguh. Mesin besin plus turbo, kemudian e:HEV. Kira-kira kalau penetrasi di sini, masih mau mempertahankan enjin milik Jazz eksis?

Mari kita lihat satu per satu opsi tersedia. Honda City Hatchback varian pertama berbekal mesin 1,0 liter tiga silinder, 12 katup, DOHC VTEC turbo. Tarian piston ganjil itu menyuplai tenaga maksimum 122 PS pada 5.500 rpm. Kemudian torsi maksimum tersedia hingga 173 Nm di 2.000 hingga 4.500 rpm. Model gres ini diklaim lebih ramah lingkungan. Karena memenuhi standar Euro 5 dan memiliki tingkat emisi CO2 hanya 100 gram/kilometer.

Jantung mekanis menggunakan material aluminium sebagai konstruksi dasar. Yang pasti bobot lebih ringan dibanding versi reguler. Konfigurasi mesin pakai port intake tinggi, kepala silinder berpendingin, katup pembuangan dikalibrasi dan tersemat variable capacity oil pump. Menggunakan mesin turbo kecil sebetulnya bukan tanpa alasan. Mekanikal pacu itu membantu Honda City dalam memenuhi kriteria Eco Car tahap 2 di Thailand. Di dalam regulasi pemerintah sana, ada pengetatan bahan bakar, emisi dan peranti keselamatan standar. Mirip dengan kriteria Euro 5. Lalu konsumsi bahan bakar tidak boleh melebihi 4,3 liter per 100 km (23,25 km/l). Sebaliknya di sini, aturan berlaku masih Euro 4 dan belum butuh spesifikasi seperti ini.

Sementara pilihan lain berupa City e:HEV yang pertama kali dipamerkan di Thailand. Ia mengantongi mobilitas canggih maupun teknologi keselamatan tinggi. Unit didukung oleh Sport Hybrid Intelligent Multi-Mode Drive (i-MMD). Kemudian sumber listrik dari baterai Lithium-ion. Sebagai penggerak, disokong dua motor listrik dan 1,5 liter Atkinson Cycle DOHC i-VTEC 4-silinder, 16-katup. Penyaluran daya pakai Electrical Continuously Variable Transmission (E-CVT). Perangkat full hybrid menghasilkan torsi maksimum 253 Nm dari 0 hingga 3.000 rpm. Tenaga mencapai 120 PS.

Fitur terkandung di dalam City e:HEV berupa teknologi keamanan canggih Honda Sensing dan serangkaian fitur keselamatan lainnya. Yakni LaneWatch, Multi-angle Rearview Camera, Electric Parking Brake (EPB), Auto Brake Hold, Walk Away Auto Lock serta Honda Connect. Kemungkinan bukan jenis ini yang masuk Indonesia dalam waktu dekat. Dengan spesifikasi mumpuni, harga di segmen hatckback bisa melambung tinggi. Jadilah kurang kompetitif di Tanah Air.

Opsi lain berupa mesin bensin 1,5-liter i-VTEC. Persis seperti yang tertanam di Jazz sekarang. Enjin bensin empat silinder naturally aspirated mengembuskan tenaga 120 PS di 6.600 rpm dan momen puntir 145 Nm sejak 4.300 rpm. Ekstraksi energi kinetik kemudian diikawinkan dengan transmisi otomatis CVT plus paddle shift di kasta atas. Unit pacu inilah yang paling realistis di bawa ke sini. HPM tanpa harus impor dari sana, mengingat segi keekonomisan bila diproduksi lokal. Lantas harga jual bisa ditekan lebih rendah lagi.

Tampilan

Pertanyaan mengenai generasi baru Jazz memang kerap dipertanyakan. Honda Jepang sebenarnya sudah menghadirkan generasi baru, yang diberi nama Fit saat gelaran Tokyo Motor Show 2019. Hanya saja, Fit anyar seolah berganti DNA dari sporty ke futuristik. Honda Prospect sebagai pemenang merek Honda di Indonesia beberapa kali mengungkapkan jika Fit takkan masuk ke Tanah Air dan menjadi penerus Jazz.

Soal mesin sudah. Sekatamh soal visual tubuh. Dipastikan kontur bodi sama dari unit di sana. Pun demikian, terjadi sejumlah dekorasi ulang dengan rancangan, berikut tata letak baru di kabin. Misalnya sistem infotainment layar sentuh 8 inci berikut Android Auto, Apple CarPlay, multi-speaker stereo. Balutan kulit di lingkar kemudi dan material soft touch di beberapa panel kabin. Kursi pengemudi dapat diatur secara elektrik. Panel meter menampilkan kombinasi digital serta dial manual plus jarum merah.

Andai fitur tak dipangkas, kemungkinan City Hatchback teranyar bakal menerima lampu depan LED autolight, wiper otomatis dan sunroof. Sementara sektor keselamatan didukung sisipan stabilitas elektronik. Kemudian fitur keamanan standar minimal tersedia ABS, EBD, BA, VSA di seluruh varian. Diramal ia datang pada 2021, tatkala kondisi market otomotif mulai membaik. Pandemi Covid-19 pun semoga cepat berlalu. Sehingga kedatangannya bisa menjadi pemacu atau perangsang pasar hatcback. Tunggu info lebih lanjut soal isu kemunculan produk anyar, stay tuned!

ANJAR LEKSANA

Artikel yang direkomendasikan untuk anda