Beranda Features Daftar Fitur Keselamatan Canggih Hasil Inovasi Volvo

Daftar Fitur Keselamatan Canggih Hasil Inovasi Volvo

JAKARTA, Carvaganza.com – Dalam sejarah perkembangan teknologi keselamatan berkendara, nama Volvo selalu terlibat. Selalu turut serta membantu terciptanya banyak inovasi keselamatan. Daftarnya sangat panjang, mulai 1944 ketika pertama kali dikenalkan kaca depan laminated dan safety cage. Terus berkontribusi hingga era digital sekarang yang makin serbaotomatis dan cerdas. Banyak diantaranya hasil ciptaan sendiri lalu menjadi peranti standar di setiap mobil.

3-Point Safety Belt

Sudah tak bisa dihitung jumlah nyawa yang tertolong berkat sabuk pengaman. Semua karena Nils Bohlin – insinyur Volvo- yang menemukan sabuk tiga titik berbentuk V. Didesain secara cerdas, hingga bisa sempurna menopang ragam bentuk tubuh penumpang. Sekarang masih dianggap proteksi paling efektif bila terjadi kecelakaan.

Penghargaan pantas dialamatkan ke Bohlin. Penemuannya itu masuk dalam salah satu daftar paten paling penting dalam kehidupan manusia, sepanjang seratus tahun dari 1885 ke 1985.

Mobil penumpang pertama yang memakai sabuk pengaman 3-titik adalah Volvo PV544. Dijual pada 1959, saat pertama diperkenalkan baru kursi depan yang dilengkapi. Lambat laun mengisi kursi penumpang belakang dan diterapkan semua pabrikan mobil.

Rearward-facing Child Safety Seat

Volvo menganggap kursi anak lebih aman menghadap belakang. Prinsipnya terinspirasi astronot duduk saat roket melesat. Bertujuan menyebar beban dan meminimalisir cedera. Percobaan awal berbentuk prototipe mulai pada 1964. Masuk jalur produksi skala industri mulai 1972.

Penelitian dilakukan berdasar situasi nyata. Setiap perilaku dan reaksi anak selama perjalanan dimonitor. Hasilnya, rekomendasi terbaik untuk bayi hingga usia 4 tahun, duduk menghadap belakang. Volvo pun membuat kursi anak sendiri yang didesain seperti itu.

Kenapa mengarah ke belakang? Pada dasarnya bayi dan balita masih rapuh. Kepala adalah bagian tubuh paling besar dan berat. Contohnya kepala bayi 9 bulan, 25 persen sendiri dari total bobot. Jadi bagian itulah yang paling dilindungi. Kalau sampai cedera, bisa berakibat kerusakan otak.

Lambda Sond

Atau nama lainnya sistem sensor Lambda Sond. Adalah sensor oksigen pemantau emisi gas buang. Tak hanya untuk lingkungan, tapi juga manusia sekitar. Orang dibalik ide ini ialah Stephen Wallman.

Kuncinya ada pada alat sebesar ibu jari tangan. Sensor diletakkan dalam pipa pembuangan antara mesin dan catalytic converter (CC). Jumlah kandungan oksigen dihitung dan mengirim informasi ke sistem manajemen mesin. Lalu akan melakukan penyesuaian rasio campuran bahan bakar dan udara, dalam besaran lambda (sekitar 14,3:1), sehingga CC bekerja optimal dan efisien. Hasilnya 90 persen kandungan gas beracun seperti hidrokarbon, karbon monoksida, dan nitrogen oksida terurai di dalam CC. Mobil Volvo yang pertama dilengkapi Lambda Sond adalah seri 240/260 model 1977.

Side Impact Protection System (SIPS)

Volvo menyadari, tabrakan tidak hanya terjadi dari depan saja. Bagian samping justru lebih fatal karena langsung menghantam pengemudi maupun penumpang. Sehingga butuh proteksi untuk mengurangi dampaknya. Itulah tugas SIPS.

Berupa struktur unik di dalam pintu. Besi dibentuk saling menyilang diagonal sehingga mirip sarang lebah. Sehingga dapat mendistribusikan energi tumbukan ke bagian lain, buka melemahkan pilar B. Risiko parah ke penumpang mampu berkurang.

