Beranda Updates Debut Nissan Z Proto, Bawa Desain Modern dalam Proporsi Klasik

Debut Nissan Z Proto, Bawa Desain Modern dalam Proporsi Klasik

YOKOHAMA, Carvaganza.com – Lewat streaming langsung yang tersiar ke seluruh dunia, penerus Fairlady Z akhirnya muncul. Masih berupa prototipe, menampilkan wujud nyata mendekati versi produksi kelak Nissan ingin mengajak bernostalgia kembali ke memori 240Z, 280ZX, 300ZX, sampai 370Z, diolah dalam kemasan retro-modern apik.

Dimensi terlihat kompak, namun ternyata membesar dibanding 370Z. Panjang terhitung 4.381 mm, lebar 1.849 mm dan tinggi 1.311 mm. Sementara 370Z punya panjang 4.254 mm, lebar 1,844 mm dan tinggi 1.316 mm. Berarti, Z Proto sebanding melawan Toyota Supra yang punya ukuran 4.380 x 1.855 x 1.290 mm (PxLxT).

Lebih detail soal data, spek hingga harga, menyusul sampai mendekati hari peluncuran. Bila menargetkan Toyota Supra sebagai lawan sepadan, harusnya berani mematok sedikit lebih murah.

Eksterior

Nissan menyebutnya desain modern dengan proporsi klasik. Bodi menegaskan profil Z. Mulai dari kap mesin panjang menandakan layout FR, sampai bokong sportback semok seolah membungkuk. Tak lupa, elemen mutakhir ada di dalam kulit klasik itu tadi. Kisi-kisi garis besar desain telah diumbar dalam beberapa teaser. Tapi ada saja elemen kejutan dari bagian yang sengaja tidak diperlihatkan. Misal desain moncong. Perhatian langsung tertuju ke grille persegi panjang kaku. Dibiarkan murni apa adanya tanpa ciri tertentu.

Gambarannya bukan bahasa desain V-Motion seperti mobil Nissan terbaru. Malah bagus, sebab Z Proto diperuntukkan kalangan antusias Z-Car yang terkenal fanatik. Pantas punya ciri sendiri. Headlamp LED berbentuk tetesan air mengingatkan Z original. Dua pendaran sinar setengah lingkaran sangat mencirikan bentuk mata 240Z tahun 1970 silam. Muka dibiarkan bersih tanpa perlu banyak lekukan dramatis. Sederhana dan tetap keluar aura retro.

Bagian tengah mulai dari pintu sampai atap menyisakan desain 370Z. Seolah benang merah sebagai generasi penerus. Garis atap berbingkai perak menukik lurus membentuk pantat sportback. Tampak sinkron dengan desain pilar C klasik yang cuma ada di 240Z dan 370Z. Tak lupa logo Z kembali diletakkan di situ. Rancangan 370Z memang masih dominan. Tapi sang pendahulu pun amat terinspirasi 240Z. Mungkin ini dijadikan pahatan abadi dalam klan Z-car.

Lenggok muka sampai roofline sudah mengisyaratkan profil Z. Makin menarik lagi, semua itu disudahi buritan tak kalah retro. Terang-terangan mencomot pantat Nissan 300ZX Z32. Model kedua 300ZX peralihan gaya sports car 80an, menuju era milenium. Dua batang LED rectangle saling berhimpit. Bersama logo Nissan, semuanya masuk dalam bingkai berlapis kaca. Ciri 240Z dilihatkan lagi melalui signature Fairlady Z tetap di pintu bagasi.

Tanpa terlalu ditonjolkan, sematan bodykit serat karbon memenuhi syarat mobil performa tinggi. Sama sekali tidak berlebih, malah terlalu simpel. Mulai dari lip spoiler depan, side skirt sampai diffuser. Sebelum ditutup pelek 19-inci dan knalpot ganda yang melengkapi tampilan keseluruhan.

Interior

Interior jauh dari kesan prototipe. Seolah tanpa ubahan lagi, siap untuk segera dijual. Seperti luar, kesederhanaan juga terpancar tanpa gaya ekstrem. Tiga indikator bulat di atas dashboard dan kontrol AC jadul, memberi nuansa retro walau tak ditunjang bagian lain. Paling mutakhir terpampang dari digital meter display 12,3-inci dan head unit monitor 9-inci bawaan dari Rogue.

Selebihnya tidak menyiratkan mobil sport yang termakan teknologi. Area konsol tengah justru paling menggoda adrenalin. Tuas transmisi manual dan rem tangan konvensional, sebuah anugerah bagi para pengemudi puritan. Dua faktor kesenangan yang tak akan didapat pembeli Supra A90 dan mobil sport Eropa lainnya.

Drivetrain

Nissan menjanjikan sensasi berkendara murni lewat transmisi manual. Godaan sudah dilayangkan sejak merilis rangkaian teaser. Berarti terus melanjutkan tradisi sejak awal sampai 370Z. Pilihan transmisi otomatis semestinya tetap ada, hanya saja belum dijelaskan lebih lengkap.

Girboks manual 6-speed bakal jadi perantara roda belakang dan jantung pacu. Terkonfirmasi, unit V6 twin-turbo sebagai pusat daya. Belum ada detail kode mesin apa, begitu pula jumlah tenaga maupun torsi dihasilkan. Mudah ditebak, inilah VR30DDTT yang sudah dipakai dulu oleh Infiniti Q50 dan Q60 coupe tahun lalu. Punya dua versi tenaga, 300 dan 400 hp. Output terbesarlah yang paling mungkin dipakai, identik dengan calon nomenklatur 400Z.

ANINDIYO PRADHONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Lima Crossover Yang Bisa Dijadikan Alternatif Selain Honda HR-V

JAKARTA, carvaganza.com – Pasar SUV/crossover kompak memang sedang digandrungi. Tingginya permintaan membuat pabrikan membanjiri pasar. Pertarungan di segmen ini pun semakin memanas. Di pasar...

Pilih Renault Triber atau Suzuki Ignis? Ini Masing-Masing Kelebihannya

JAKARTA, carvaganza.com – Untuk punya mobil SUV bergaya tangguh memang cukup merogoh kocek. Tapi kami memilihkan, ada dua mobil kompak bergaya ala SUV. Memang...

Enggak Kapok-Kapok Pabrikan Cina Jiplak Chevrolet Corvette, Mesinnya PHEV

BEIJING, carvaganza.com – Chevrolet Corvette C1 tahun 1958 adalah salah satu mobil yang paling diburu kolektor. Mobil klasik favorit yang memiliki desain yang tak...

DFSK Klaim 3 Keunggulan Super Cab, Benarkah?

JAKARTA, Carvaganza -- Di tengah pandemi COVID-19, permintaan kendaraan komersial ternyata tetap tinggi. PT Sokonindo Automobile, sebagai pemegang merek DFSK di Indonesia mengandalkan DFSK...

Covid-19 Berlanjut, Toyota Kembali Donasikan Kijang Innova Ambulans

BEKASI, Carvaganza -- Pandemi COVID-19, belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda. Berbagai pihak terus melakukan upaya termasuk menyalurkan donasi guna membantu penanggulangan wabah corona. Setelah...