Formula E Lirik Teknologi Sel Hidrogen Untuk Mobil Balap Generasi Baru

Formula E

LONDON, Carvaganza – Sebagai pelopor kejuaraan balap mobil listrik, Formula E membuka kemungkinan untuk mengadopsi teknologi yang semakin relevan dengan pasar otomotif. Baru-baru ini Formula E menyatakan menaruh pertimbangan pada teknologi alternatif sebagai sumber tenaganya. Setelah menggunakan baterai sebagai sumber energi, tenaga hidrogen dilihat sebagai alternatif potensial.

Hidrogen disebut sebagai alternatif yang cukup memungkinkan untuk diadopsi ke mobil balap Formula E, khususnya saat beralih ke mobil Gen4. Rencana ini diutarakan dengan intensi cukup serius oleh Alejandro Agag, co-founder Formula E.

Agag ingin kejuaraan balap yang dikelolanya itu agar semakin relevan dengan teknologi mobil jalan raya. Selain itu, dirinya ingin Formula E juga bisa menjadi laboratorium pengembangan teknologi baru yang bisa ditransfer ke industri juga di masa depan. Apalagi melihat fakta bahwa popularitas kendaraan listrik yang semakin tinggi di pasar otomotif dunia.

Formula E

“Hidrogen ada di dalam lisensi Formula E dengan FIA. Ada dua cara untuk menggunakan hidrogen, salah satunya adalah dengan membakar hidrogen, tetapi beberapa orang sedang berusaha untuk membuatnya jadi lebih efisien,” jelas Agag dilansir oleh Motorsport.

Baca Juga: Ferrari Rilis Logo Spesial 75 Tahun, Akan Banyak Perayaan Sepanjang 2022

“Cara lainnya, yang mana akan kami gunakan, adalah sebuah sel bahan bakar hidrogen yang pada dasarnya menghasilkan listrik yang kemudian mendayai motor listrik. Jadi begitu teknologi tersebut mulai tersedia secara luas dan beroperasi di tingkat balap, kami tentunya akan meninjaunya.”

Formula E kini sedang menggunakan mobil Gen2 Evo, yang merupakan versi evolusi dari Gen2 yang sudah digunakan sejak musim 2018-2019. Dan tidak lama lagi, kejuaraan yang baru saja ditinggalkan oleh Audi dan BMW ini akan beralih ke mobil baru yang menerapkan regulasi Gen3. Musim ini diyakini akan menjadi kali terakhir mobil Gen2 digunakan.

Formula E

Peralihan ke teknologi tenaga hidrogen akan menjadi strategi yang menarik untuk meningkatkan daya tarik Formula E. salah satu rintangan yang paling sulit diatasi untuk sistem listrik murni adalah pengisian ulang (recharging) baterai. Hal ini bisa secara efektif diatasi oleh adopsi sel bahan bakar hidrogen yang bisa meregenerasi energi dengan hampir instan. Mobil Gen4 direncanakan siap diterapkan regulasinya dalam waktu sekitar lima tahun ke depan.

Formula E sempat menjadi sorotan karena kapasitas baterainya yang terbilang kecil menunjukkan kelemahan sistem penggerak bertenaga listrik. Pada mobil Gen1, setiap pembalap diwajibkan untuk berganti mobil di tengah balapan agar bisa mencapai finish, karena baterai tidak bisa mencapai jarak penuh balapan. Hal itu diatasi pada mobil Gen2 yang sanggup digunakan selama balapan, sejak start sampai finish.
WAHYU HARIANTONO

Baca Juga: Honda Step WGN Pernah Mampir Di Indonesia, Bakal Jadi Rival Toyota Voxy?

Sumber: Motorsport

Artikel yang mungkin menarik untuk Anda

Mobil Pilihan

  • Upcoming

Updates

Artikel lainnya

New cars

Artikel lainnya

Drives

Artikel lainnya

Review

Artikel lainnya

Video

Artikel lainnya

Hot Topics

Artikel lainnya

Interview

Artikel lainnya

Modification

Artikel lainnya

Features

Artikel lainnya

Community

Artikel lainnya

Gear Up

Artikel lainnya