Ferrari F355 Spider Eks Shaq O’Neal Dilelang, Dulu Dimodif Biar Muat

JAKARTA, Carvaganza – Waktu mantan bintang NBA Shaquille O’Neal membeli Ferrari F355 Spider bisa jadi tidak muat. Postur jangkungnya 2,16 meter tentunya sulit untuk langsung masuk ke jok dan layout kabin yang standar pabrikan. Makanya, ketika dibeli Shaq harus memodifikasi supercar itu agar Ia bisa mengendarainya kemanapun Ia suka.

Sebagai gambaran, dimensi dimensi F355 Spider dicatatkan sepanjang 4.250 mm, lebar 1.900 mm dan tinggi 1.170 mm. Dan ini mobil sport berpostur pendek. Shaq tingginya lebih dari dua meter, mungkin masuk pun akan susah. Diambilah langkah solusi.

Memang pada awalnya atap yang tebuka bisa menjadi solusi bagi bintang NBA itu. Pasalnya headroom jadi tak terbatas namun ternyata itu semua belum cukup. Lantaran kabin masih sempit, konstruksi atap convertible mau tidak mau harus dilengserkan selamanya. Segala mekanisme pelipatan pun dicabut dari dudukan agar posisi bangku bisa mundur lebih jauh. Tak hanya itu, tangki bensin ikut dipindah ke ruang bagasi depan. Sebagai penyelaras desain, dua punuk tonneau cover dipasang sehingga meramaikan kekosongan ruang.

Gaya khusus dituangkan ke Ferrari Spider berkelir Argento Nürburgring itu. Tampil kalem dengan pelek silver Giovanna Luxury berdiameter 19 inci dibalut ban performa Pirelli P Zero. Di baliknya tertanam kaliper rem Brembo silver enam piston di depan dan empat di belakang. Menjadi pasangan dari piringan cross-drilled di keempat roda.

Baca juga: Gemballa 930 Avalanche, Mobil Ultra-Langka Ini Siap Dilelang



Dalam kabin, joknya sudah diganti dengan komponen aftermarket. Dapat dilihat siapa superhero favorit Shaq lewat jahitan lambang di bucket seat hitam-silver. Bangkunya kemudian dipasang sabuk pengaman kompetisi Black Ractive menjuntai dari lubang sandaran. Sound system turut mendapat sentuhan meliputi driver Alpine dan tweeter di tonneau cover belakang berikut door panel. Termasuk pula memanfaatkan head unit Alpine berisi konektivitas Bluetooth.

Hal menarik terletak di balik setir empat palang. Adalah bacaan odometer 7.400 mil atau sekitar 11.900 km. kalau dirata-rata, hanya dipakai 540 km dalam setahun selama masa hidupnya. Semakin menambah nilai istimewa sebab jarang dipakai meski tidak sepenuhnya orisinal. Well, saat ini Ferrari yang sempat mengisi garasi Shaq sedang menjalani proses lelang di Bring-a-Trailer. Tinggal dua hari lagi dan penawaran terakhir berada di titik 48.500 USD atau sekitar Rp 687 jutaan. Sangat cocok kalau memang berpostur tinggi atau penggemar berat sang mantan pebasket profesional Amerika itu.

Pun Ferrari F355 Spider tergolong cukup spesial. Boleh disebut sebagai penyambung darah eksotis Kuda Jingkrak V8 mid-engine klasik dengan modern. Ia masih memiliki karisma dari sang leluhur 308 dengan bermacam penyempurnaan teknologi. Dilahirkan persis sebelum rancangan berubah drastis ke 360 Modena. Bisa dilihat elemen nostalgia dalam evolusi pahatan membulat. Meliputi pop-up headlight, emblem Scuderia di fender depan, saluran udara di samping hingga grille kasa di buritan mengisi dasar empat lampu lingkaran.

Unit V8 twin overhead camshaft berkapasitas 3,5 liter duduk persis di belakang pengemudi. Saat masih baru diklaim sanggup melontarkan tenaga sampai 380 hp dengan torsi puncak 363 Nm. Yang membuatnya semakin menarik, Ferrari menjadi pionir dalam otomatisasi girboks manual untuk road car. Merupakan mobil jalan raya pertama dengan paddle shift untuk melakukan perpindahan gigi transaxle enam percepatan.

Baca juga:  Sejarah Ferrari 250 Testa Rossa Yang Membuatnya Jadi Legenda Di Dunia Balap


Pernah Menjadi Barang Sitaan


Memang, Kuda Jingkrak berkelir silver ini dalam sejarahnya sempat dimiliki Shaquille O’Neal – bukan merupakan pemilik terakhir. Melansir Detroit News (12/01/2017), sports car itu mengisi garasi saat masih bergabung bersama LA Lakers sekitar 1996-2004. Lalu di satu titik, juru lelang asal Indiana, Dean Kruse dan rekan membeli sebagai bagian investasi.

Dean Kruse kemudian mendonasikan sang Ferrari ke Museum Packard di Dayton, Ohio, AS pada 2007. Singkat cerita, Robert Signom sebagai kurator dan founder museum berkenalan dengan Romel Casab. Casab mengetahui keberadaan Ferrari eks O’Neal dan berniat membeli dengan membayar deposit 15 ribu USD - ditujukan untuk dicoba lebih dulu selama sebulan pada 2011. Alih-alih terbayar lunas, yang ada berakhir menjadi barang sitaan sebab Casab tersandung kasus narkoba.

Kepemilikannya lantas diperjuangkan Signom selama kurang lebih setahun. Harus berupaya membuktikan kepada pengadilan bahwa Ferrari V8 beratap Spider itu merupakan aset museum. Akhir cerita, museum berhak atas kepemilikan asal membayar penalti 15 ribu USD di 2012. Setahun kemudian sang Kuda Jingkrak dilepas ke pasaran melalui Significant Cars. Tidak ada detail siapa penguasanya setelah itu, yang jelas kini siap dilepas via lelang di Bring-a-Trailer.



Sumber: Bringatrailer, Detroitnews

AHMAD KARIM

Artikel yang direkomendasikan untuk anda