Enggak Kapok-Kapok Pabrikan Cina Jiplak Chevrolet Corvette, Mesinnya PHEV

BEIJING, carvaganza.com – Chevrolet Corvette C1 tahun 1958 adalah salah satu mobil yang paling diburu kolektor. Mobil klasik favorit yang memiliki desain yang tak lekang di makan waktu. Sampai sekarang tetap menarik, meskipun usianya sudah hampir 70 tahun sejak diluncurkan.

Yang mengejutkan ternyata desain mobil tersebut dijiplak oleh pabrikan Cina, Songsan. Mungkin kalau pabrikan mobil Cina menjiplak mobil-mobil baru yang diproduksi pabrikan Eropa dan Jepang sudah biasa, tapi yang ini adalah mobil bertampang klasik pun disikat. Ditiru habis-habisan. Dan mobil ini bukan prototipe, melainkan sudah diproduksi massal.

Mengutip sumber dari www.carscoop.com dan www.autoclassic.com, mobil kloningan Corvette C1 itu diberi nama SS Dolphin. Jadi lucu kan, nama orisinalnya keren, jiplakannya jadi Lumba-Lumba. Bahkan tanpa rasa malu, perusahaan itu malah memajang di website mereka foto selebriti seperti Brad Pitt, Tom Cruise dan George Clooney berfoto di belakang setir sportscar klasik Amerika tersebut.

Baca juga: Chevrolet Corvette Convertible Meluncur, Lebih Menggoda



Dari sisi fascia depan, yang agak membedakan dengan Corvette aslinya terletak pada headlight. Lampu depan Dolphin sudah LED, namun desainnya sama berupa empat lampu depan membulat. Desain grillenya pun sama, bentuk bodi juga identik. Sampai lis frame kaca depan pun mirip, mendapat sentuhan krom.

Bagian belakang pun mengopi identik. Bedanya hanya pada logo SS Dolphin, kalau dipakaikan logo Corvette orang akan sulit membedakan. Namun dalam hal dimensi, versi kloningan lebih panjang dan lebih tinggi dibandingkan Corvette. Model jiplakan berdimensi panjang 4.800 mm, lebar 1.850 mm dan tinggi 1.390. Alias lebih panjang 300 mm dan lebih tinggi 94 mm.

Baca juga: Chevrolet Corvette Terbaru, Sportscar dengan Audio Terkuat

Jiplakan juga merembet ke bagian interior. Mirip banget dengan Corvette, hanya berbeda pada sentuhan saja. Dolphin mengombinasikan detail old school dengan teknologi modern. Misalnya instrument cluster sudah digital plus layar sentuh model ‘floating’ (melayang). Kabin juga mendapat sentuhan aksen kayu serta metalik. Desain setir dibuat berbentuk flat-bottom.

Chevrolet Corvette C1 1958 yang asli


Songsan tidak menginformasikan secara detail spesifikasi mobil kloningan yang mereka produksi. Namun menyebutkan bahwa engine yang dipakai adalah plug-in hybrid, mengombinasikan  mesin internal combustion 1.5 liter turbocharge dengan satu motor listrik. Powertrain itu dipasok dari BYD, termasuk baterai berkapasitas 16 kWh yang memiliki range listrik 90 – 100 km. Pabrikan mengklaim Corvette jiplakan ini mampu sprint 0 – 100 km/jam dalam waktu 4,9 detik.

Untuk memiliki mobil ini, bisa ditebus dengan harga mulai dari 590.000 yuan atau hampir 50 persen lebih mahal dari harga  mobil Camaro baru di Cina.



EKA ZULKARNAIN

 

 

 

Artikel yang direkomendasikan untuk anda