Beranda EDITOR'S PICKS FEATURE: Gumball 3000, Living the Dream

FEATURE: Gumball 3000, Living the Dream

Gumball 3000 merupakan playground orang-orang berkantung dalam yang ingin bersenang-senang.

LANGIT KELAM menyelimuti Riga, ibu kota Latvia, pada awal Juli lalu. Tapi kemuraman itu seperti tak ada pengaruhnya pada manusia di bawahnya. Hampir seratus ribu penonton berkumpul di Brivibas Bulvaris, sebuah jalan utama di Riga, dengan senyuman lebar, tak ketinggalan para wanita cantik berwajah segar. Suara musik dengan beat cepat membawa kehangatan sendiri, tapi tak menutupi geraman mobil-mobil performance dengan nada berbeda yang saling bersahutan. Ya, di sana terdapat lebih dari 120 hyper-luxury car, hypercar, supercar, sportscar, custom car dari berbagai belahan dunia.

Para pemilik (atau penyewa) mobil-mobil impian para car enthusiast tersebut berkumpul untuk berpartisipasi dalam acara tahunan Gumball 3000. Event ini seperti rally wisata yang sarat dengan hedonisme: party-wanita-free flow booze-selebritas-exotic cars. Jika Anda punya uang banyak – maksud saya, benar-benar banyak – untuk dibuang-buang dan bosan mengendarai performance car di bawah speed limit, tapi tak tertarik dengan kompetisi yang profesional, maka inilah tempat yang tepat. Entry fee saja lebih dari US$30.000 per mobil dengan dua orang. Bahkan rumor yang beredar, biaya pendaftaran untuk Gumball 3000 2018 (20 anniversary event ini) mencapai US$100.000! Cukup untuk membeli sebuah sportscar standar.

Tahun ini, Gumball 3000 berlangsung selama delapan hari dari Riga ke Mykonos, sebuah pulau di Yunani yang terkenal sebagai tempat summer party para pesohor. Rute yang diambil melewati Warsawa (Polandia), Budapest (Hungaria), Dubrovnik (Kroasia), Tirana (Albania), dan Atena (Yunani). Setiap kota yang mereka singgahi selalu ada makan malam mewah dan, tentu saja, lebih banyak party. Maka tak heran jika biaya untuk mengadakan event tersebut bisa lebih dari US$ 12 juta.

Setiap tahun, Gumball 3000 selalu mengambil rute yang melewati daerah-daerah eksotis dengan jarak kurang-lebih 3.000 mil (sekitar 4.800 km). Itulah sebabnya nama event ini menggunakan angka 3000. Istilah “gumball” sendiri diambil dari pernyataan Andy Warhol – seniman Amerika sekaligus merupakan pionir pop art – yang menggambarkan bagaimana masyarakat mengunyah kemudian meludahkan pop culture seperti permen karet (gumball).

Gumball 3000 lahir dari prakarsa  Maximillion Fife Alexander Cooper, seorang entrepreneur, pemain skateboard dan pembalap asal Inggris. Pada 1999, ia mengumpulkan 50 teman-temannya untuk melakukan perjalanan melintasi Eropa. Event ini diawali dengan, lagi-lagi, party di Bluebird Club – sebuah tempat eksklusif di London – kemudian ke Rimini, Italia, dan kembali lagi ke London. Sepanjang perjalanan, rombongan itu singgah di Chateau d’Esclimont, Paris, dan sirkuit Le Mans. Mereka juga mengunjungi pabrik Ferrari di Maranello, Kastil Ambras di Austria dan Sirkuit Hockenheim di Jerman.

Sebagai catatan, Maximillion Cooper memiliki kekayaan lebih dari US$ 50 juta. Jadi teman-teman yang diundang juga berasal dari kalangan the have yang tak keberatan dengan entry fee US$ 8.700 saat itu. Maka tak heran jika selebritas seperti Kate Moss, Guy Richie dan Danii Minogue terlihat di antara mereka. Mobil yang ikut pun tak kalah fenomenal. Di antaranya terdapat mobil polisi Inggris yang dipinjam dari acara TV Inggris, The Bill, Lotus Esprit dan Lamborghini Diablo.