Diintroduksi pertama kali pada 1991. Saat itu mulai dipakai Volvo seri 700 dan 900. Diikuti 850 pada 1992 dan semua model Volvo mulai 1995. SIPS terus dikembangkan hingga tercipta kantong udara SIPS-Bag. Volvo 850 jugalah pionir mobil dengan airbag samping.

Whiplash Protection System (WHIPS)

Sesuai namanya, untuk menghindari cedera leher akibat sentakan. Bisa dari akibat tabrakan atau akselerasi maupun deselerasi. Volvo S80 yang mengenalkan pertama kali pada 1998.

WHIPS tak terlihat secara kasat mata. Berupa konstruksi di dalam jok pengemudi dan penumpang depan, terutama bagian punggung dan headrest. Sistem bekerja setelah menerima input sensor sesaat terjadi impak. Seketika posisi kursi berubah sedikit mundur. Bertujuan menahan posisi tulang punggung hingga leher akibat perubahan gaya drastis.

Menurut Volvo, WHIPS mampu mengurangi 33 persen cedera ringan dan 54 persen cedera panjang. Syarat agar sistem ini bekerja, wajib mengenakan sabuk pengaman dan jangan sembarangan memodifikasi kursi.

Inflatable Curtain

Airbag tirai juga salah satu hasil inovasi Volvo. Tertanam di dalam pilar atap, dari depan hingga belakang. Jadi bukan untuk melindungi pengemudi dan penumpang depan belaka. Bila terjadi tabrakan samping, seketika mengembang dalam kecepatan sepersekian detik. Diklaim 75 persen energi dapat diredam. Mencegah kepala dan badan menghantam jendela atau pilar.

Makin canggih lagi, Volvo kembangkan airbag tirai untuk cabriolet. Kantong udara tetap dapat mengembang meski mobil tidak punya pilar pangkal atap.

Roll-over Protection System (ROPS)

Ground clearance tinggi berakibat titik gravitasi tinggi juga. Berakibat SUV mudah sekali terguling. Seiring bertambahnya populasi mobil jenis itu, Volvo berinovasi lagi dalam sistem keselamatan. ROPS bertugas menghindarinya.

Sistem terbagi dalam dua bagian, untuk menstabilkan dan memproteksi. Roll Stability Control (RSC) meminimalkan risiko terjungkir dengan meningkatkan kestabilan. Umumnya terjadi karena manuver mendadak atau mobil tergelincir. Sistem pakai sensor yang menangkap perubahan lateral mobil dalam hitungan sudut. Informasi dipakai untuk mengalkulasi risiko mobil terguling. Jika menangkap potensi, ESC langsung bekerja mengurangi torsi mesin dan mengaktifkan rem. Sampai kondisi stabil kembali.

Apabila kejadian terguling pasti terjadi, sistem proteksi mengambil alih. Tergantung kondisi, bisa saja yang aktif hanya tensioner sabuk pengaman dan airbag tirai. ROPS bukan hanya untuk SUV, tapi juga cabriolet dan convertible.

Blind Spot Information System (BLIS)

Sudah mulai banyak ditemui mobil-mobil beredar di sini. Tapi tak banyak yang tahu kalau sistem Blind Spot Monitoring System adalah karya Volvo. BLIS pertama kali muncul di Volvo S80 tahun edar 2007. Tanda peringatan akan muncul jika terdeteksi objek di area titik buta, lalu pengemudi berpindah jalur. Obyek itu tidak akan terpantau melalui mata dan kaca spion. Apalagi pengemudi bakal fokus ke area yang terlihat saja.

BLIS memanfaatkan kamera dan radar untuk memantau area samping dan belakang. Jika mendapati mobil atau motor di area blind spot, lampu peringatan di spion juga menyala.

City Safety

Statistik menunjukkan, 75 persen kecelakaan di dalam berada dalam kecepatan rendah. Bahkan tidak melebihi 30 kpj, 50 persennya banyak tabrak belakang. Volvo melihat itu sebagai peluang menciptakan inovasi baru.

