Ini 5 Mobil Listrik Baru Yang Berpotensi Masuk Indonesia

Kia EV6

JAKARTA, Carvaganza - Tren mobil elektrifikasi terus tumbuh. Pabrikan semakin banyak menawarkan produk ramah lingkungan di pasar global. Dalam dua tahun belakangan, ragam merek hadir di Tanah Air, misalnya Hyundai Ioniq Electric, Ioniq 5, Wuling Air EV, MINI Electric dan Nissan Leaf.

KEY TAKEAWAYS

  • Berapa kapasitas baterai yang dibenamkan pada Megane E-Tech?

    Baterai 60 kWh dilengkapi motor listrik bertenaga 214 hp dan torsi 300 Nm. Mampu menempuh jarak 400 km dalam kondisi baterai penuh.
  • Ada berapa varian Kia EV6 yang diproduksi?

    5 varian, yakni Light penggerak roda belakang (RWD), Wind penggerak belakang (RWD) dan seluruh roda (e-AWD), GT-Line penggerak belakang (RWD) dan seluruh roda (e-AWD).
  • Tak menutup kemungkinan portfolio itu bakal bertambah. Lantaran masih banyak produk elektrifikasi yang beredar di luar Indonesia, dan punya kemungkinan untuk dihadirkan di sini. Ada apa saja?

    1. Honda e:NS1 & e:NP1

    April lalu, Honda melalui perusahaan joint venture di China resmi memasarkan mobil listriknya, e:NS1 dan e:NP1. Pada dasarnya ini seperti HR-V generasi ketiga yang diubah menjadi elektrik. Terlihat dari wujudnya mirip SUV Honda yang baru saja diregenerasi. Walau begitu, Honda membangunnya dalam basis khusus elektrifikasi, e:N Architecture F yang memungkinan di tempatkan baterai berkapasitas besar dan motor listrik bertenaga mumpuni.

    Merunut data, e:NS1 dan eNP1 dibekali dua opsi jantung pacu yang berbeda output dan jarak tempuh. Versi short range-nya mampu menjelajah 420 km berkat catu daya 53,6 kWh. Memberikan tenaga ke motor listrik ber-output 179 hp dan torsi 310 Nm. Sedang versi long range yang dibenamkan lithium-ion 68,8 kWh, bisa bertualang sejauh 510 km dengan semburan tenaga 202 hp.

    Honda e:NS

    Soal fitur, perangkat serba modern tersemat. Di interior misalnya terdapat layar display 15,2 inci yang diposisikan vertikal seperti di mobil Tesla. Ini menjadi kontrol sentral fungsi kendaraan sekaligus media hiburan. Kemudian panel instrumen yang menggunakan LCD tak kalah masif, 10,25 inci. Segala informasi lengkap tersaji termasuk akses ke navigasi.

    Perangkat digital itu turut menggunakan sistem operasi Honda terbaru e:N OS. Di dalamnya terdapat sistem interkoneksi pemandu pintar Honda Connect 3.0 dan sistem asistensi berkendara Honda Sensing 360.

    2. Renault Megane E-Tech Electric

    Mungkin bakal banyak yang skeptis soal kehadiran unit ini. Namun, melihat kiprah Renault Indonesia, bisa jadi Megan E-Tech Electric diboyong pula. Sebelumnya sudah mengenalkan Twizy dan Zoe EV. Mobil listrik ini juga berpotensi diimpor oleh Prestige Motorcars, yang sebelumnya sudah mendatangkan EV Tesla. Jadi bukan berarti tak mungkin Megane elektrik mengadu keberuntungan di sini.

    Bicara spesifikasi, Megane E-Tech Electric dilengkapi motor listrik bertenaga 214 hp dan torsi 300 Nm. Disandingkan dengan baterai 60 kWh dengan kemampuan bergerak sejauh 400 km dalam kondisi baterai penuh.

    Baca juga:  Wuling Resmi Buka Pemesanan Mobil Listrik Pertamanya, Harga Mulai Rp 250 Juta

    Renault-Megane E-Tech Electric Renault Megane E-Tech Electric

     

    Terkait kelengkapan fitur, terdapat display besar yang serba digital. Ukurannya 9 inci memanfaatkan sistem operasi Android Automotive miliki Google. Menyajikan layanan peta dan asistensi sepanjang perjalanan. Dikombinasikan dengan panel instrumen 12,3 inci dalam satu bingkai yang didukung prosesor Qualcomm Snapdragon generasi terbaru.

