Beranda Updates Jangan Beser di GIIAS Surabaya 2018

Jangan Beser di GIIAS Surabaya 2018

SURABAYA, 18 September 2018 – Ajang GIIAS Surabaya Auto Show 2018 berlangsung 15-23 September di Grand City Convex, Surabaya. Carvaganza hadir di press day GIIAS Surabaya 2018, Sabtu (15/9) lalu, untuk meliput event tersebut. Khusus hari itu, konferensi pers berlangsung terus menerus, bersambungan dari satu booth ke booth lainnya. Saya mempersiapkan diri dengan makan berat. Dan, tentu saja, minum pun tak kalah bayak. Wrong move.

Seperti Anda duga, kandung kemih saya terasa mendesak. Sialnya, hal ini terjadi tepat sebelum konferensi pers pertama dimulai. Sebelum meneruskan kisah ini, ijinkan saya menjelaskan tentang venue GIIAS Surabaya 2018.

Event pameran mobil terbesar di Jawa Timur ini diadakan di Grand City Convex, Surabaya, yang menyatu dengan mall besar. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, GIIAS 2018 ekspansi luas yang tadinya satu lantai menjadi dua lantai, yaitu lantai 1 dan 3. Venue utama berada di lantai 3. Jadi dengan cerdas, One Event selaku organizer membuat layout sedemikian rupa agar mengarahkan pengunjung yang belum punya tiket untuk ke lantai 3 dulu.

Kembali ke kisah sedih saya. Where were we? Ohya, kandung kemih yang terasa mendesak tepat sebelum konferensi pers pertama di lantai 3. Dengan tergesa-gesa, saya berjalan ke tempat saya masuk. Ternyata akses keluar ditutup dengan tali pembatas yang dijaga security. Setengah memohon, saya meminta pak security untuk membukanya agar saya bisa ke toilet yang ada di depan mata.

“Toilet ada di bawah, mbak. Lewat escalator saja,” jawabnya dengan ramah.

“Tapi press conference sudah mau dimulai, pak,” sanggah saya dengan memelas.

“Iya. Toilet ada di bawah, mbak,” ujarnya bersikeras sambil tetap ramah.

Baiklah. Saya bisa tahan. Konferensi pers kedua, masih kuat. Begitu memasuki acara ketiga, saya HARUS melepas desakan kandung kemih ini. Saya turun ke lantai 2. Seperti lantai 3, semua akses keluar ditutup. Saya menghampiri security lantai itu.

“Pak, toilet di mana ya?” tanya saya.

“Di lantai satu. Begitu turun, terus saja sampai mentok, lalu ke kanan.”

Astagaaaahhh…

NOTE: Sorenya, pak security di lantai 3 memberi kelonggaran dengan membuka pita pembatas bagi pengunjung yang mau ke toilet. Sayangnya, saya sudah melepas desakan itu berjam-jam sebelumnya.

MIRAH PERTIWI