Terlahirlah sistem City Safety. Memakai laser yang mendeteksi area depan mobil. Bila sopir terlambat injak rem, maka akan bekerja otomatis. Ya, inilah sistem rem otomatis yang juga mulai dipakai banyak pabrikan. Toyota Safety Sense, Honda Sensing, Mazda i-Activsense, semua pakai teknologi ini.

Pedestrian Detection with Full Auto Brake

Pengembangan lebih lanjut, sistem Volvo City Safety dapat mendeteksi pejalan kaki hingga pesepeda. Radar dan kamera terus aktif memantau bagian depan kendaraan. Jika mendapati seseorang menyeberang, rem akan berfungsi otomatis.

Volvo S60 2010 ialah mobil pertama yang dilengkapi teknologi ini. Radar terletak di grille, sementara kamera tepat di balik spion dalam. Radar mendeteksi, sementara kamera mengenali jenis obyek apa.

Run-off Road Protection

Sistem canggih yang sangat rumit. Volvo XC90 2014 paling awal mengenalkannya. Proteksi khusus bereaksi bila mobil melenceng keluar dari jalurnya. Ilustrasi menunjukkan, mobil yang tadinya berada di dalam jalan aspal, tiba-tiba tergelincir ke jalur off-road. Sistem yang membaca langsung memerintahkan sabuk pengaman untuk makin mengencang.

Gunanya agar tubuh pengemudi dan penumpang tidak terlalu terguncang hebat. Sabuk akan mengendur saat kecepatan berangsur pelan. Namun bila didapat ada rintangan di depan, airbag siap meletus dan pedal rem lepas.

Connected Safety

Fitur Connected Safety gunanya memberi informasi ke pengemudi. Terutama dari mobil lain di jalan yang sama, mengaktifkan hazard atau menemukan kondisi jalanan licin. Ibarat orang saling berkomunikasi satu sama lain, tapi ini mobil bisa melakukannya. Sehingga bisa saling mengirim sinyal potensi bahaya, khususnya di jalan yang sama. Pastinya sistem butuh sambungan internet. Untuk kendaraan dilengkapi head-up display, tanda peringatan akan muncul di sana.

Saling berbagi data dapat menambah tingkat kewaspadaan di jalan raya. Semakin banyak mobil bisa terhubung, makin baik. Volvo bersama Volvo Trucks sudah menerapkan metode ini di Swedia dan Norwegia.

Sumber: Volvo

ANINDIYO PRADHONO

Video Terbaru Youtube Carvaganza

Video Terbaru Youtube The Official Oto

Last Updates

Lima Crossover Yang Bisa Dijadikan Alternatif Selain Honda HR-V

JAKARTA, carvaganza.com – Pasar SUV/crossover kompak memang sedang digandrungi. Tingginya permintaan membuat pabrikan membanjiri pasar. Pertarungan di segmen ini pun semakin memanas. Di pasar...

Pilih Renault Triber atau Suzuki Ignis? Ini Masing-Masing Kelebihannya

JAKARTA, carvaganza.com – Untuk punya mobil SUV bergaya tangguh memang cukup merogoh kocek. Tapi kami memilihkan, ada dua mobil kompak bergaya ala SUV. Memang...

Enggak Kapok-Kapok Pabrikan Cina Jiplak Chevrolet Corvette, Mesinnya PHEV

BEIJING, carvaganza.com – Chevrolet Corvette C1 tahun 1958 adalah salah satu mobil yang paling diburu kolektor. Mobil klasik favorit yang memiliki desain yang tak...

DFSK Klaim 3 Keunggulan Super Cab, Benarkah?

JAKARTA, Carvaganza -- Di tengah pandemi COVID-19, permintaan kendaraan komersial ternyata tetap tinggi. PT Sokonindo Automobile, sebagai pemegang merek DFSK di Indonesia mengandalkan DFSK...

Covid-19 Berlanjut, Toyota Kembali Donasikan Kijang Innova Ambulans

BEKASI, Carvaganza -- Pandemi COVID-19, belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda. Berbagai pihak terus melakukan upaya termasuk menyalurkan donasi guna membantu penanggulangan wabah corona. Setelah...