Jaguar Land Rover Rumahkan 2.000 Pegawainya di Seluruh Dunia

COVENTRY, Carvaganza – Seiring pengumuman hanya memproduksi mobil listrik pada lima tahun ke depan, Jaguar Land Rover juga dikabarkan akan memangkas 2.000 orang pekerjanya di seluruh dunia. Hal tersebut juga didorong oleh penjualan yang anjlok karena krisis COVID-19 pada tahun lalu. 

Dikutip dari kantor berita Reuters, pabrikan tersebut tengah melakukan peninjauan di dalam organisasi Jaguar Land Rover. Tertulis juga bahwa akan ada pengurangan 2.000 pegawai tersebut hanya pada struktur karyawan kantor bukan pegawai pabrik atau manufaktur. Diharapkan langkah ini akan menghasilkan kinerja JLR di masa mendatang dengan model-model terbarunya. 

Pada bulan lalu, Tata Motors selaku pemilik brand JLR mengatakan bahwa pihaknya juga mengalami kekurangan asupan semikonduktor dan gangguan pasokan karena efek Brexit. Selain itu, meski penjualan model-model JLR sudah bagus di awal 2021 namun itu belum mencapai target.

Jaguar Land Rover

Saat ini JLR memiliki kantor pusat di Coventry dan memiliki pabrik di Castle Bromwich, Solihull, serta Halewood dekat Merseyside. Meski demikian tetap ada kabar baik dari pabrikan Inggris ini, pasalnya mereka berencana untuk meluncurkan enam model listrik baru dalam lima tahun ke depan. Salah satunya adalah Jaguar I-Pace yang merupakan SUV mewah khas Inggris dan dibekali dengan motor listrik bertenaga 394 hp dan torsi 696 Nm. 

Sedangkan model Land Rover full elektrik akan mulai diperkenalkan pada 2024 mendatang. Saat ini beberapa modelnya sudah mulai mengadopsi tenaga hybrid di antaranya adalah Land Rover Range Rover Velar Plug-In Hybrid dan Range Rover Evoque Hybrid. Land Rover fokus pada pengembangan mesin hybrid berbasis plug-in hybrid dan mild hybrid electric vehicle. Pada model plug-in hybrid, tentu saja dua mesin menjadi tombak utama untuk menggerakan kendaraan dan dapat menghasilkan tenaga secara bersama-sama.

Sedangkan pada sistem mild hybrid electric vehicle terdapat perbedaan mekanisme dalam sektor sumber tenaga. Antara motor listrik dan mesin konvensional memiliki tugas secara individu dalam menggerakan kendaraan. Berbeda dengan model plug-in, mild hybrid ini tidak membutuhkan pengisian daya baterai karena disuplai langsung oleh mesin pembakarannya. 

Jika semua berjalan sesuai rencana, JLR mengharapkan semua model Jaguar dan 60 persen mobil Land Rover yang dijual menjadi kendaraan nol emisi pada 2030. Dikabarkan di tahun itu, Inggris akan merilis  regulasi baru yang melarang penjualan kendaraan bermesin konvensional. Selain Inggris, beberapa negara juga berencana untuk melakukan hal serupa di antaranya Norwegia pada tahun 2025, Prancis pada tahun 2040, dan California pada tahun 2035.
ALVANDO NOYA / WH

Sumber: Reuters

Artikel yang direkomendasikan untuk anda