Beranda Updates Gandeng mahasiswa, Konsorsium Empat Pabrikan Motor Jepang Mulai Uji Coba Baterai

Gandeng mahasiswa, Konsorsium Empat Pabrikan Motor Jepang Mulai Uji Coba Baterai

TOKYO, Carvaganza.com –  Konsorsium empat pabrikan raksasa roda dua asal Jepang berlanjut ke jenjang lebih serius. Mereka kini kabarnya tengah menguji baterai sepeda motor listrik yang dapat ditukar. Pengujian dilakukan oleh mahasiswa di Universitas Osaka dan proyek ini dinamai “e-YAN OSAKA”.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Honda, Kawasaki, Suzuki, dan Yamaha mengumumkan proyek kerjasama dalam pengembangan sepeda motor berbasis listrik pada April lalu. Keempat produsen itu sudah mempresentasikan masing-masing rencana untuk meningkatkan ekosistem motor listrik. Dalam hal ini difokuskan untuk menciptakan baterai dengan standarisasi yang bisa saling tukar antar merek.

Melansir Electrek, keempatnya bermitra agar menciptakan baterai dengan teknologi universal. Dan mereka kini telah mengesampingkan persaingan untuk mengembangkan serangkaian spesifikasi standar untuk baterai motor listrik. Konsorsium memang belum mengungkapkan perihal teknis apa pun mengenai baterai yang dapat ditukar, tetapi ada spekulasi yang beredar kalau mereka kemungkinan mengikuti jejak Honda.

Seperti kita tahu, Honda memiliki unit PCX Electric (EV) yang memakai dua buah baterai dan dinamakan Mobile Power Pack. Alat untuk menghimpun dan membangkitkan aliran listrik yang dipakai bertipe lithium ion dan mempunyai spesifikasi 50,4 volt 20,8 Ah. Bobotnya sendiri mencapai 10 kilogram per buah-nya. Casingnya didesain tahan banting, tahan panas juga tahan getaran sesuai dengan standarisasi UN R136 atau standar kendaraan listrik di dunia.

Terdapat dua pilihan dalam hal pengecasan. Pertama bisa langsung dengan mencolokkan kabel yang terdapat di motor ke stop kontak listrik. Letak kabelnya berada di dek tengah atau yang biasa jadi lokasi tangki bensin di motor konvensional. Metode ini dapat terisi dari kondisi kosong sampai penuh dengan memakan waktu sekitar 6 jam.

Cara lainnya yaitu dengan cara dicopot dan diisi menggunakan charger eksternal. Untuk satu baterai-nya butuh waktu 4 jam untuk diisi dari kosong sampai penuh. Tapi alat ini tidak disertakan dalam pembelian dan bisa dilakukan di pos-pos charging tertentu saja.

Managing Executive Officer & Head of Motorcycle Business Operation dari Honda, Noriaki Abe menjelaskan kerja sama keempat pabrikan sebagai langkah menyelesaikan masalah dalam penyebaran motor listrik. Dengan rampungnya kerjasama dalam pengembangan teknologi motor listrik diharapkan bisa menurunkan biaya produksi kendaraan, yang nantinya juga berimbas pada harga jual ke pasar.

“Sebagai hasil dari studi kolaborasi berulang-ulang dari empat perusahaan sepeda motor domestik, kami juga berkolaborasi dengan e-Yan OSAKA untuk verifikasi spesifikasi umum baterai yang bisa diganti. Kami menyadari bahwa masih ada masalah yang harus diselesaikan dalam penyebaran sepeda motor listrik. Dan kami terus berupaya meningkatkan lingkungan yang ramah kepada pelanggan atau di tempat masing-masing perusahaan,” kata Noriaki Abe.

Proyek uji coba ini berlangsung selama 1 tahun. Mereka terus mempelajari efektivitas desain baterai yang bisa dilepas dan memungkinkan stasiun pengisian yang dapat digunakan satu sama lain. Selain itu, para mahasiswa di Osaka University juga memberi masukan kepada konsorsium yang kemudian dijadikan bahan untuk menyempurnakan spesifikasi baterai. Sebelum nantinya sistem tukar baterai bisa dijalankan.

Hingga saat ini baterai yang dapat ditukar sudah menjadi standar di skuter listrik, tapi cukup langka untuk sepeda motor listrik. Kebanyakan masih mengalami kendala pada model yang besar dan memakan tempat. Sebagian besar kapasitasnya tidak lebih besar dari 2 kWh, sehingga beberapa terdapat beberapa baterai untuk mencapai kapasitas yang lebih besar. Skuter listrik NIU misalnya, menggunakan sepasang baterai 2,1 kWh, yang masing-masing memiliki berat sekitar 11 kg. Contoh lainnya ada Zero SR / F yang memiliki daya 14,4 kWh, dan setidaknya membutuhkan sekitar tujuh baterai.

Bagaimana menurut Anda? Bisakah Big Four merevolusi sepeda motor listrik dengan menggunakan format bersama untuk baterai yang dapat ditukar?

Sumber: Electrek

ZANUAR ISTANTO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

TEST DRIVE: Renault Kwid Climber, Kesan yang Membekas

JAKARTA, Carvaganza.com -  Saya memarkir Renault Kwid Climber di salah satu kedai kopi di bilangan Fatmawati, Jakarta dan memilih meja di area terbuka tidak...

Strategi Elektrifikasi, Kia akan Punya 7 Mobil Listrik Baru Sampai 2027

SEOUL, Carvaganza.com – Tren elektrifikasi semakin meluas dan diikuti oleh sebagian besar pabrikan otomotif di dunia. Kendaraan bertenaga listrik semakin banyak pula mengisi line...

4,5 Tahun Jadi Bangke Di Sungai, Porsche 911 Direbuild Lagi

TUSCANY, Carvaganza.com -  Bagi kalangan car enthusiast, menghidupkan kembali mobil yang telah mati adalah pekerjaan mengasyikkan. Apalagi kalau mobil yang dikerjakan punya historis tinggi...

Regulasi Baru, Peugeot akan Ikut Le Mans Lagi Mulai 2022

LE MANS, Carvaganza.com – Peugeot akhirnya resmi mengumumkan akan mencoba lagi untuk megnejar kemenagnan di Le Mans 24 Hour. Caranya adalah dengan akan berpartisipasi...
video

VIDEO: Duel Maut McLaren 720S Spider Versus Porsche Taycan Turbo S

LONDON, Carvaganza.com - McLaren 720S lawan Porsche Taycan di lintasan drag? Ini duel yang seru. Dan mungkin banyak yang underestimate Taycan karena bentuknya. Taycan...