Gumball 3000 mulai populer pada 2001 dengan rute London, Berlin, Malbork, Vilnius, St Petersburg, Helsinki, Stockholm, Copenhagen dan kembali ke London. Dari 106 mobil yang ikut serta, terdapat Jaguar XJ6 1989 yang dikendarai Johnny Knoxville, pemeran seri TV Jackass. Cooper sendiri menggunakan Shelby Cobra original, sedangkan sang juara event tahun itu, Kim Dotcom, menunggangi Mercedes Brabus SV12. Tapi yang paling menarik perhatian adalah mobil Lord Montagu dari Beaulieu, Bentley Blower lansiran 1929. Itulah mobil tertua dalam sejarah Gumball 3000.

Cooper memutuskan bahwa untuk tidak melibatkan catatan waktu atau menetapkan hadiah di rally ini demi menghindari urusan hukum. Meski begitu, hal tersebut tak menghentikan para peserta untuk melewati speed limit sepanjang 19 tahun keberadaan event ini. Walaupun menuai banyak kritik, tapi itulah yang menjadi salah satu daya tarik acara ini. Toh pesertanya punya banyak uang untuk membayar tilang. Salah satunya adalah Alex Roy, peserta setia Gumball 3000 sekaligus pereli asal Amerika. Ia telah mengumpulkan ratusan tilang selama keikutsertaannya di rally itu.

Ngebut dengan mobil bertenaga besar bagaikan accident waiting to happen. Gumball 3000 pada 2007 dengan rute London ke Istanbul merupakan buktinya. Porsche 911 Turbo TechArt, dikendarai Nick Morley dan Mattlew McConville, menghantam VW Golf yang sedang lewat dan menewaskan penumpang di dalamnya. Tragedi tersebut merupakan puncak dari pelanggaran-pelanggaran yang terjadi sebelumnya di tahun itu: dua mobil disita polisi, SIM tujuh pengemudi dicabut, dan 70 mobil dihentikan polisi Jerman. Tapi kejadian itu tak menghentikan Cooper untuk kembali mengadakan Gumball 300 di tahun-tahun berikutnya, sampai sekarang.

Banyak mobil eksotis yang terlihat di ajang itu. Tahun ini mobil Formula 1, BGF1, yang road legal – lengkap dengan lampu depan-belakang, lampu sein, pelat nomor – menjadi perhatian penonton. Tunggangan ini dilengkapi mesin Ferrari V8, sistem KERS dan setir yang dipinjam dari Sauber. Tak ketinggalan Lancia Rally 037 mobil rally Group B Lancia 037 yang pernah berkompetisi di WRC Group B era 1980-an.

Sementara itu, performance car bertebaran seperti Ferrari F12 Berlinetta, Bentley Continental GT, Dodge Challenger Hellcat, Lamborghini Aventador LP750-4 Superveloce dan banyak lainnya. Gumball 3000 memang menawarkan segala keriaan yang bisa Anda dapatkan, selama Anda punya uang banyak. It’s like living the dream. Rich people’s dream for sure.

MIRAH PERTIWI

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Mitsuoka Buddy, Toyota RAV4 Yang Berdandan Ala Pickup Chevrolet Tua

JAKARTA, Carvaganza.com - Anda tak salah lihat. Ya inilah mobil baru yang berdandan ala mobil tua. Namanya, Mitsuoka Buddy. Mobil ini diproduksi oleh Mitsuoka,...

Histori Lini SUV Mercedes-Benz, Sempat Telat Mengikuti Tren

Sederet model SUV disuguhkan Mercedes-Benz. Tentu tujuannya memenuhi bermacam kebutuhan pasar. Mulai dari entry level sampai paling mewah. Membuatnya dapat diterima berbagai kalangan. Di...

Daihatsu Ayla Makin Seru, Punya Tampilan Baru

JAKARTA, carvaganza.com – Kalau Anda sekarang ini sedang memilih-milih mobil LCGC yang pas, mungkin Daihatsu Ayla bisa dijadikan bahan pertimbangan. Tampilan city car Ayla...

Menebak Harga Honda CR-V Facelift di Indonesia Jelang Peluncuran

JAKARTA, Carvaganza.com – Honda CR-V versi terkini sudah mengaspal di Vietnam dan Thailand, sementara di Indonesia sejauh ini belum ada kabarnya. Mungkin saja akhir...

Penyegaran Isuzu mu-X 2021, Pancarkan Aura Premium

BANGKOK, Carvaganza.com - Isuzu telah resmi merilis model penyegaran untuk Isuzu mu-X 2021 di Thailand, 28 Oktober 2020 lalu. Tak hanya tampilan yang disegarkan,...