Beranda Hot Topics Dihajar COVID-19, Penjualan Toyota dan Daihatsu Masih Dominan

Dihajar COVID-19, Penjualan Toyota dan Daihatsu Masih Dominan

JAKARTA, Carvaganza.com – Pandemi coronavirus (COVID-19) membuat pasar otomotif berantakan. Turunnya daya beli membuat penjualan para pabrikan menurun. Pil pahit yang harus ditelan para pabrikan mobil. Data yang dilansir PT Astra International Tbk, menunjukkan periode Januari-April lalu pasar mobil nasional berada di angka 244,762 unit. Seperti biasa, Toyota Astra Motor (TAM) dan Astra Daihatsu Motor (ADM) tetap jadi pemain utama.

Selama 4 bulan, market turun. Bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan angka 338.388 unit. Masa pandemi COVID-19 mulai menggerogoti pasar otomotif nasional per Maret. Dan semakin parah pada April. Sebagai perbandingan, jika April 2019 pasar mencatat angka 84.056 unit. Sementara bulan yang sama tahun ini hanya 7.871 unit. Dan itupun sudah dari seluruh brand.

Jika dirinci, Toyota berada di urutan pertama dengan penjualan 2.093 unit. Jauh turun dibandingkan penjualan mereka bulan sebelumnya yaitu 26.346 unit. Saudaranya Daihatsu berada di urutan kedua dengan penjualan 1.330 unit. Sumbangan keduanya untuk Astra masih dominan. Dari total kendaraan di bawah Astra yaitu 3.807 unit. Lainnya datang dari Isuzu, UD Trucks dan Peugeot.

Di luar Astra, penjualan total ada di angka 4.064 unit. Honda menjadi pabrikan dengan penjualan terbaik yaitu sebanyak 1.183 unit. Kemudian ada Mitsubishi 1.113 unit, Suzuki 1042 unit, Nissan 58 unit, dan sisanya 668 unit.

Baca juga: Daihatsu Xenia Terlaris ke-3 di Segmen MPV Low Hingga April 2020

Perkiraan Mei

Jika April saja sudah anjlok, bisa dibayangkan bagaimana penjualan bulan Mei. Pasalnya, pabrikan rata-rata menghentikan sementara produksi pabrik mereka. Di sisi lain waktu operasional lebih pendek karena adanya puasa Ramadhan dan libur lebaran.

“Setelah pembukuan April, market wholesales bulan berikutnya bisa jadi semakin kecil. Bahkan hampir semua brand tidak memproduksi mobil. Kalau pun ada, untuk kepentingan ekspor. Yang domestik boleh jadi nol. Jadi Mei ini, mungkin akan di bawah 1.000 (unit),” ungkap Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, dalam konferensi pers digital beberapa waktu lalu.

Wanita yang akrab disapa Amel itu memperkirakan penjualan retail kian menyusut. Disebabkan faktor produktivitas berkurang, seperti adanya libur Lebaran. Jika pada April pengurangannya sekitar 26 persen, maka angka 40 sampai 50 persen pada Mei bukanlah hal tak masuk akal.

Kondisi pasar retail seperti ini dinilai bukan akibat Virus COVID-19 saja. Penyebab lain adalah lantaran daya beli berkurang. Ada karena PHK atau karena kian ketatnya seleksi lembaga pembiayaan turut berimbas. Mengingat mayoritas pola konsumen Daihatsu, membeli dengan mekanisme kredit, bukan tunai. Cukup sistemik.

Baca juga: Pembelian Lewat Online Naik, Honda Tawarkan Promo Lewat e-Commerce

Penjualan Digital

Harapan pasar tetap merespon, tentunya masih ada. PT Honda Prospect Motor (HPM) mencatat ada peningkatan aktivitas masyarakat yang dilakukan secara online dalam dua bulan terakhir. Hal ini seiring dengan masa penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di beberapa kota di Indonesia. Pada akhir tahun 2019 lalu, pembelian mobil Honda yang dilakukan secara online tercatat masih di bawah 5%. Sementara pada bulan April 2020, pembelian mobil Honda secara online meningkat hingga mencapai sekitar 20% dari seluruh total penjualan Honda di Indonesia.

Beberapa hal menjadi pemicunya. Yusak Billy sebagai Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor mengatakan peningkatan pembelian mobil secara online ini dipengaruhi antara lain oleh pembatasan aktivitas konsumen di luar rumah dan juga perilaku konsumen yang semakin terbiasa melakukan belanja secara online.

“Hal ini terutama berasal dari konsumen yang melakukan repeat order atau pernah melakukan pembelian mobil Honda sebelumnya. Nah, saat ini juga mulai banyak dilakukan oleh konsumen baru yang semakin percaya terhadap brand Honda. Kami melihat hal ini juga akan terus meningkat setelah kita memasuki era normal yang baru nanti,” katanya.

Kondisi ini tentunya bisa dimanfaatkan para pabrikan. Meski terbatas pada pemasaran digital, para pabrikan masih bisa berharap memperpanjang nafasnya. Setidaknya hingga pandemi yang kita semua harapkan segera berakhir dalam waktu dekat.

Baca juga OTO: Walau Paceklik COVID-19, Toyota dan Daihatsu Indonesia Masih Mendominasi Pasar

ANJAR LEKSANA | RAJU FEBRIAN

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Hyundai i20 N 2021 mendebut, Versi Kencang Hanya Tersedia Girboks Manual

SEOUL, carvaganza.com – Memang mobil-mobil kecil dengan tenaga besar agak mengalami kemunduran. Cupra Ibiza, Audi S1 dan Renault Clio R.S sudah out, tapi masih...

Kisah Penyelamatan Menembus Tembok Berlin Dengan Bersembunyi Di Dalam BMW Isetta (Chapter-3)

Klaus-Günter Jacobi berhasil membawa sahabatnya, Manfred Koster keluar dari Jerman Timur menggunakan BMW Isetta yang telah dimodifikasi. Rencananya ini dibantu dua orang pelajar yang...

Kisah Penyelamatan Menembus Tembok Berlin Bersembunyi Di Dalam BMW Isetta (Chapter-2)

Menyembunyikan orang di dalam mobil yang lebarnya tak lebih dari 127 cm dan panjang 228 cm itu jenius sekaligus gila. Jenius karena orang lain...

Kisah Penyelamatan Menembus Tembok Berlin, Bersembunyi Di Dalam BMW Isetta (Chapter-1)

Klaus-Günter Jacobi mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan seorang sahabat. Sahabatnya itu ia sembunyikan di dalam mobil beroda tiga yang berukuran sangat kecil, BMW Isetta. Berikut...

Modifikasi Suzuki Jimny, Racing Style to Sleeper Style

DENPASAR, Carvaganza -- Siapa yang tidak kenal dengan Suzuki Jimny? Yup SUV buatan Suzuki ini memang tenar sejak jaman kehadiran perdananya 1979. Sebagian pemilik...