    Tersedia juga Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Mulai dari Forward Collison Avoidance yang dapat mendeteksi pejalan kaki dan pesepeda, hingga pembaca rambu lalu lintas. Menariknya, Megane elektrik memanfaatkan material daur ulang untuk membentuk interior.

    3. Kia EV6

    Sebagai pabrikan sepayung dengan Hyundai, brand asal Korea Selatan ini tengah serius membesarkan bisnisnya di Indonesia. Portofolionya semakin lengkap dan bisa dibilang banyak inovasi.

    Kia EV6 hadir dalam 5 varian, yakni Light penggerak roda belakang (RWD), Wind penggerak belakang (RWD) dan seluruh roda (e-AWD), GT-Line penggerak belakang (RWD) dan seluruh roda (e-AWD). Motor listrik masing-masing tipe punya output berbeda. Light mengeluarkan 167 hp dan torsi 350 Nm. Sementara Wind di angka 225 hp dan momen puntir sama seperti Light. GT-Line lebih masif yaitu 320 hp dan pendorong akselerasi 605 Nm.

    Kia EV6 2021 Kia EV6

    Input daya listrik terbagi menjadi dua, 58 kWh untuk Light dan 77,4 kWh dipasangkan di Wind dan GT-Line. Tapi jarak tempuhnya berbeda-beda, mungkin karena pengaruh bobot dan keluaran performa. Mulai dari 232 kilometer hingga tertinggi 498 kilometer.

    Sudah pasti fitur keselamatan lanjutan dan standar terpasang. Yang bikin keren adalah interior. Dual Panoramic Screens terdiri layar head unit dan panel instrumen dalam satu frame, masing-masing berdimensi 12,3 inci bergaya floating tersemat. Sangat futuristis. Turut dibenamkan teknologi parkir otomatis secara remote. Bahkan diklaim bisa memposisikan diri dengan baik saat melakukan parkir paralel.

    4. Kia Niro EV

    Jika Hyundai punya Kona Electric dan Ioniq EV, Kia juga punya mobil listrik di segmen itu. Adalah Niro EV. Mobil kompak ini disuguhkan dalam dua varian EX dan EX Premium. Bedanya cuma di fitur dan gimmick tampilan. Secara data, ia memakai motor listrik yang membuncahkan 201 hp dan torsi 395 Nm.

    Suplai daya dari lithium-ion 64 kWh di dasar sasis, cukup untuk mengajak mobil berkelana 389 kilometer. Dibandingkan EV6, tentu saja kelengkapan Niro berada di bawahnya.

    DFSK Fengguang Mini EV

     

    5. DFSK Mini EV

    Kalau Wuling belum lama ini mengenalkan Air EV, DFSK juga punya lini yang bermain di segmen kendaraan elektrik mini. Adalah Mini EV berukuran kompak. Dimensinya 2.995 mm x 1.495 mm x 1.640 mm (PxLxT). Secara spesifikasi juga tak jauh berbeda. Motor listriknya menghasilkan daya dorong 34 hp dan momen puntir 100 Nm. Baterai 9,18 kWh mengizinkan perjalanan sejauh 120 km. Cocok sebagai kendaraan komuter dalam kota.

    Kelengkapan fitur terbilang cukup. Sudah kekinian, meski tak banyak yang mencolok. Kabarnya DFSK bakal memboyongnya di ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022. Namun, baru sebatas pengenalan alias belum dijual. Terkait harga, mungkin bakal cukup kaget mendengar angka di negara asalnya. Hanya Rp 70 jutaan. Tapi rasanya bila masuk Indonesia tidak bakal segitu. Mengingat Wuling Air EV saja dibanderol mulai Rp 250 jutaan hingga Rp 300 jutaan. (MUHAMMAD HAFID/EK)

    Baca juga:  Periklindo EV Show Siap Digelar Pekan Depan, Ada 50 Merek Ikut

    Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

    Mobil Honda Pilihan

    • Upcoming

    Updates

    Artikel lainnya

    New cars

    Artikel lainnya

    Drives

    Artikel lainnya

    Review

    Artikel lainnya

    Video

    Artikel lainnya

    Hot Topics

    Artikel lainnya

    Interview

    Artikel lainnya

    Modification

    Artikel lainnya

    Features

    Artikel lainnya

    Community

    Artikel lainnya

    Gear Up

    Artikel lainnya

    Artikel Mobil dari Oto

    • Berita
    • Artikel Feature
    • Road Test

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Review
    • Artikel Feature